Hmm, ini menarik pak Is. Kenapa kita tidak meng-efisiensikan PLTA ? Wah, airnya habisa karena hutannya habis, lha ini kan tanggung jawabnya Dephut tho? Kenapa ndak pakai saja Dana Reboisasi? Walah, diparkir di LN dananya...ya nguber Depkeu tho? Kalau pakai geothermal? Weleh, kemaren saat bid di project geothermal-nya ex unocal di Sumut, ada statement, owner estimate-nya (PLN lho) untuk harga jual per kWh maksimum US$ 0.04. Lha, kalau gitu, angka yang Rp 2000 kan bathine pasti akeh banget tho? Gas turbin aja "cuma" sekitar US$ 0.07 je. Diluar biaya distribusi lho...apa iya biaya distribusinya yang menjadikan cost tersebut "njenggirat"? BSM
-----Original Message----- From: Ismail Zaini [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 03, 2006 3:30 PM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] LUSI VS LISTRIK Kasus Lusi ini mirip dg kasus Listrik , karena sudah sama sama darurat maka Presiden mengeluarkan Kepresnya dan membentuk "Timnas" untuk menaggulanginya . Keduanya berhubungan dg sebab akibat minyak , yang satu ada hubungannya "mendaptkan" minyak , yang satu berhubungan dg "menghabiskan" minyak ( membakar BBM ) , kalau beberaqpa hari lalu sidang kabinet kasus Lusi , hari ini gantian sidang kabinetnya masalah listrik tsb. Disamping sering byar pet , ternyata listrik kita itu boros akan BBM ( dari kapasitas 25.000 lebih MW , 41 % nya minum BBM ), dg harga BBm yang melangit ini maka akibatnya biaya per Kwh tinggi sekali ( > 2000 Rp/Kwh) padahal jualan nya ke kita kita ini "cuma" 500 Rp/Kwh ( akibatnya subsidinya semakin besar). Ditengah kepanikan kepanikan tsb maka lahirlah Timnas Listrik ( seperti halnya Timnas Lusi ) untuk mempercepat pembanguanan PLTU batubara untuk menggatikan BBM dalam tempo yang sesingkat singkatnya ( 2 tahun selesai dg 10.000 MW) dimana 80 % nya ada di Jawa ini, Lha jangan heran ditahun 2009 nanti Jawa kan kebanjiran batubara ( 30 an juta ton ). Padahal setiap MWh batubara akan dihasilkan hampir 1 ton emisi gas CO2, maka kalau ada !0.000 MW maka 80% x 10.000 x 24 x 0,9 ton =...............ton CO 2 akan berterbangan di atas Jawa ini.setiap harinya...........Sebetulnya ada yang lebih "ramah" dikit yaitru Gas , cuma kelihatannya pemerintah tidak sabar , karena banyak permasalahan di Gas ini untuk Listrik terutama di Jawa ini , apalgi nunggu Geothermal yang rodo mbulet mbulet lagi pasti lebih tidak sabar , padahal kandungan C) nya hampir tidak ada. Apa semua persolaan dinegeri harus dicarikan solusinya setelah dalam kondisi krisis ya....... embuh ora weruh.. Iseng iseng sekedar nunggu buka puasa.......... Ism --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id ----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days ----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted ----- by 6 October 2006 to: ----- [EMAIL PROTECTED] AND [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

