Pak Syai yg penuh (ful)

Apakah ada keinginan dari PP-IAGI untuk mempublikasikan hasil-hasil
penelitian itu lewat WEB IAGI ?
Potensi WEB IAGI sangat besar looh, semestinya dikembangkan sebagai
"hub" penyebar ilmu ke publik.
Banyak sekali hasil-hasil penelitian IAGI, termasuk hasil penelitian
kasus Buyat bbrp tahun lalu yg sangat berharga kalau dibuka utk
masyarakat awam.

salam

rdp


On 8/31/06, mohammad syaiful <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
di lingkungan pp-iagi, tentu saja yg mendapat amanah penuh ya tim
independen. silakan menghubungi pak edy secara langsung. info buat kang oki
yg sakti, mas arief yg melemparkan idenya ttg selubung dan/atau peninggian
tanggul, adalah salah seorang anggota tim independen iagi utk kasus lumpur
porong ini.

demikian semoga membantu.

salam,
syaiful
*teman sekjen yg sedang bertugas keluar kota...


On 8/30/06, Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Coba ditanyakan ke sekretariat pak e, atau mungkin di Tim IAGI yang
> dipimpin pak
> Edy Sunardi.... atau ke sekjen atau yang sedang mewakili.....
>
> ar-.
>
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Cak Ariadi suwun infonya.
> dimana dapat memperoleh laporan tim "independen" IAGI ini ?
> Mestinya boleh dipublikasikan, sebaiknya dipublikasikan saja di WEB
> IAGI sebagai independent source yang valid (yg diakui IAGI).
>
> Banyak hal sederhana dan mendasar yg tentunya bisa dirilis yg sering
> menjadi pertanyaan (FAQ) :
> - Lithology penetrated (stratigraphic well)
> - Mud composition (lithology and chemicaly)
> - Debit (flowing rates)
> - etc
>
> semua yg diatas itu sangat perlu utk MENYELESEIKAN bukan untuk
> menajamkan tudingan .... jangan sampai konsultan asing jauh2
> didatangkan hanya mengukur ulang dengan GPS (seperti yg kulihat di
> klipnya MetroTV).
>
> rdp
>
> On 8/30/06, Ariadi Subandrio wrote:
> > Qi,
> > Tim yang tidak volunteer adalah yang dikenal dengan :
> > Tim-1 : Tim Subsurface - Trijana/Rudi Rubiandini
> > Tim-2 : Tim Surface - Lingkungan (Gempur ?)
> > Tim-3 : Tim Surface - Sosial Masyarakat (Bupati Sidoarjo)
> > Koordinator antar tim :(kalau gak salah ) Gubernur Jawa Timur
> >
> > IAGI secara volunteer membentuk Tim Independen untuk kasus lumpur ini,
> DR.Eddy
> > Sunardi yang menjadi ketua tim. Tim rasanya telah selesai melakukan
> penelitian hingga analisisnya. Rasa-rasanya basis data yang dipergunakan
> untuk analisa cukup banyak, detil, valid dan update serta berkoordinasi
> terus menerus dengan berbagai peneliti dari berbagai institusi2 yang lain.
> >
> > Karena sifatnya yang independen, Tim IAGI ini ya gak melapor kemana-mana
> kecuali ke publik, sebagai pertanggungajawaban. Press rilis resmi dari IAGI
> telah disampaikan ke publik pada kisaran Juli lalu yang dilakukan di
> Surabaya. Beberapa media memuat (yang aku tahu ada di Kompas), memang
> mungkin jumlah lumpurnya waktu itu belum "sematang" kondisi saat ini yang
> sudah mengancam depan mata 45ribuan jiwa, jadi antusiasme publik juga biasa2
> saja. Setelah gambaran GAME OVER yang disampaikan media massa sepertinya gak
> mendapat response. Kemaren kembali Kompas menampilkan kasus lumpur porong
> dengan MUD VOLCANO.
> >
> > Rasa2nya sih pernyataan IAGI yang ada waktu itu cukup netral, ilmiah dan
> memberikan pencerahan. Pak Eddy, Pak Arief, Pak Alam, Pak Ridwan barangkali
> bisa cerita banyak di forum ini. Konon Tim Independen IAGI sudah lama mau
> melakukan semacam seminar setengah hari, tapi mungkin masih pada sibuk kali.
> >
> > Yang menjadi perhatian besar itu kan persoalan lumpur yang terus
> menumpuk dan semakin banyak semakin banyak setiap hari, yang bolehnya hanya
> ditumpuk disekitaran kawasan mud volcano itu terus. Tiap hari memperbesar
> pond yang ada. sekarang pond kelima sudah harus dibuat lagi untuk menampung
> "masa depan" lumpur, berapa hektar lagi. Sementara kebocoran tanggul ganti
> berganti saja di lain2 lokasi. Padahal selain ngancam keselamatan jiwa warga
> sekitar, kondisi seperti ini jelas menyulitkan kerja Tim-1 untuk melakukan
> skenario 1 (snubbing unit), skenario 2 mau pun skenario 3 yang belum pernah
> sukses sesuai dengan skenarionya itu. bukan berarti gagal, tapi pelaksanaan
> skenario yang tak mencapai skenarionya.
> >
> > yang diperlukan saat ini adalah semangat MENYELESAIKAN PERSOALAN bukan
> TUDING-TUDINGAN.
> >
> > ar-
> >
> >
> >
> > oki musakti wrote:
> >
> > Dalam kasus gempa dan tsunami tidak ada tersangka, lain dengan kasus
> kuala lumpur ini. Setiap pernyataan yang 'resmi' dari satu organisasi
> profesi seperti IAGI sangat besar kemungkinannya untuk berujung sebagai
> kesaksian di pengadilan (baik memberatkan atau meringankan).
> >
> > Masalah kedua adalah apakah IAGI punya data cukup untuk memberikan suatu
> 'pernyataan yang bisa dipertanggung jawabkan'. Yang saya tangkap dari
> diskusi di sini, data2 mengenai BP-1 masih sangat konfidential. Setahu saya
> kita gak tahu dari formasi mana fasa cair dan padat dari semburan lumpur
> berasal (apakah sudah 'given' bahwa keduanya datang dari plio-plestosen atau
> airnya dari miosen, misalnya. Sudahkah dilakukan geochemical correlation
> dari lumpur dengan air formasi di Kujung/wonosari, Bledug Kuwu,
> plio-plestosen dll untuk tahu darimana dia berasal?
> >
> > Juga banyak orang ribut soal 'zat-zat beracun dan berbahaya'. Ada yang
> sudah pernah lihat komposisi kimia lumpur ini gak? Dari mana zat-zat ini
> berasal ?
> >
> > Jadi menurut saya, kalau memang IAGI tidak punya cukup data valid untuk
> menerangkan soal genesa si Lusi ini, lebih baik stay out of the debate.
> Lebih produktif kalau energi difokuskan untuk menolong usaha-usaha
> rehabilitasi dan remediasi. Ide mas Arif untuk membunuh si Lusi dengan
> menggunakan tekanan hydrostatiknya sendiri, mengalirkan airnya ke laut,
> membentengi jalan tol dari banjir de el el....
> >
> > Mohon koreksi kalau saya salah
> >
> >
> > Cheers
> > Oki
> > [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > =============================================================
> > Abah, Mungkin kalau kemarin Bencana Gempa Dan Sunami IAGI
> > mengadakan presentasi/diskusi/siaran press untuk memberikan
> > pencerahan dari segi ilmu geologinya, maka untuk kasus Lumpur
> > ini yang tidak kalah Ramainya pemberitaannya di Media /
> > masyarakat luas, bahkan tiada habis habisnya , apa tidak
> > sebaiknya dilakukan hal yang sama , untuk memberikan pencerahan
> > kemsyarakat luas ttg masalah ini dari segi geologinya
> > ISM
>
> ---------------------------------
> How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone call
> rates.
>



--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]

Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]




--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke