Adalah ide yang menarik dari Rovicky, mengalirkan lumpur ke laut dan mengharapkannya menjadi delta (buatan). Hal itu memang mungkin terjadi, karena banyak contoh yang demikian. Selain Ujung Pangkah, delta baru Ciujung-Cidurian di Serang, Banten juga demikian halnya.
Mungkin persoalannya adalah bahwa kedua delta "buatan" itu dibuat dengan "tidak sengaja" atau "tidak disadari", sementara pembuangan lumpur panas itu dilakukan dengan "sadar" sehingga kerugian yang timbul dapat dicari penanggung-jawabnya. Untuk kasus delta Ciujung-Cidurian, motif pembuatan kanal yang berujung pada munculnya delta baru dan matinya delta lama (Tanjung Pontang), adalah upaya mengatasi banjir. Karena arah perubahan itu tidak disadari, maka semuanya terasa "alamiah" sehingga segala kerugian yang terjadi dapat "diterima". Sangat berbeda dengan masalah rencana pembuangan lumpur sekarang. Semua kerugian yang akan dirasakan sangat disadari dan dapat dihitung berapa rupiahnya. Diketahui penyebabnya, sehingga diketahui kemana meminta ganti rugi. Persoalan lain adalah masalah waktu. Waktu pembentukan delta buatan itu. Selama pembentukan delta buatan itu, praktis pencaharian masyarakat sekitarnya akan terganggu. Berapa banyak yang akan terganggu dan berapa lama, serta berapa kompensasi yang harus dibayarkan, adalah hal yang perlu dipikirkan. Bila lumpur jadi dibuang ke laut, memang persoalan di darat dapat dibatasi sampai batas yang sekarang (lumpur bisa dikurung dalam batas tanggul sekarang). tetapi persoalan itu meluas ke laut dan pesisir. Bayangan secara kasar, kerugian ekonomii bila lumpur dibuang ke laut lebih kecil daripada mempertahankannnya di darat. Sementara itu, di laut kita juga mendapat "bantuan" dari alam untuk menyelesaikan masalah ini. Salam WBS __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

