Wah, ini isu yang sangat menarik Vick. Dulu Huffco sering bikin water
analysis untuk air-air yang berasosiasi dg seepage, memang tidak secara
spesifik melihat keberadaan "heavy metal" ini, tetapi terbatas kepada
Halida dan standard 10 ion analysis.
Cuma, kalau memang ada unsur-unsur logam berat tersebut, apalagi sampai
logam berbahaya/beracun dalam konsentrasi tinggi, pasti ada asosiasinya
lah, ndak mungkin ujug-ujug muncul disitu.
Atau, jangan-jangan kemarin ada yang ngukur temperatur disitu, bawa 3000
thermometer, maksudnya supaya distribusi pembacaannya akurat, trus
karena kesel, njur ke-3000 thermometer tersebut dipecah-i, nah, sampel
yang kecipratan merkuri-nya thermometer lantas idbawa ke lab.
Bisa saja kan? One possible explanation ? Toh Busang dulu juga gitu,
core-nya dikasih "serutan" emas murni ("salting")...trus remukan sampel
yang dibawa ke lab, lha lab-nya kan ndak melihat nature dari sampelnya.
Atau, may be I'm wrong, they are right. Who knows then?-----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, August 23, 2006 7:27 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Re: LuSi : Sebuah Simplifikasi Buat temen-temen di mining, ..... Ada yg tahu kira-kira merkuri ini dari mana ? Proses geologi seperti apa yg membuat penumpukan (enhancement) kadar HG ini ? Apakah volcanicnya ? Saya rasa geologist perlu memberikan proses2 alam yg memungkinkan terbentuknya HG dengan mekanisme alamiah. Atau malah barangkali samplingnya yg dicurigai tidak betul. Ada yg tahu dimana bisa saya dapatkan komposisi kimiawi air Porong, air lumpur sidoarjo, juga air selat Madura ? rdp > Dari berita koran aku catat (1) Uji lab dari sampel lumpur > yang dilakukan oleh PU/Bina Marga Jatim menunjukkan kandungan > fenol yang cukup tinggi. (Kompas, 19/6/06). (2) Lily > Pudjiastuti (ITS) mendapati 9 dari10 kandungan fisika dan > kimia (yang dijadikan parameter) telah jauh melampaui ambang > batas limbah. Sebagai contoh kandungan merkuri (Hg) yang > didapati 2,565 mg/liter Hg, padahal ambang batasnya 0,002 > mg/liter Hg (Koran Tempo, 16/6/06). ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

