Yth. Pak Yanto R Sumantri (Si-Abah)

haha..., terima kasih atas komentarnya. mohon maaf,
karena kukira Pak Assegaf - yang pernah di Komisi GTL
PP-IAGI / dosen Teknik Geologi USAKTI. Wah, mohon maaf
pak Assegaf. Karena dalam keseharian, pas ketemu di
setiap acara PP-IAGI, pak Asegaf itu juga sering
dipanggil Abah. 
Okelaah, saya terakhir ketemu pak Yanto, ketika ada
pelantikan Pak Lutfi jadi Presiden IAGI, di Jakarta,
kebetulan saya, bu Rita, dan pak Subagyo, turut
datang.
Oke..kapan-kapan saya bisa ketemu pak Yanto kembali.
Kepada Si-Abah yang budiman dan rendah hati, kami-kami
harus terus berjuang untuk meng-edukasikan geologi
ditengah-tengah masyarakat yang majemuk. Kalau
mengajar geologi di kelas geologi, kan sudah rutin,
karena profesi guru. Tapi njelasin ke non-geologi,
itulah tantangan IAGI dan komunitas ilmu kebumian
lainnya.

Salam, sampai ketemua dimana saja
Agus Hendratno ; (0815.686.8523)
(Geologi UGM/ Pengda IAGI DIY - Jateng)

--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> >
> 
>   Mas Agoes
> 
>   Hebat , just go ahead !!!!Kalau jaman dulu  di
> Pasundan yang namanya
>   guru itu sangat dihormati dan dipanggilnya juga
> Juragan (Tuan) Guru.
>   Memang tugas yang sangat sangat mulya, mugkin
> sebandimg dengan tugas
>   mulya seorang IBU.
>   Kalau Assegaf tahu Si Abah yang ini disangka dia ,
> pasti marah karena
>   Assegaf mah masih muda gagah lagi kalau si Abah
> mah tos sepuh.
>   Kalau saya sih YRS alias Yanto R.Sumantri.
> 
>   Salam.
> 
>   Si-Abah
> 
>
___________________________________________________________________________
> 
> 
>   Abah yang budiman di Jakarta,
> > Wah, sudah menjadi tugas profesi seorang guru,
> > menceritakan sesuai dengan data dan pengalaman
> saja
> > dengan bahasa yang berbeda-beda, karena audens-nya
> > juga berbeda. Kadang, saya berpikir bahwa ngomong
> > kepada bapak-bapak anggota dewan yang terhormat di
> > gedung yang terhormat, koq mempunyai pemahaman
> yang
> > sama dengan simbah-simbah di pinggir K.Opak (yang
> jauh
> > dari Koran, yang jauh dari internet; yang
> radio&TV-nya
> > rusak karena keruntuhan rumah yang roboh oleh
> gempa)
> > ketika menanggapi berbagai isu tentang : akan ada
> > gempa besar, tsunami, pulau Jawa mau pecah, Jogja
> mau
> > amblong, juga ada senjata gempa dll. Itulah yang
> > sehari-hari ke depan akan kita hadapi.
> >
> > Beberapa bahan sosialisasi geologi, gempa dan juga
> > tsunami, sebagian sudah ditangan kawan-kawan
> geologist
> > di Jakarta (yang juga aktivis IAGI-net: Mas Saipul
> > ETTI), khusus untuk kasus Gempa 27 Mei di Jogja.
> > barusan : Geologist dari BPMIGAS (Mas Sulis
> Hastuti),
> > juga sudah mengcopy file-file yang kami kumpulkan
> > tentang Sadar Gempa dan Sadar Gunungapi, yang juga
> > dibawa ke Jakarta untuk Sosialiasi ke Guru-Guru
> SMP.
> > Mohon maaf apa yang disebut Abah di IAGI-net itu
> Pak
> > Assegaf GL-Trisakti? Kalau ya, saya mah sering
> ketemu
> > kalau di kegiatan PP-IAGI. Kan terakhir ketemu di
> > Komisi 7 DPR-RI saat PP-IAGI dengar pendapat
> dengan
> > DPR-RI. Saat IAGI di Sby kamarin saya tidak
> melihat
> > Abah.
> > Kemarin baru dari Jakarta, menghadiri
> > SEG-IPA-HAGI-IATMI-IAGI, 15-16 Agustus 2006 di
> JCC.
> > Ada yang uniq, tadi malam - dinihari, Jogja
> dilanda
> > gempa lagi pukul 00.45, dengan 3.7 SR, terasa agak
> > lama. Oleh BMG Jogja : pusat Gempa ada di Jogja
> Utara,
> > kedalaman 10 km. Blaik...., yang sebelumnya
> menurut
> > SMS warga ke Hp saya sudah 3 malam terdengar suara
> > "glung" di Kalasan-Berbah (utara Bandara
> Adisucipto),
> > lalu ada getaran secara pelan-pelan, rumah juga
> ada
> > yang retak-retak di Kalasan tersebut.
> > Diantara sms yang masuk itu :
> > Mas Agus, hasil sosialisasi kawan-kawan geologi,
> gempa
> > tadi malam, banyak warga Gowongan sebagian besar
> SIAGA
> > keluar rumah dengan pakai Helm dan siap Senter.
> Karena
> > gempanya agak lama, kami takut ada robohan lagi.
> Tapi
> > warga yang panik pada tanya warga yang tenang :
> Koq
> > tenang-tenang saja malah pake Helm dan bawa senter
> > to..?
> > Aku pikir : tadi malam itu kayak simulasi jika ada
> > gempa.., padahal adaa gempa sungguhan (dangkal
> lagi)
> > dan agak lama goyangannya.
> > Nah, tirakatan kemarin cukup banyak kawan-kawan
> > geologist di DIY yang turun melakukan sosialisasi
> > tentang gempa. Muga-muga sangat mengena edukasi
> ini
> > dan mampu menghadirkan geologi di tengah-tengah
> > masyarakat. Amin
> >
> > Salam semua
> > Agus Hendratno (Geologi UGM)
> >
> > --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> >> >
> >>
> >>   Mas Agoes
> >>
> >>   Apa kabar , saya membaca perjuangan Anda
> bersama
> >> Rita dalam sosilaisasi
> >>   ,mengenai gempa , saya sangat terkesan !!!!!!!!
> >>   Semoga il,u Anda dapat disebarkan
> seluas-lausanya
> >> sehingga penduduk
> >>   NKRI bertambah mengerti .
> >>   Ngomong ngomong pengen ernar saya ketemu , apa
> >> kita pernah ketemu ndak
> >>   ya .
> >>   Kalau ke Jakarta dan ada waktu luang boleh dong
> >> kita ngobrol.
> >>
> >>   Si- Abah
> >>
> >>
> >
>
__________________________________________________________________________
> >>
> >>
> >>
> >>   Pak Yatno dan mang Okim,
> >> >
> >> > betul juga ya.., njuk apa itu kira-kira dari
> sisi
> >> ilmu
> >> > mineralogi dan petrologi. Memang bagi para
> pemburu
> >> > batuan antik, ada "giok" yang didalamnya ada
> >> gambar
> >> > naga saja, penginnya itu disebut giok dan
> dijual
> >> > mahal. Saya pernah mendampingi : si pemburu
> "giok"
> >> > yang wujudnya meja; juga ada polisi dan pembawa
> >> uang
> >> > (ratusan juta kaleee...., di tahun 2005 lalu).
> >> Saya
> >> > lihat, "giok" tsb keruh, dilapisi kaca, jadi
> susah
> >> > juga dilihat dalamnya. Lalu saya ndak berani
> >> memberi
> >> > komentar.
> >> > Memang dikalangan "broker" batu mulia ada
> istilah
> >> > tersendiri untuk mengelabuhi calon pembeli.
> Lha..,
> >> > untuk melihat saja..(si calon pembeli dikenakan
> >> dana :
> >> > 7jt), jika ndak jadi traksaksi, maka 7jt tadi
> >> hilang.
> >> > lhah..kepriben kiye. Brokernya yang sering
> >> > diuntungkan...
> >> >
> >> > Agus Hendratno
> >> > Geologi UGM
> >> >
> >> > --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >> >
> >> >> >
> >> >>   Mang Okim Mas Yuwono
> >> >>
> >> >>   Jadi Batuan hijau yang dinamakan zamrud
> Cikotok
> >> >> itu apa sebenar-nya,
> >> >>   paling tidak menurut term petrologi?
> >> >>   Maaf baru joint lagi baru jakan jalan di
> RSPP
> >> >> selama seminggu.
> >> >>
> >> >>   Si - Abah
> >> >>
> >> >>
> >> >>
> >> >
> >>
> >
>
________________________________________________________________________
> >> >>
> >> >>   terimakasih, pak yatno. untungnya, saya
> bukan
> >> >> termasuk penyuka/pemakai
> >> >> > batu
> >> >> > mulia, meskipun senang saja melihat2nya.
> >> >> >
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke