Gempa Aceh 8,9 skala richter ternyata ngak apa-apa tuh, buat Arun Project
dipantai utara Sumatra yang dirancang mampu bertahan pada gempa 10 skala
richter. Mungkin bisa kita analogikan di Watu Jepara.
Sewaktu gempa Nias 8,2 juga terasa secara fisik di Riau, air bak malah
tumpah karena bergoncang, kabel listrik berayun-ayun, bahkan Rig drilling 3
joint pun seperti pohon kelapa ditiup angin.
Serem mana PLTN ya dengan zat pewarna, formalin, pemanis dll dsb.
Kecelakaan pesawat mungkin satu dalam seribu, tapi kecelakaan di jalan
raya setiap jam ???.
Sewaktu kita bepergian mungkin 99% keselamatan kita serahkan pada alat /
operator, dan mungkin hanya sekitar1 % tawakaltu kita didalamnya. Dan
terahkir sudah tentu yang paling memengang peran.
HF
----- Original Message -----
From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, October 13, 2006 10:39 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [IndoEnergy] Harga Diri yang Belum Mati
Lokasi yang sudah dipilih untuk PLTN ( termasuk pertimbangan segi
Geologinya ) di daerah Ujung Watu Jepara dan di Madura. Media kemarin
memberitakan kalau Gorontalo juga akan berencana membangun PLTN, Dari
adanya beberapa Gempa yang melanda Gorontalo beberapa waktu lalu , apakah
hal ini Tidak membahayakan kalau mau dibangun PLTN , Kira kira dari segi
Geologi ketiga daerah tsb , mana yang paling aman ya . Adanya Gempa Jogya
dulu juga sempat dirasakan didaerah Kudus/Jepara , nah apakah Hasil Kajian
tentang kegempaan untuk PLTN di Jepara perlu dilakukan evaluasi lagi dg
adanya Gempa Jogya kemarin.( kayaknya dulu belum mempertimbangkan akan
adanya Gempa jogya yang besar tsb ) atau mungkin juga perlu
dipertimbangkan adanaya Lumpur Panas ( siapa tahu Jedul juga disini kan
jaraknya relatif dekat dari Kuwu Porwodadi )
Memang Problem Energi ini kelihatannya akan selalu menghantui ( Hari ini
listrik di Jakarta dibeberapa tempat padam gara gara cuma Tanker BBM telat
masuk ) Ternyata beberapa PLTU jg semula didesain dg Gas ternyta karena
Gas nya tidak ada akhirnya kembali lagi ke BBM ( dual feul), Kok sulit
amat ya mengurangi ketergantungan dg Minyak (BBM). Padahal Kebijakan
Energi sudah mulai dibuat sejak tahun 80 an dg yang disebut KUBE sampai
sekarang dengan KEN nya , tapi kok yo Tidak Bijak -Bijak
ISM
Subject: [iagi-net-l] Re: [IndoEnergy] Harga Diri yang Belum Mati
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days
----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted
----- by 6 October 2006 to:
----- [EMAIL PROTECTED] AND [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------