Sewaktu mengikuti simposium di Jogja kemarin ada salah satu pembicara kunci yg bercerita tentang pendidikan kebumian. Panel diskusi berjudul "Challenge and strategy on geological engineering education enhancement" di moderasi: Dwikorita Karnawati.
Yang saya catat : dalam pendidikan kebumian secara umum (tidak hanya university) tetapi juga sekolah menengah bahkan pendidikan dasar sangat disarankan mengajarkan ilmu Plate Tectonic. Teori plate tectonic ini sudah merambah hanpir semua ilmu pengetahuan, termasuk biologi (evolusi, harus mengerti tentang apungan 'berkelana'-nya benua-benua lintas lintang iklim dan interaksi dengan benua lain), ilmu engineering konstruksi (bangunan tahan gempa, termasuk di laut), ilmu arkeologi, bahkan hukum dan teritorian sebuah negara. Jadi sangat diperlukan sebuah metode mengajar teori plate tektonik secara dini. Bagaimana menjelaskan dasar-dasar plate tektonik kepada anak SD. Secara pedagogik (ilmu mengajar) tentunya diperlukan ide-ide rekan-rekan kebumian utk membuat metode mengajar yg dengan "mudah" akan dimengerti dengan 'benar". Salam rdp On 8/10/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tetapi, pertanyaan seperti ini sangat wajar diajukan oleh kalangan non-geologist yang mendapatkan pengetahuan geologi tidak utuh dan tidak berkesinambungan. Katakanlah mereka mendapatkan pemahamannya dari media2, di situ diulas tentang plate tectonics untuk menjelaskan fenomena kejadian gempa. Tetapi, hanya segmen di sekitar pusat gempa yang diperlihatkan (misal sekitar Sumatra dan Jawa), maka bisa saja opini publik - oh di Kalimantan tak ada plate tectonics-nya. Menurut sebuah buku, saat teori "bigbang" sebagai awal sejarah Alam Semesta baru dikemukakan, seseorang bertanya : Apa yang terjadi sebelum bigbang ? Jawabannya : Tuhan sedang membuat neraka buat orang yang bertanya seperti itu ! Lho ?! Bukan pertanyaannya yang bikin bingung, penjelasannya yang tak utuh. Ini tantangan kita. Salam, Awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, August 09, 2006 5:45 PM To: Minarwan; [email protected]; HAGI-Net Subject: [iagi-net-l] Re: Bertanya Kemarin ada yg tanya ttg kegempaan kalimantan. "mas Vicky, kenapa Kalimantan tidak banyak gempanya. Apakah disana tidak ada plate tektoniknya? terus plate tektonik yg di Aceh itu sudah bergerak sampai ke Jogja. Apakah nantinya juga sampai di Bali ?" mampus aku ... ternyata penjelasan kita belum sampai diujung bawanya ... sama sekali. Duh ... kojurr !!!! rdp On 8/9/06, Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bertanya itu ternyata enggak gampang yah. > Aku baru ngeh betul kalau ada orang yang bertanya tapi pertanyaannya > beneran bikin bingung orang yang ditanyai. Apa yang ia tanyakan? > > Mungkin dulu aku juga getu :) > > Min > > -- > "The nail that sticks out gets hammered..." > My blog at: http://desaguadero.blogspot.com > -- http://rovicky.wordpress.com/ --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------
-- http://rovicky.wordpress.com/

