From: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Berita Republika
 Pak Is,
 Tolong dong diposting beritanya.
 Si-Abah
=======================================
Maaf Abah, terlambat responnya , karena belum ada yg respon ini saya kutipkan :

Ism
-----------------------

Bisakah Blok Cepu Berproduksi 2008?
Eksploitasi sumber Migas di Blok Cepu yang wilayahnya sebagian besar berada di Kabupaten Bojonegoro, Jatim dan sebagian kecil di Blora, Jateng, hingga kini masih belum dilaksanakan. Berbagai kendala masih menyertai, mulai "Plant of Development" (PoD) hingga pembebasan lahan. Sementara Pemkab Bojonegoro sendiri masih mempermasalahkan porsi 10 "Participating Interest" (PI) yang dinilainya tidak "fair".

Kepala BP Migas Kardaya Warnika saat menyaksikan penyerahan ganti rugi korban "gas kick" (tendangan gas) sumber minyak Sukowati di Bojonegoro, Senin (28/8) menegaskan, pada prinsipnya PoD Blok Cepu sudah rampung.

Menurut dia, pelaksanaan pengelolaan Blok Cepu bukan tersendat, tetapi masih dibahas, terutama menyangkut otorisasi besarnya pengeluaran anggaran atau "Autoritation For Expenditur" (AFE).

"Pemerintah harus hati-hati, tidak begitu saja menyetujui anggaran yang diajukan operator, karena semua dana yang dikeluarkan nantinya akan ditanggung pemerintah, masuk dalam 'Cost Recovery'," ucapnya.

Namun, ia tidak bisa menyebutkan jumlah keseluruhan AFE yang masih dibahas itu, karena jumlah bidang pengembangan Blok Cepu cukup banyak. Yang jelas, katanya, pemerintah tetap menargetkan pada 2008 Sumur Minyak Blok Cepu harus sudah berproduksi, meskipun tidak harus optimal yang disebut-sebut bisa mencapai 180 ribu barel per hari. "Kita hanya minta Blok Cepu tahun 2008 produksinya sudah bisa dimulai," ujarnya.

Untuk mempercepat produksi Sumur Migas Blok Cepu, kendala utamanya adalah penyaluran atau distribusi produksi Sumur Minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kec Ngasem, Bojonegoro, menuju ke laut di Tuban yang harus menempuh perjalanan sepanjang 76 km.

Pola yang paling sangkil (efektif) menyalurkan produksi minyak dari Blok Cepu ke Tuban tersebut adalah dengan jaringan pipa. Meskipun membangun jaringan pipa akan menghadapi masalah pembebasan tanah.

Sedangkan melalui transportasi jalur KA (Kereta Api) kecil kemungkinannya, karena dengan produksi yang cukup besar, akan membutuhkan banyak gerbong KA. Begitu pula, kalau melalui jalur transportasi darat, akan dibutuhkan banyak kendaraan."Baik dengan jalan darat dan KA akan membutuhkan ratusan kendaraan, karena produksi Sumur Minyak Blok Cepu diperkirakan cukup besar," ujar Kardaya.

Dia menjelaskan, dalam pembahasan AFE diperhitungkan produksi Sumur Migas Blok Cepu akan berlangsung selama 30 tahun. Tetapi, setiap tahunnya AFE nantinya akan selalu dievaluasi pemerintah dan BP Migas.

Sementara itu, Deputi Perencanaan dan Pengembangan Blok Cepu EMOI (ExxonMobil Oil Indonesia), Thor Sutanassin, beberapa waktu lalu menyatakan, EMOI akan berusaha mempercepat produksi Sumur Migas Blok Cepu sesuai dengan target pemerintah pada 2008.

Tetapi, pengembangan Sumur Migas Blok Cepu tersebut hanya bisa tercapai sesuai dengan target pemerintah, asalkan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat.

Pertimbangannya, dalam kondisi normal produksi Sumur Migas Blok Cepu baru bisa diproduksikan sekitar 3,5 tahun lagi, karena adanya berbagai kendala, mulai infrastruktur maupun pembebasan tanah.

PI
Pemkab Bojonegoro mendesak pemerintah pusat melalui Mendagri, agar pembagian PI (Participating Interest) Sumur Migas Blok Cepu 10 persen, disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan juga mengacu pada kandungan potensi cadangan Migas Blok Cepu di Jatim-Jateng.

Pasalnya, data kandungan Migas yang digunakan sebagai acuan pembagian PI, ialah data dari "oknum" Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), yang kenyataan di lapangannya berlainan.

Sumber di Dinas ESDM Jatim, menyebutkan bahwa oknum IAGI tersebut, berperan sebagai 'calo'. Data versi IAGI itu, dijual kepada Pemkab Bojonegoro, Blora maupun Pemprop Jatim serta Jateng. "Ya tentunya tidak gratis, oknum itu diduga mendapat 'imbalan' miliaran rupiah. Pasalnya imbalan diminta dari empat pihak, yaitu Pemkab Bojonegoro, Blora maupun Pemprop Jatim dan Jateng," ucapnya.

Sumber itu menjelaskan, data IAGI tidaklah salah, namun dikaburkan. Artinya, jumlah potensi yang berada di Blok Cepu yang bisa dieksploitasi sebagian besar berada di Bojonegoro. Data IAGI yang ditandatangani ketuanya saat itu, Andang Bachtiar, menyebutkan bahwa kandungan Sumur Migas Blok Cepu yang berada di Bojonegoro sebesar 67 persen dan di Blora 33 persen.

Padahal, hasil pendataan resmi yang dikeluarkan EMOI, potensi kandungan Migas Blok Cepu yang berada di wilayah Bojonegoro sebesar 97,6 persen dan Blora hanya 2,4 persen. Menurut sumber Dinas ESDM Jatim, data IAGI merupakan potensi keseluruhan, tetapi tidak semua potensi Migas yang ada bisa ekonomis bila di eksploitasi. Jadi data dari EMOI itulah yang riil sehingga bisa dieksploitasi secara ekonomis.

Namun, karena sejak awal data IAGI dipergunakan, maka pembagian PI dinilai tidak "fair", dan merugikan Bojonegoro dan Pemprop Jatim, sebaliknya menguntungkan Pemkab Blora serta Pemprop Jateng.

Dalam pertemuan pimpinan daerah yang berhak dapat PI Migas Blok Cepu yang juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Surabaya akhir tahun lalu, BUMD Bojonegoro ditetapkan memperoleh 4,5 persen, Propinsi Jatim 1,2 persen, Blora 2,1 persen dan Propinsi Jateng 1,1 persen.

Dalam pertemuan pemegang PI 10 persen dengan Mendagri, M Maruf di Jakarta Senin (28/8), masalah PI ini diungkap Pemprop Jatim dan Pemkab Bojonegoro. Intinya harus diubah sesuai potensi riil. "Pada pertemuan dengan Mendagri itu, saya menyarankan pembagian PI harus ada perubahan. Tidak sebagaimana yang pernah disebut-sebut selama ini bahwa Bojonegoro hanya mendapatkan 4,5 persen," ucap Bupati Bojonegoro, HM Santoso.

Ia menjelaskan, sebagai pembanding dalam pembagian PI 10 persen Blok Cepu harus melibatkan pihak terkait pelaku eksplorasi dan eksploitasi, baik EMOI dan Pertamina, juga BP Migas untuk mengetahui potensi kandungan Sumber Migas Blok Cepu.

Santoso tidak bersedia menjelaskan rinci besarnya permintaan Bojonegoro atas kenaikkan PI sumur Migas Blok Cepu. Tetapi, dalam aturan yang ada, PI 10 persen menjadi bagian daerah yang memiliki kandungan Sumber Migas. "Berapa persisnya, saya tidak hafal. Tetapi dalam pertemuan dengan Mendagri, saya tidak sependapat dengan pembagian yang sudah ditetapkan itu," ujarnya.

Karena itulah, dalam waktu dekat ini akan diadakan pertemuan lanjutan menyangkut pembagian PI 10 persen, dengan melibatkan EMOI, Pertamina dan BP Migas. Menurut Santoso, kesepakatan tentang penentuan besarnya pembagian PI tersebut, nantinya akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga keputusan akhir yang akan diambil kelak tidak salah. "Apa pun nanti hasil, keputusan pembagian PI akan merupakan keputusan pemerintah. Bisa dalam bentuk Keppres atau paling tidak Kepmen, sehingga jangan sampai salah, agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari," ujarnya.

Langkah Bupati Bojonegoro, H.M. Santoso yang mendesak Pemerintah pusat agar PI 10 persen Blok Cepu, dengan perolehan BUMD Bojonegoro sebesar 4,5 persen agar dinaikkan, mendapat dukungan DPRD Bojonegoro. Dukungan tersebut diwujudkan melalui surat yang disampaikan kepada Bupati Santoso, sebelum bupati berangkat ke Jakarta, guna diteruskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Sebelum Bupati ke Jakarta membahas PI Blok Cepu dengan Mendagri, kami sudah menyampaikan dukungan dalam bentuk surat," kata Ketua DPRD Bojonegoro, Tamam Syaifuddin. Surat dukungan tersebut, kata Tamam Syaifuddin, antara lain berisi landasan kewenangan Bupati dalam UU Otonomi Daerah.

Dengan begitu, katanya, sudah seharusnya PI 10 persen yang menjadi hak perolehan BUMD Bojonegoro diberikan secara penuh. "Sudah sewajarnya kalau DPRD mendukung kebijaksanaan Bupati Bojonegoro. Bagaimanapun juga dilihat dari ketentuan yang ada dan juga potensi kandungan Migasnya, jelas PI 10 persen harus diperoleh Bojonegoro sepenuhnya, bukan dibagi-bagi," ujarnya. n ant

( )



----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Berita Republika
 Pak Is,
 Tolong dong diposting beritanya.
 Si-Abah

 ______________________________________________________________________

 Republika hari ini Jumat , ada  Berita di hal 16 , dengan Judul " Bisakah
Blok Cepu Berproduksi 2008 ? " ada kata kata yang kurang mengenakan IAGI ,
disitu kok disebut sebut IAGI  sebagai Oknum ,  Ada yang dapat
mengklarifikasinya atau pencerahannya ? monggo

ISM


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke