Dulu, jaman SBY mau menang presiden, cara perhitungan quick countnya adalah dengan mengambil sampel di beberapa TPS. Cara tersebut yang sering disebut dengan inferential statistic ternyata errornya sangat kecil. Hasil quick akhirnys sudah sama-sama diketahui. Cara itu adalah pendekatan paling mudah mendapatkan gambaran dari populasi yang sedemikian besar, populasi yang jumlahnya 210-jt. Lagian inferential statistik juga ada methodanya, lebih murah. Yang pasti ada perkiraan errornya....
Mosok mau menggunakan deskriptif statistik sih, biayanya terlalu besar, kayak sensus penduduk saja... Percaya dan tidak percaya? Monggo masing-masing saja... Padahal yang bekerja di geologi juga sering menggunakan statistik inferensial, yang sebenarnya mirip-mirip dengan polling. Salam ALS --- Agus Hendratno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Abah yang budiman, > > Polling gitu saja dipercaya, polling tersebut itu > kayak entertaiment wae, atau kayang ajang pemilihan > AFI (indosiar), KDI (di TPI), juga kuiz-kuiz > lainnya. Kalau mau jujur dan polling sugguhan, > yac..ditanya itu 210 juta masyarakat indonesia. > Lalu, berapa juta warga indonesia yang baca Koran > Kompas. > Tenang saja, bangsa ini masih kaya akan potensi > keragamannya, dan tidak akan ambruk hanya polling... > Paling-paling untuk memanasi mereka yang berpolitik, > dan komponen yang hobi-nya galak-galak itu... > > Agus Hendratno > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Rekan > > Dalam kompas.com ada polling dengan pertanyaan > :" Apakah Anda bangga > sebagai "bangsa Indonesia" , jawaban-nya (status > 25/8/06 jam 11.30 > adalah > 34 % Bangga dan 66 % Tidak dari 30.958 responden. > Tidak diterangkan komposisi responden , karena > memang tidak diminta , juga > polling ini hanya berisi pertanyaan seperti diaras. > Saya sih hanya mengusap dada , karena ini adalah hal > yang tidak menggembira- > kan (untuk tida mengatakan sangat menyedihkan). > So , apa yang harus kita lakukan ? > AApakah bangsa dengan hasil polling seperti diatas > dapat menjadi bangsa > yang besar ? > > > Si-Abah > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > > ----- Submit to: > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------- > All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email > and get things done faster. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

