Apakah KSO dibatalkan ? rdp
---------- Forwarded message ---------- From: IndoExplo <[EMAIL PROTECTED]> Date: Aug 10, 2006 10:31 AM Subject: [IndoEnergy] Pertamina Kelola Sendiri Lapangan Minyaknya To: [EMAIL PROTECTED] Pertamina Kelola Sendiri Lapangan Minyaknya Kamis, 10 Agustus 2006 | 03:44 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) akan mengoperasikan lapangan-lapangan minyak yang dinilai prospektif dan memiliki cadangan tinggi. Kerja sama dengan pihak lain dilakukan bila lapangan minyak memiliki prospek rendah dan berisiko tinggi. Direktur Utama Pertamina EP Kun Kurnely mengatakan pihaknya akan berupaya mengembangkan sendiri lapangan-lapangan minyak di wilayah kerja Pertamina. Dia mencontohkan, lapangan minyak Pondok Tengah di Bekasi, yang merupakan salah satu lapangan yang dikelola sendiri. Sebelumnya, sumber Tempo di Pertamina mengungkapkan, lapangan minyak Pondok Tengah, yang berdekatan dengan Jakarta, akan dioperasikan bersama salah satu perusahaan swasta nasional. Pola kerja sama operasi yang diterapkan mencontoh kerja sama Pertamina dengan ExxonMobil di Cepu. Kun mengakui sejumlah perusahaan menyatakan berminat melakukan kerja sama dengan Pertamina EP mengoperasikan Pondok Tengah. Semula pihaknya menilai risiko kegiatan eksplorasi Pondok Tengah sangat tinggi. "Tapi, setelah dilakukan pengeboran, ternyata risikonya rendah," katanya kemarin. Menurut Kun, lapangan Pondok Tengah akan dioperasikan oleh Pertamina EP dengan produksi awal 1.000-3.000 barel minyak per hari. "Puncaknya akan mencapai 16 ribu barel per hari pada 2008," ujarnya. Dia menjelaskan kerja sama dilakukan bila lapangan minyak memiliki prospek baik tapi berisiko dan prospeknya sangat rendah. Namun, Kun memastikan semua lapangan minyak yang dioperasikan Pertamina EP akan dikelola sendiri tanpa kerja sama. "Sebab, kebanyakan lapangan-lapangan tersebut di darat, dan prospeknya bagus," katanya. Tentang kerja sama dengan ExxonMobil di Blok Cepu, Kun menolak memberikan penjelasan. Sedangkan Direktur Hulu Pertamina Sukusen Soemarinda mengatakan total investasi kegiatan hulu pada 2006 senilai Rp 11,5 triliun. Biaya tersebut terdiri atas investasi Rp 5,5 triliun dan operasi Rp 6 triliun dengan tingkat pengembalian investasi (rate of return) 30 persen. "Total keuntungan yang ditargetkan Rp 24 triliun," katanya. Untuk meningkatkan usaha hulu, Pertamina, kata Sukusen, telah membentuk empat anak perusahaan. Perusahaan tersebut antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Energy, Pertagas, dan Pertamina Geotermal Energy. Menurut Sukusen, selain empat anak perusahaan, Pertamina membentuk perusahaan kerja sama dengan kontraktor asing. "Pertamina Randugunting melakukan kerja sama dengan Petronas serta PetroVietnam, sedangkan Pertamina Cepu dengan ExxonMobil," ujarnya. ALI NUR YASIN TAHUKAH ANDA: - Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik) dan hanya 4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia ! - Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ -- http://rovicky.wordpress.com/

