Salah satu kelemahan dalam PSC di Indonesia adalah terlalu lemahnya
"aturan". Banyak sekali item-item yg seolah-olah negotiable. Yang
sederhana, lagi-lagi membandingkan dengan Malaysia (lah wong aku cuman
punya referensi ini je, sorri dulu), yaitu  membandingkan draft
kontrak PSC antara Indonesia dan Malaysia.

Ngga usah masuk terlalu jauh deh, lihat saja bab "definition" yang ada
pada lembar-lembar halaman depan. Dalam draft PSC indonesia, hanya
memuat mungkin 5 (yang jelas kurang dari 10 hal). Artinya sesuatu yg
didefinisikan detil sebelum memasukan isi inti kontrak hanya 5-10
halaman. Sedangkan draft kontrak PSC di Malaysia ini bab definisi di
awal lembaran bisa memerlukan 30 halaman. hal-hal kecil sudah
didfinisikan lebih dahulu.

Yang ditulis di detik sebagai "permintaan aneh-aneh" ini sebenenernya
bisa dicegah seandainya segala sesuatu didefinisikan dengan tegas
diawal perjanjian kontrak PSC. Sehingga proses negosiasi selama
operasi (menjalankan kontrak) tidak banyak menyita waktu. Jadi memang
ada baiknya kontrak dipersiapkan sangat mateng diawal untuk
mempermudah pengawasan selanjutnya.

Rasanya ditjen MIGAS yang bertugas menjual block ini harus
ditingkatkan. Memang yg lebih enak nantinya BPMIGAS sebagai
pengawasnya, ya.

sekedar uneg2 ... ga apapa kan ?

RDP
---------- Forwarded message ----------
From: Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Oct 18, 2006 12:06 PM
Subject: [iagi-net-l] insentif vs increment?
To: [email protected]


Insentif Mau, Dongkrak Produksi Minyak OgahMaryadi - detikcom

Jakarta - Produksi minyak Indonesia dalam setahun ini terus mengalami
penurunan signifikan. Kendati berbagai insentif telah diberikan
pemerintah kepada para Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Kontrak
Production Sharing (KPS), tetap saja produksi minyak Indonesia terus
menurun.

Bahkan banyak KPS yang meminta insentif aneh-aneh dengan alasan untuk
meningkatkan produksi. Kalau begini, target produksi sebesar 1,050
juta barel per hari dalam APBN pun tidak mungkin lagi terealisasi.

Berdasarkan data Dirjen Migas, produksi minyak sejumlah KPS yang masuk
dalam The Big Ten tidak mampu terdongkrak ke dalam level yang
ditargetkan sebelumnya. Bahkan dalam kurun waktu hampir setahun ini
jumlah produksi terus menurun tajam.

Tengok saja produksi minyak PetroChina yang pada Januari lalu mencapai
52.683 barel per hari. Setelah itu produksi terus konstan, namun
akhirnya pada Agustus lalu langsung melorot hampir 50 persennya
menjadi 35.809 barel per hari.

Hal ini juga terjadi pada BP yang pada Januari mampu berproduksi
27.883 barel per hari dan terus konstan hingga memasuki bulan Juli
yang mencapai 26.969 barel per hari. Akan tetapi pada produksi Agustus
langsung terjun bebas ke angka 13.027 barel per hari.

Para KPS pun tak berani menetapkan target yang muluk-muluk untuk
produksi minyaknya. Contohnya Vico yang pada 2007 memproyeksikan
produksi minyaknya sebesar 7.600 barel per hari lalu menurun menjadi
6.707 barel per hari pada 2008. Kecenderungan yang menurun juga masih
akan terjadi sampai dengan 2012 pada saat produksi minyak (di luar
kondensat) Vico tinggal 2.444 barel per hari.

Chevron yang saat ini masih menjadi produsen minyak terbesar di
Indonesia juga menyatakan tidak akan mampu meningkatkan produksi lagi.
Produksi minyak Chevron saat ini sekitar 447.000 barel per hari.
Chevron pun hanya mampu mempertahankan penurunan produksinya.

Wakil Direktur Chevron Indonesia Bidang Pelayanan Bisnis, Bambang
Haryanto mengungkapkan dengan kondisi saat ini pihaknya hanya bisa
menekan laju penurunan produksi selama beberapa tahun ke depan. Tahun
depan, tingkat penurunan produksi Chevron ditargetkan melambat dari 8
persen tahun ini menjadi 6-7 persen pada 2007 melalui investasi hingga
US$ 400 juta.

Terus menurunnya produksi minyak membuat pemerintah gerah. Pemerintah
pun menantang para KPS untuk meningkatkan produksi minyaknya, malah
pemerintah menawarkan insentif apa yang bakal diminta oleh para KPS.
"Silakan anda meminta insentif apa, kami akan berikan asal bisa
meningkatkan produksi," ujarnya.

Justru tantangan pemerintah itu membuat para KPS sedikit 'manja'.
Permintaan mereka pun mulai aneh-aneh, tapi toh tetap saja produksi
tak juga terdongkrak naik.
Hal itu diungkapkan oleh Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas
(BP Migas). Menurut BP Migas, banyak KKS yang meminta insentif
aneh-aneh untuk meningkatkan produksinya.
"Mereka meminta perlakukan khusus, kalau ini dikabulkan repot. Banyak
permintaan aneh-aneh dari KKS," kata Deputi Perencanaan BP Migas Ahmad
Luthfi.
Permintaan yang aneh-aneh itu antara lain, adalah KKS minta insentif
agar bisa membeli barang tanpa tender. "BP Migas meminta agar KKS
bekerja sesuai dengan POD yang sudah ditandatangani," ujarnya.

Dirjen Migas Luluk Sumiarso pun tampak bingung dengan angka penurunan
produksi minyak yang terus menurun tajam,. "Saya tidak tahu kenapa ini
bisa terjadi," tanya Luluk.
Namun begitu pemerintah tetap optimis akan tetap mampu meningkatkan
produksi minyak hingga sesuai yang ditargetkan dalam APBN sebesar
1,050 juta barel per hari. Syukur-syukur target pada tahun 2008 bisa
menjadi 1,5 juta barel per hari. Optimis boleh saja, tapi....(mar/asy)
Baca juga:


--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
-----  60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days
-----  To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted
----- by 6 October 2006 to: ----- [EMAIL PROTECTED] AND [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke