Yang dijinkan oleh KLH hanya airnya yang dibuang kelaut ( selat Madura ) Lumpur padatnya suruh ninggalin didarat , dan sekarang sedang disiapkan pipa yang panjangnya 16 an Km untuk mengalirkan airnya.ke selat sunda. Lha kalau padatannya ditinggal dan lama lama bertambah banyak dan mengeras ( hanya airnya yang dialirkan ) bisa nggak ya lama lama ketutup sendiri itu lumpurnya......
ISM ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, August 23, 2006 9:26 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur : stop mengalir > Wow great !! > Ide bagus lagi memanfaatkan "potential pressure head". > Perlu dilakukan perhitungan ulang saja. Aku kok ngga yakin 2 M potential > head. > Berapa BJ lumpur (air+lempung), berapa perkiraan downhole pressure (kalau > dari sumur Porong-1) ada yg sekitar 16 ppg. Maka bila BJ lumpur 10 ppg, > potential headnya akan menjadi lebih dr 2 M tentunya .... (duh wong geologi > ini kalau ketemu angka jadi mumeth :) > Kang Arif dihitung doonk ! Nanti aku buatkan gambar kartunnya :) > > Fakta lain : > Saat ini hanya satu yg masih keluar .... bagaimana dengan lokasi-lokasi > lainnya ? Sebelumnya ada 5 titik kalau ngga salah. Mungkin perlu > mempersiapkan 5 selubung "raksasa". atau tanggul raksasa. Jangan sampai satu > nutup yg lain "hidup" lagi :( > > Memang mestinya ide-ide ("gila") begini dicoba lebih serius dihitung dikaji. > Masukkan dalam sekena'rio' jangan hanya sekena'nya' aja. dan penanganan > tidak hanya satu tapi mesti dikerubutin. > > rdp > > On 8/23/06, Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ide untuk menghentikan aliran lumpur, mohon dikritisi > > > > Buat penampungan lumpur di sekitar titik semburan setinggi 2m di atas > > semburan maksimal, maka lumpur tidak akan mengalir lagi karena tertahan oleh > > hidrostatiknya sendiri. (tinggi semburan maksimal yg saya ketahui adalah 25 > > ft di atas ground level) > > > > Konstruksi dapat berupa : > > 1) tanggul yg ada ditinggikan sampai 2m di atas semburan maksimal > > 2) titik semburan diselubungi tabung berdiameter lebih besar dari diameter > > lubang semburan, yg puncaknya 2m di atas semburan maksimal > > > > Kedua konstruksi harus memperhatikan jangan sampai ada kebocoran. > > > > Dasar teori : > > Tinggi semburan di atas permukaan = tinggi kolom fluida - kedalaman sumber > > lumpur dari permukaan > > > > Tinggi kolom fluida = fungsi dari formation pressure dan fluid density. > > > > Selama formation pressure dan fluid density konstan, tinggi kolom fluida > > akan konstan, maka tinggi semburan akan konstan > > > > Tinggi semburan bertambah bila formation pressure bertambah atau fluid > > density berkurang > > > > Formation pressure saat ini berkecenderungan tetap. > > - FP bertambah bila ada peningkatan tectonic stress, > > - FP berkurang bila melampaui titik depletion karena mud recharge < mud > > discharge > > > > Fluid density berkurang bila fraksi air dalam lumpur bertambah > > > > > > Sekedar ide saja untuk konstruksi yg diusulkan : > > - Tanggul yg ada diperkuat dan ditinggikan, atau > > - Tabung bisa berupa selubung besi yg diangkat oleh 3-4 helicopter > > terlatih, dan kemudian sedikit dibenamkan (dengan pembebanan atau > > penumbukan) ke bawah ground level awal, di bawah dasar lumpur di permukaan. > > > > Tapi saya berharap kita tidak memperdebatkan kesulitan teknis operasional > > konstruksinya. > > Kita serahkan saja pada pihak engineering (dan militer/zeni?) > > > > > > Salam, > > > > > > A R I E F B U D I M A N > > Pertamina - Eksplorasi Sumatra > > Phone : (021) 350 2150 ext.1782 > > Mobile : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63 > > > > > > -----Original Message----- > > From: M Untung [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Tuesday, August 22, 2006 9:25 PM > > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; > > [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi > > > > Ide ini sangat bagus dan sangat masuk akal. Perlu ditindaklanjuti untuk > > pelaksanaan selanjutnya. Jadi tidak ide-ide terus. Laksanakan segala > > sesuatu > > setelah dapat diterima oleh para pakar. Dalam hal ini yang sangat penting > > ialah topografi daerah tersebut diukur dengan teliti. Jangan sampai > > airlaut > > yang masuk ke daratan lewat terusan (parit) yang dibuat. Pasang-surut air > > laut perlu dipertimbangkan. Pada umumnya pikiran ini saya dukung. > > Terimakasih. > > M. Untung > > ----- Original Message ----- > > From: "Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]>; <'[EMAIL PROTECTED]'>; > > <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Tuesday, August 22, 2006 1:38 PM > > Subject: [iagi-net-l] LuSi : Sebuah Simplifikasi > > > > > > > Kalau boleh, ingin rasanya diri ini bercerita mengenai ide yang > > > terkungking di kepala seminggu ini, ide yang muncul dari simplifikasi > > > masalah: sesuatu yang mengalir perlu diberi jalan, kalau tidak dia > > > akan terus menggerus sisi-sisinya. > > > > > > Galilah parit setinggi 5 meter dan selebar 20 meter yang menghubungkan > > > banjar panji dengan laut jawa atau selat madura, > > > > > > Semen dengan ketebalan 50 centimeter sisi-sisinya agar tak terjadi > > > intrusi air ke tanah, > > > > > > Bangunlah weir structure setiap 100 meter sebagai metode > > > pensedimentasian suspended solid yang terikut oleh Lumpur, sehingga > > > hanya air yang dapat mengalir ke laut. > > > > > > Siapkan industri-industri yang dapat mempergunakan solid phase dari > > > Lumpur ini sebagai bahan baku di sekitar parit raksasa ini, > > > > > > Gunakan tenaga kerja dari penduduk sekitar Banjar Panji, > > > > > > Lumpur akan terus mengalir selama 50.000 m3 bahan terus mengalir per > > > hari dan industri2 ini tak akan kehabisan bahan baku selama > > > bertahun-tahun. > > > > > > Itu ide simple dari saya, dan pastilah akan banyak yang dapat > > > diserang. Tapi perlukah kita menyerang terus ide-ide? > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > > > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > > --------------------------------------------------------------------- > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > A/n: Shinta Damayanti > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > -- > http://rovicky.wordpress.com/ > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

