Kawan-kawan IAGI...

Saya prihatin dengan berita tersebut, saya kira juga semua kawan-kawan IAGI 
yang lain baik pengurus sekarang maupun pengurus sebelumnya, serta 
senior-senior IAGI-netter yang lain (Abah dan Yangkung yang saya hormati). Saya 
salah satu dari 12 geologist dari TIM IAGI  tentang 10% IP; kebetulan saya 
kebagian untuk advise pers, dan juga masalah sosialisasi dan edukasi geologi 
migas tersebut ke pers dan reporting ke pemda. Ini tidak mudah, sama halnya 
menjelaskan geologi, gempa, tsunami, LUSI kepada pers, birokrat, anggota dewan 
(yang tidak semuanya langsung paham) "ruh" dari pola-pola kajian kegeologian / 
kebumian. Saya tidak berkompeten urusan bagi hasil migas, saya hanya memback-up 
urusan SOSIALISASI dan EDUKASI ke orang lain.
Jadi kalau yang dianggap oknum IAGI itu ADB, maka dia tidak sendirian, temasuk 
saya juga "oknum IAGI" kalau saya berbuat sesuatu untuk menghancurkan IAGI. 
Saya tidak membela ADB. Bagi pak Lutfi (Presiden IAGI sekarang ini), kondisi 
ini juga tidak mudah bagi beliau baik di PP-IAGI maupun di Jabatan di Bpmigas. 
Saya sering menjumpai model-model seperti pak Lutfi di Pemda untuk urusan lain, 
yang berada di tempat yang "sulit" antara organisasi profesional seperti IAGI 
tapi juga berada di Jabatan yang reletad dengan Regulasi. Tapi, saya berdoa, 
semoga Allah SWT memberikan Hidayah-Nya kepada pak Lutfi baik di IAGI maupun di 
Bpmigas; juga kepada kawan-kawan geologist yang bekerja dimana saja secara 
profesional dengan sikap yang taat etika keilmuan, semoga Allah SWT memberkati 
langkah-langkah geologist di bumi sebagai Rahmatan Lil-Alaamin....

Memang TIDAK MUDAH menghadapi komunitas non-geologist yang dia mempunyai 
otoritas bidang kegeologian. Pasti repot. Saya nyaris dihajar LSM dan 
bersitegang dengan Paranormal (yang menyebar isu : Jogja mau amblong jika ada 
gempa lagi, Jawa Timur mau tenggelam karena LUSI; Nusakambangan akan terbelah 
jadi 2 jika ada tsunami lagi, yang ternyata saya ketemu sendiri dengan TOKOH 
yang NYENTRIK dengan Pemikiran-pemikiran tersebut!!!) di saat saya melakukan 
Sosialisasi dan Edukasi Kegeologian.

Demikian juga saat Kasus Buyat mencuat, selain tim IAGI untuk Buyat; saya 
dicemplungkan ke dalam Tim Gabungan UGM dan ITB untuk Investigasi di sepanjang 
DAS Buyat sampai Teluk Buyat. Hasilnya juga disosialisasikan ke publik dan 
pemda setempat. Ini juga sering mendapat Tantangan dan Resistensi yang tinggi. 

Lebih repot lagi untuk edukasi publik dalam kasus LUSI.  Cerita Geologi kasus 
LUSI ke Geosaintis, ada 100 teori pun dan debat 1000 x, aman-aman saja. Coba 
cerita LUSI itu diberikan ke DPRD, Publik, Pers bilang 100 teori, yang dipegang 
adalah teori yang Bombastis dan Menakutkan!!!. Kalau itu dipegang oleh pajabat 
publik dan politis, mengerikan dampak sosialnya pada publik.

Minggu lalu 4-7 September, meng-Edukasi dan Sosialisasi ke Polda Sumbar tentang 
Konflik antara Tambang Bijih Besi (pengusaha Minang) dan Lahan Kelapa Sawit 
(yang dikuasai oleh pejabat di Jakarta); juga kepada Ninik Mamak pemegang hak 
ulayat lahan yang ada kandungan bijih besi. Cerita Geologi Eksplorasi ke Ninik 
Mamak, ee...disambut dengan Bedil dan Pedang, Pokoknya jika Eksplorasi Tambang 
Bijih di-Police Line oleh Polda, akan dijawab oleh Pedang..!!!. Blaik..., nah.. 
itu kondisi sebagian dari masyarakat yang banyak bersentuhan dengan 
masalah-masalah BUMI, tapi tidak mau tahu bagaimana Perilaku Bumi ini.

Saya sekarang di Aceh untuk men_edukasi dan sosialisasi resiko geologi dan 
kerusakan lingkungan selama rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh. Saya menghadapi 
Birokrat-birokrat dan Dewan, juga para penambang sirtu (pemasok bahan galian 
untuk rekosntruksi Aceh) di Propinsi NAD. Saya semalaman dan sepagi ini rasa 
was-was dan ketir-ketir sebelum saya memberikan Edukasi ke Beliau-beliau. 
Karena Omongan Fakta Geologist itu bisa berdampak : ada yang diuntungkan tapi 
juga ada yang dirugikan. Ntar yang dirugikan, sudah pasti akan 
nggebrak-nggebrak meja, teror sms ke Hp saya dll. Mirip kasus di Buyat, di 
LUSI, urusan Gempa dan Tsunami, urusan Tambang yang Ramah Lingkungan, juga 
urusan 10% IP Blok Cepu. 

Jadi kesimpulan tentang ramainya PEMBERITAAN "oknum IAGI" jadi "calo pembagian 
10% IP Blok Cepu", ini hanya masalah Sulitnya Edukasi dan Sosialisasi. Semakin 
sulit materi geologinya, semakin sulit ditransfer ke bahasa publik dan bahasa 
pejabat atau bahasa politik. Geologist HARUS bicara sesuai DATA dan FAKTA 
(karena itu ilmunya). Tetapi setiap DATA dan FAKTA apapun itu, jika di share ke 
pihak-pihak terkait, YAKINLAH pasti ADA YANG SENANG (merasa diuntungkan dengan 
Data dan Fakta tersebut), tetapi ADA YANG SEDIH (merasa dirugikan dengan Data 
dan Fakta tersebut). Yang "dirugikan", pastilah akan membuat ULAH...dan... yang 
meng-advise materi kegeologian-lah yang akan jadi oknum. Repot kan...., mau 
coba..
Mohon maaf...mari kita KUATKAN organisasi IAGI. Siapa lagi yang akan 
membesarkan IAGI, kalau bukan kita-kita ini.
Semoga IAGI tetap TENANG, TABAH, TAWWAKAL, dan Tetap ISTIQOMAH dalam 
menjalankan track organisasinya....

Salam dari Aceh
Agus Hendratno (Geologi UGM / Pengda IAGI DIY-Jateng)

basuki puspoputro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kesaksian
   
  Beberapa bulan yang lalu saya diminta oleh salah satu perusahaan/instansi 
yang terkait dengan PI 10% Cepu (tidak langsung) untuk memberikan masukan 
apakah perhitungan dan rekomendasi yang dibuat/diajukan oleh IAGI itu valid dan 
dapat diterima.
  Berdasar kajian saya simpulkan bahwa perhitungan yang dibuat oleh IAGI 
tersebut tidak menyalahi kaidah perminyakan yang berlaku dan pemikiran 
penalaran sehingga dapat diterima selama data masukan dianggap benar.
   
  Sewaktu saya klarifikasi dengan ADB beliau menyatakan bahwa perhitungan dan 
rekomendasi tersebut dibuat oleh banyak kawan-kawan IAGI, artinya ADB tidak 
mengklaim bahwa itu hasil kerja beliau.
   
  Sampai disini dapat saya katakan bahwa ADB telah membawakan nama IAGI dengan 
baik untuk menjadi referensi terpercaya bagi mereka yang terlibat urusan PI 10%.
   
  Seandainya ADB disebut sebagai "oknum" oleh seseorang/badan hanya karena 
membawakan suara IAGI tersebut di atas, saya sampaikan kepada ADB agar jangan 
kecil hati, semakin tinggi pohon semakin kuat diterpa angin.
   
  Demikian kesaksian saya untuk diketahui teman-teman.
   
  Salam,
  Yangkung

Ariadi Subandrio  wrote:
  Sedikit klarifikasi untuk Pak Yanto Sumantri :
Hasil perhitungan IAGI bukanlah pemikiran ADB, tetapi pemikiran IAGI yang 
dilakukan oleh TIM IAGI (sekitar 12 orang anggota + beberapa narasumber + 
support penuh dari anggota) pada kisaran tahun 2005. Hasil pemikiran IAGI 
disuarakan oleh Ketua IAGI yang waktu itu dijabat oleh ADB dan banyak diterima 
dengan senang hati oleh semua pihak, termasuk Pemkab Bojonegoro. Kalau sekarang 
Pemkab Bojonegoro "ngacir", itu masalah lain. Hasil Pemikiran IAGI dilakukan 
melalui proses pengerjaan yang seratus persen voluntir, tanpa mengambil 
keuntungan sepeser pun. Sampai akhir kepengurusan ADB, usulan IAGI untuk PI 10% 
blok Cepu sudah dituangkan secara resmi diantara para pihak. Terimakasih. 

Tentang pemberitaan OKNUM IAGI, mari kita menunggu klarifikasi/investigasi 
PP-IAGI.

Salam,
ar-.
(mantan anggota tim......


[EMAIL PROTECTED] wrote:
>

Pak Is,

Terima kasih , atas informasin-nya.
Perihal tuduhan ini , harus diklarifikasi , karena kalau tidak salah
perhitungan IAGI seperti yang disebutkan diatas adalah pemikiran ADB,
sebagai institusi yang resmi menyandang nama IAGI.
Tentu-nya berdasarkan data saat ini dan perhitungan yang sesuai standar
perminyakan.
Si-Abah



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1ยข/min.

Kirim email ke