saya kemarin nonton habis acara di Metro-TV, Pak Kardaya, Mas Edy Sunardi, juga Pak Sarwono, dan Pak Rudi (via Telpon). Sebetulnya diskusi tersebut sangat menarik, jika terus ada KEPUTUSAN POLITIK untuk dilaksanakan. Betul kata Pak Lutfi : yang menguasai masalah, ternyata tidak berwenang; yang berwenang, tidak menguasai masalah. Saya dengar, isu (Brantas Lapindo / artinya memberantas lapindo di jatim....) di masyarakat Porong sudah sangat miris, apalagi tanggul terus jebol. Yac..wajar, lha tumpukan sirtu saja, sekalipun ada geotekstil tetap saja ndak mampu. Buat permanen tanggulnya, butuh waktu lamaaaaa sekali. Sayang, pers sudah mengambil terminologi : Lumpur Lapindo; sekalipun Lapindo tetap bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan untuk penanganannya, tapi mengapa tdk memakai terminologi Lumpur Porong/ LUSI saja.
Semoga ada hasil yang signifikan untuk mengatasi kompleksitas dari kejadian LUSI. Salam - Agus Hendratno --- Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kayaknya yang bakal tetap dimarahi adalah Lapindo > soalnya orang-orang hanya tahu ini "lumpur Lapindo" > di media2 kan selalu disebut begitu. Atau kalau KLH > dan Pemerintah dimarahi, ya gampang saja mereka > kemudian akan memarahi Lapindo. "Tutup Lapindo", > begitu kata Rachmat Witoelar di awal kejadian > musibah ini. > > Maka, Lapindo lagi Lapindo lagi ...(BPMIGAS juga > dimarahi, kenapa sih sumur itu disetujui ?). Lo, > kalau ada satu perusahaan minyak yang ingin > mengeksplorasi migas lebih dalam, daripada main di > dangkal saja, lalu secara teknis dan anggaran > memenuhi syarat, apa alasannya tidak disetujui ? > > salam, > awang > > > Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > Kalo lumpur diijinkan dibuang kelaut yg dimarahi > oleh LSM sama masyarakat > pesisir pantai adalah pemerintah alias KLH alias > Rahmat Witoelar > Kalo lumpur menggenangi warga yg jadi sasaran > kemarahan adalah Lapindo > > pilih mana coba? > > wassalam, > pr > > At 06:18 AM 9/20/2006 +0700, you wrote: > >Rahmat Witular memang berani menganggung kemarahan > rakyat dan dosa > >dengan menjalani resiko kalau sudah bahaya baru > boleh dibuang kelaut. > >Beliau sama saja berpendapat bahwa lingkungan biota > laut masih lebih > >tinggi tingkatnya dibandingkan "lingkungan, > kehidupan Manusia". > >Mudah-mudahan dia mendapat pencerahan. > > > >Yanto Salim > > > >-----Original Message----- > >From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] > >Sent: Tuesday, September 19, 2006 10:01 PM > >To: [email protected] > >Subject: Re: [iagi-net-l] Dialog Special Metro TV > > > >Pak Kardaya (BPMIGAS), Pak Edy Sunardi (IAGI), Pak > Sarwono Kusumaatmadja > >(DPD RI) dan Pak Rudy Rubiandini (ITB, via telpon) > dipandu oleh Frida > >Lidwina terlibat dalam dialog tersebut. > > > > Ada dua pendapat asal semburan ini : underground > blow out-UBO (banyak > >diikuti para petroleum engineers) dan mud volcano > eruption (banyak > >diikuti para geologists). Kalau UBO harapannya bisa > diatasi oleh 3 > >relief well, kalau mud volcano eruption tak akan > bisa diatasi dengan > >relief well, alamiah saja berhentinya. > > > > Ketiga narasumber terkesan setuju lumpur dibuang > ke laut saja, tokh > >bukan limbah, bukan B3, dan lumpur itu masih satu > habitat dengan laut di > >Selat Madura, hanya beda umur. Pak Sarwono seperti > biasa dengan tegas > >bilang selamatkan dulu penduduk, baru lingkungan, > kalau ada dampak baru > >diatasi. Ini keadaan darurat, tak bisa diberlakukan > prosedur KLH yang > >normal.Kata Pak Kardaya, relief well akan bekerja > dengan baik kalau tak > >ada serangan lumpur lagi ke titik2 bor relief well. > Kalau lagi ngebor > >tiba2 lokasinya dibanjiri lumpur, ya tentu gak akan > selesai2 ngebornya. > > > > Tapi, Pak Rachmat Witoelar, menteri KLH, bilang > lumpur boleh dibuang > >ke laut kalau statusnya sudah bahaya. Selama masih > darurat tak boleh. > >Dan, Pemerintah mau bikin tanggul permanen > mengelilingi ratusan hektar > >wilayah Banjar Panji, wah berapa lama tuh > ngebangunnya ? > > > > Di Azerbaijan sana, tempat paling banyak gunung > lumpurnya di dunia, > >lumpur panas ini dijadikan tempat2 spa, sumber air > panas, gas alam > >(metan biogenik), dan lumpurnya dijadikan > batu-bata. Itu sudah lama > >terjadi, berarti lumpur itu aman-aman saja > kelihatannya. > > > > Dua bulan dari sekarang, kalau lancar, kita akan > lihat apakah relief > >wells bisa membendung Lusi ? > > > > salam, > > awang > > > >iagisek wrote: > > INFORMASI : > > > >Pada Hari ini , tanggal 19 September 2006, Jam > 20.30 di Metro TV akan > >ditayangkan acara DIALOG SPECIAL METRO TV antara Ka > BPMIGAS, Ketua PAH2 > >DPD-RI, wakil IAGI & ITB, Topik Penanganan Semburan > Lumpur Sidoarjo. > > > > > >Salam, > >Sekretariat Pusat IAGI > > > > > > > >--------------------------------- > >Do you Yahoo!? > > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! > Mail. > > > >--------------------------------------------------------------------- > >----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > >----- Call For Papers until 26 May 2006 > >----- Submit to: > [EMAIL PROTECTED] > >--------------------------------------------------------------------- > >To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >No. Rek: 123 0085005314 > >Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > >Bank BCA KCP. Manara Mulia > >No. Rekening: 255-1088580 > >A/n: Shinta Damayanti > >IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > >--------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

