Mas Awang,
Berapa elevasi Situs Batujaya sekarang ? (bukan elevasi permukaan
tanahnya lho).  
Kenapa kerajaan di tinggalkan ? Mungkin karena pantainya pindah ke lebih
utara, ke lebih muara Citarum.

Itunganku, pada th 400'an itu, muka lautnya 20 m diatas muka laut
sekarang. Kalau saja, situs Batujaya 20 m di atas muka laut kini, maka
itu di pantai saat dulu pada th 400 itu. Erornya rasanya nih, 5 m saja.

Dataku, paling dingin terkahir kemarin, pada 18000 th lalu, muka laut
100 m lebih rendah dari sekarang, di mana Sumatra-Jawa-Kalimantan
menjadi satu, tanpa di pisahkan laut. Grafik Fungsi SALAM (f), yakni
amplitudo kalender adalah:
        f (th 18000 BC) = 10 su "salam unit" dengan elevasi E = 100 m. 
Kini, f (th 2000 AD)  =  0 su              dengan         E =   0 m. 
Jadi pembesaran       = 100m/10 su = 10 m/su. 

Dan   f (th 400 BC)   = -2 su. 
Ini memperlihatkan elevasi th 400 AD adalah = -2 su x 10 m/su = -20 m. 
Ini berarti muka laut th 400, adalah 20 m di atas muka laut sekarang.
Gampangkan ? 

Sejak th 0, muka laut turun (daratan naik, pantai pindah menjauh pusat
daratan, regresi pada siklus 7 ka). Untuk siklus lebih kecil, juga
amplitudo perubahannya, maka kini, adalah transgresi siklus 700 annum
sejak th 1700 AD,  transgresi pada siklus 70 annum sejak 1982 AD. 

Mau tahu temperatur globalnya, atawa elevasi P Jawa masa Paleogene, atau
mana-mana waktu ? Maunya SALAM bisa kemana-mana aja, Mas Awang, he 7x.

Salam,
Maryanto.

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 19, 2006 9:15 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Situs Batujaya, Rengasdengklok : Penemuan
Arkeologi Terpenting di Asia dalam 50 Tahun Terakhir

Aku sudah masukkan kisah situs ini di Dongeng Geologi, trimakasih pak
Awang atas foto2nya juga.

Saya tertarik mengapa Candi-candi atau kerajaan ini ditinggalkan.
Setelah melihat konstruksi bangunan yg terlihat "utuh" dibanding
rusaknya candi kedulan yg aku tulis sebelumnya. Juga banyaknya
(puluhan) kerang-kerangka yg ditemukan dengan kondisi lengkap dari
kepala tangan dan kaki. Mungkin kuburan massal ?

Saya interpreasi sementara (premature) bahwa Candi ini ditinggalkan
secara perlahan-lahan, mungkin juga karena sedimentasi Citarum (?) yang
relatif berjalan pelan atau karena kalah perang. Mungkin bukan bencana
alam yg katastropik.

silahkan tengok di rovicky.wordpress.com

RDP

On 9/19/06, Deni Rahayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> wah menarik juga ya...soalnya baru kemaren ini saya berdiskusi ringan 
> sama temen2 sesama sunda dan orang2 yang peduli budaya, mengenai 
> hubungan kebudayaan masa lalu jawa barat dengan mentalitas jiwa 
> pemimpin orang sunda -----> karena sadar atau tidak sadar, budaya 
> adalah salah satu faktor yang bisa membentuk karakter bangsa....kapan 
> kumpulnya dooong ? mudah2an bisa....,
> skali2 bidang lain agar bisa membuka wawasan :)
>
> DNR
>
> --- Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Abah,
> >
> >   Penemuan ini sangat penting untuk purbakala Indonesia, apalagi 
> > buat karuhun urang Sunda. Ada yang mengira, bahwa di Batujaya 
> > jangan2 pusat Kerajaan Tarumanegara (negara di sisi Citarum ?) - 
> > soalnya Batujaya persis di sisi Citarum.
> >
> >   Kalau ada yang berminat berkumpul, boleh juga tuh 'Bah. Nanti saya

> > kumpulkan bahan2nya buat bahan bicara. Kalau ada yang bisa 
> > kontribusi peta2 garis pantai lama daerah Karawang akan sangat baik 
> > untuk merekonstruksi situs ini. Pak Wahyu Budi Satyawan dari LON 
> > biasanya punya.
> >
> >   salam,
> >   awang
> >
> > [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >   Rekan rekan
> >
> > Sangat menarik sangat menarik !!!!!!
> > Kalau kita kumpul , Awang yang jadi "pembicara" buat yang berminat.
> > Bahan-nya ? kUMPUL makan siang , beli makn sendiri sendiri KECUALI 
> > Pak Ketum berfikiran lain ???). Ekh ngawur !!!!
> > Kita minta Metro cd dari acara tersebut , mungkin lewat IAGI lebih 
> > mudah, nah kita nonton , kemudian yang punya "pengetahuan"
> > dan siapapun yang
> > berminat .
> > Saya tidak sempat nonton , ada undangan kawinan, padahal sudah dari 
> > beberapa hari sebelumnya niat nonton.
> > Bagaimana Set IAGI , bisa kaaaan.




---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke