Cerita berikut sekedar sharing dari menonton program acara di National
Geographic channel.

Di acara tersebut "Ultimate Earthquake" diceritakan tentang beberapa
gempa besar yang kemudian diinterpretasikan penyebabnya cukup unik. Dari
serangkaian gempa tersebut ada 2 kategori gempa yang menarik yaitu:
1. Intra plate earthquake yang dianggap terjadi di Bhuj (India, 2001 -
Mag 7) dan New Madrid (Mississippi/Mid-Continent US - Mag 8)
2. Resonance earthquake yang dianggap terjadi di Mexico City (1985 -
magnitude 8.1)

Gempa di India dan Mississippi merupakan gempa dengan episentrum yang
berlokasi cukup jauh (>100 miles) dari zona active margin. Di dalam
acara tersebut, oleh seismologist diinterpretasikan pusat gempa
berkaitan dengan proses depression (rifting ??) yang terjadi di intra
plate. Khusus untuk gempa di Mississippi, setelah terjadi gempa utama
(Mag 8) kemudian diikuti 2 gempa susulan yang juga berkekuatan mag-8,
dan selama hampir sepanjang setahun kemudian tercatat ~2000 tremors.

Dalam kasus lain, gempa di Mexico City terjadi jauh dari episentrum
(>200 miles dari zona subduksi Cocos plate). Yang menarik adalah
terjadinya massive destruction pada suatu urban area (luas sekitar 15
km2). Blok tersebut dinyatakan sebagai sebuah area danau purba yang
sebelumnya (700 tahun lalu) oleh penakluk Spanyol dilakukan reklamasi
pada kota channel purba Tenochtitlan. Akibat reklamasi tersebut, blok
tersebut berdiri pada kondisi tanah yang lunak dan tidak stabil.
Gelombang gempa yang kemudian terjadi, diinterpretasikan terperangkap
dalam cekungan bekas danau tersebut dan disimulasikan beresonansi pada
bidang dasar danau sehingga menggoyang seluruh tubuh material pengisi
danau purba dan blok bangunan di atasnya. Pembangunan gedung-gedung
beton yang rentan terhadap goyangan di lokasi tersebut, akibat buruknya
penataan ruang kota tanpa studi potensi kerawanan gempa, menyebabkan
kerusakan dan korban jiwa yang sangat besar. 

Di acara tersebut, berdasarkan bencana-bencana yang terjadi, juga
diingatkan adanya potensi gempa di wilayah yang selama ini dianggap
stabil (intra plate), maupun akibat kurangnya studi terhadap kerentanan
lahan terhadap proses alam, sehingga meskipun berlokasi jauh dari jalur
episentrum tetap berpotensi terhadap bencana. Kalau saya ingat dengan
kota Bandung dan mungkin Jakarta, apakah terdapat lokasi-lokasi yang
mirip dengan blok area ancient lake di Mexico City yang kemudian
dibangun bangunan-bangunan beton yang rentan terhadap gempa.

Salam,
WW

-----Original Message-----
From: Irwan Meilano [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, July 31, 2006 3:18 AM
To: [email protected]
Cc: HAGI-Net
Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa utama - Gempa Susulan

Pak Rovicky dan anggota milis ysh,

Mari kita bayangkan bahwa gempa itu
adalah sebuah bidang, bukan titik. Seandainya magnitudenya
6.7 maka ukuran bidangnya yaitu sekitar 20x15km, kalo 7.4 mungkin
100x40km, magnitude 8.7 sekitar 400x80km.
Sedangkan focal mechanism seperti yg direlease USGS atau Harvard CMT
adalah point source solution.  Posisi dari focal-mechanism atau
hiposenter hanya menjelaskan initial break dari rupture process-nya.

Sehingga,
Pak Rovicky menulis:
> lemah sesuai pola geologi (patahan) yg sudah ada.
> Kalau yg di Jogja kemarin itu pola susulannya mengikuti penyebaran 
> Sesar Opak kah ?

Gempa susulan akan berada pada wilayah rupture dari gempa utama. Untuk
kasus gempa jogja pun demikian, gempa susulan berada pada kelurusan
sepanjang 20km.
Kemudian ditambah dengan wilayah yg mengalami pe- nambahan stress karena
gempa utama di ujung-ujung.
Mungkin kalo kasus gempa jogja, ditambah dengan klaten.

Saat ini penjelasan mengenai aftershock
berkembang tidak hanya ganguan stress akibat gempa utama saja (stress
distribunce) tapi juga menjadi stress trigering. Teori ini dpt
menjelaskan efek dari gempautama yg men-triger gempa2 susulan dan juga
gempa besar lainnya. Seperti yg dilakukan pak Wahyu, dengan
mengasumsikan bidang dari suatu gempa, maka dapat dihitung wilayah2 yg
kemungkinan ter-triger.
Dan menjadi gempa besar lainnya.


Pak Rovicky menulis:
> membedakannya. Misalnya gempa Nias yg baru saja terjadi jam 8:28 pagi 
> hari minggu 30 July ini, apakah merupakan susulan yg kemarin yang 
> tanggal 27, juli jam 6:16 sore ?

Saya berpendapat bahwa kedua gempa tersebut masih merupakan rangkaian
gempasusulan dari gempa M8.7 Maret 2005,
karena:
1. Sampai saat ini wilayah nias masih dalam proses postseismic
relaksasi.  Ini bisa dilihat jelas dari time series data GPS milik
LIPI-CALTECH di pulau nias.
Arah pergeserannya masih menunjukan pola postseismic deformation, dan
belum ke stage normal interseismic period.
Sehingga gempa-gepma tsb masih merupakan bagian dari relaksasi proses
dari gempa utama stahun lalu.
(time series gps bisa saya kirim lewat japri)

2. Gempa susulan bisa berlangsung sangat lama, tergantung magnitude
gempa utamanya. mis gempa di Alaka M7.9 sampai sekarang masih ada gempa
susulannya, begitu pula gempa aceh.

3. Banyak contoh bahwa gempa susulan bisa cukup besar walaupun datangnya
sangat terlambat.Kemudian lokasi gempa M6.1 ini tepat di ujung rupture
area dari gempa M8.7, yg gangguan stress karena gempa utamanya paling
besar.

Salam hormat,
irwan

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke