I can smell the danger ....

Aku yg hanya mengamati dari jauh saja kadang ngeri melihat dampaknya.
Kalau material lumpur (berserta air) yg "menggunung" ini tidak segera
dialirkan akan sangat-sangat membahayakan. Bendungan darurat atau
tanggul darurat ini sangat rapuh.... sangaat rapuh.
Dari segi volume sebenernya tidak seberapa bagi alam. Namun bagi orang
yg disebelahnya bener-bener mengkhawatirkan. dan sangat membahayakan.
Mninggikan bendungan sama saja meninggikan atau enumpuk risiko,
semakin tinggi bendungan semakin tinggi risikonya.
Kejadiannya bisa saja mirip seperti apa yg dicurigai sebelumnya ....
menambah panjang lubang tanpa casing pernah dituduh sebagai penyebab
UGBO (walopun memang belum bisa dipastikan). Sangat jelas menambah
tinggi sama saja menambah risiko. Jangan mengulang lagi kejadian yg
lalu.

Seperti yg aku tulis minggu lalu, menambah tinggi ataupun menambah
luas sama saja. Menambah tinggi berarti mempertaruhkan kekuatan
vertikal, namun menambah luas juga akan menampung curah hujan lebih
banyak nantinya.

Satu-satunya ... alirkan saja ke laut !!

On 8/30/06, Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sepertinya pelaporan terukur agak susah, tentara yang mengangkut material untuk tanggul 
saja susah masuk kawasan..... dari lapangan terlaporkan potensi konflik horisontal-nya 
semakin mengemuka, ada yang mau sawahnya disewa ada yang tidak, ada yg berkepentingan 
"mbuka" tanggul sebelah sini untuk menyelamatkan kawasan sendiri, ada yang mau 
nutup dll, wuih....,  ITS sudah membuat simulasi kalau tanggul jebol, tanpa asumsi 
hitungan hujan dan tanpa hitungan subsidence.... ngeri broer. tapi itu cuma simulasi kok.



Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  dilaporkan "semakin deras",
berapakah debit saat ini ?

rdp
===
30/08/2006 12:10 - Nusantara/Headline News
Rapat kabinet terbatas yang salah satunya membahas masalah lumpur
panas di Sidoarjo.
(Metro TV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masalah lumpur panas di Sidoarjo menjadi
agenda pembahasan dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan,
Jakarta, Rabu (30/8) pagi. Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB
ini dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dibahas
mengenai kondisi terakhir di Porong dan upaya penanganannya.

Rapat terbatas ini diikuti sejumlah menteri antara lain Menteri
Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Mentri Negara
Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Dalam rapat ini hadir pula Bupati
Sidoarjo Win Hendrarso dan Gubernur Jatim Imam Utomo.

Dari Sidoarjo, dilaporkan, jalan tol Gempol-Surabaya, masih ditutup
akibat masih tingginya lumpur panas di ruas jalan kilometer 39/300
hingga 39/200. PT Jasa Marga menilai ketinggian lumpur yang mencapai
30 sentimeter bisa membahayakan para pengguna jalan. Penutupan jalan
tol Gempol-Surabaya mengakibatkan kemacetan di jalur alternatif, yakni
jalur Porong-Gempol. Berdasarkan pemantauan siang ini, antrean
kendaraan mencapai sekitar dua kilometer. Volume kendaraan semakin
bertambah di jalur ini karena kendaraan dari arah Surabaya, pun
dialihkan ke jalur alternatif ini.

Sementara semburan lumpur panas dari sumur PT Lapindo Brantas di
Porong, semakin deras. Di bagian lain, ratusan warga korban lumpur
kembali berunjuk-rasa. Aksi yang digelar di jalan tol ini menuntut
agar segera dilakukan perbaikan tanggul. Bahkan, warga sempat
mengambil sebuah truk pengangkut sirtu--material padat--untuk segera
menutup tanggul yang jebol. Namun, tuntutan ini tak bisa segera
dipenuhi karena lokasi tanggul yang jebol sulit dijangkau. Hingga saat
ini, warga masih berkerumun di sepanjang tol, tepatnya di kilometer
39/200.(DEN)

--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com.  Check it out.



--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke