Memang usulan ilmuwan Rusia ini berbeda dengan yang selama ini dianut oleh
teman-teman perminyakan. Tentu usulan ini belum tentu benar. Kita harus
hati-hati menanggapinya. Masih harus di elaborasikan lebih mendalam. Kalau
usulan ini di presentasikan di hadapan pejabat tinggi, hendaknya
diikutsertakan para ahli kita(perminyakan, geologist, mining engineer) yang
sesuai. Menurut harian KOMPAS hari ini (27/10) "Lumpur Usai Desember". Kalau
kita sudah yakin bahwa "statement" ini akan nyata, kita tidak boleh
terpengaruh akan pikiran solusi yang lain.
M. Untung
----- Original Message -----
From: "Franciscus B Sinartio" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, October 26, 2006 1:18 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur
mudah2an ramah lingkungan, dan tidak menjadi seal dari reservoir yang
lain.
fbs
----- Original Message ----
From: M. Nur Heriawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 26, 2006 12:11:29 PM
Subject: [iagi-net-l] Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur
Saya kopikan berita dari kompas online hari ini.
Metode yang diusulkan cukup unik. Biaya proyeknya 1/2
juta US$, kalau berhasil. Kita lihat saja apakah Mr.
Pavel ini akan mampu menghentikan kegenitan si Lusi.
Maaf kalau ada x-posting atau bagi yang sudah baca.
---------------------------------------------------
Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur
JAKARTA, KOMPAS - Pavel V Korol (49), ilmuwan dan
praktisi pertambangan asal Rusia, telah mengajukan
proposal ke sejumlah kementerian di Indonesia untuk
menghentikan semburan air dan lumpur di Sidoarjo, Jawa
Timur.
Pavel, Minggu malam lalu di Jakarta menegaskan, 90
persen risiko akan ditanggungnya. Pemerintah Indonesia
tidak perlu membayarnya jika teknologi yang ditawarkan
itu gagal mematikan semburan lumpur yang telah
menenggelamkan empat desa, dan mengakibatkan sekitar
12.000 jiwa harus mengungsi itu.
"Terus-terang sekarang ini persoalannya seperti
persoalan politik bukan? Kalau tidak diambil sampai
kapan masyarakat di sana akan terus menderita? Karena
itu saya mengajukan proposal ini. No cure no pay!
(kalau tidak selesai masalahnya tidak perlu bayar),"
kata Pavel menegaskan kepada Kompas bahwa ia sangat
serius dengan tawaran teknologinya.
Ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Rusia,
Susanto Pudjomartono, dan Irzal Chaniago, Presiden
Asosisasi Teknologi Adiguna Rusia-Indonesia (Astari).
Secara khusus, Pavel juga sudah meninjau sejumlah
lokasi semburan lumpur di Sidoarjo pekan lalu.
Tiga teori
Ia menjelaskan tiga hal mendasar dari teknologi yang
ditawarkannya. Pertama ia tidak sependapat bahwa
kejadian semburan lumpur di Sidoarjo sebagai bagian
dari aktivitas gunung lumpur atau mud volcano yang
umumnya diterima publik.
Karena itu, semburan lumpur itu masih mungkin
dikendalikan, dan dimatikan alirannya. Masalah seperti
itu, adalah kajadian atau kasus yang tidak luar biasa.
"Tetapi kalau terus dibiarkan, sudah jelas risikonya,
yaitu makin banyak orang menderita, dan mungkin ia
akan menjadi mud vulcano," kata Pavel.
Kedua, teknologi yang ditawarkannya adalah gabungan
penggunanaan tekanan yang sangat besar (sekiar 1.000
atmosphere/ATM), dan teknologi "selubung payung". Jika
selama ini teknologi tekanan besar digunakan justru
untuk "memompa" kandungan bumi seperti minyak dan gas,
tekanan udara yang digunakannya justru untuk
menghentikan semburan air dan lumpur tadi ke atas.
Sedangkan yang dimaksud selubung payung (dia
menyebutnya teknologi umbrella), adalah
lapisan-lapisan selubung dari bahan polimer pada
radius tertentu mengelilingi atau di sekitar
lubang-lubang semburan lumpur. Zat polimer, diketahui
merupakan "adonan" yang akan berubah menjadi keras
menyerupai karet pada saat kering. Tentu saja,
"lapisan" atau "konstruksi" payung itu letaknya di
kedalaman tertentu, sekitar 3.000 kaki.
Kalau aliran lumpur tidak tertutup juga, maka akan
dibuat payung kedua, ketiga, dan seterusnya pada
kedalaman dan lokasi berbeda. Tujuannya untuk menutup
rekahan-rekahan batuan/lapisan tanah yang sudah
menjadi aliran lumpur atau yang belum jadi "jalan"
aliran lumpur.
Langkah pembuatan payung dimulai dengan membuat
jendela (bukaan) masing-masing 3.000 kaki, mengebor
lajur tepi (sidetrack), hingga 3.500 kaki, memasang
cashing, masing-masing 3.500 kaki, mengebor bagian
lateral (menyamping) sepanjang 500 meter ke depan,
meretakkan/memecahkan batuan secara hidrolik dan
mengisinya dengan "semen" dari polimer tadi.
Pada saat seluruh "radius" ledakan/rembesan lumpur
sudah terkendali oleh payung polimer, pada saat itulah
lubang semburan yang utama mulai ditangani dengan
menutupnya dengan hydro-packing bertekanan besar,
serta polimer.
"Teknologi yang ditawarkan ini menggunakan cara
berpikir tebalik. Dia justru menggunakan hydro packing
dan tekanan tinggi menahan semburan dari dalam," kata
Irzal menambahkan.
Pembiayaan
Pavel menjelaskan, proposal itu telah diajukannya ke
depan staf ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH)
Rachmat Witoelar, dan staf ahli Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pekan lalu.
"Proposal ini pada dasarnya 90 persen risiko pada
saya. Nilai 90 persen itu dibayar jika pekerjaan
selesai, dan lumpur mati," katanya.
Sedangkan 10 persen yang harus disediakan pemerintah
atau Lapindo, sepenuhnya hanya untuk mendatangkan
peralatan, dan SDM yang menangani teknologi. Belum
termasuk fee untuk Pavel dan timnya.
Nilai 10 persen sebagai uang muka itu, jumlahnya
sekitar 50.000 dollar AS. "Tidak besar, dibanding
jumlah yang telah dikeluarkan Lapindo tiap hari,"
katanya.
Kedatangan Pavel ke Indonesia, diakui oleh Susanto
Pudjomartono atas inisitifnya. Ilmuwan yang malang
melintang di berbagai perusahaan pertambangan Kanada,
AS, Siberia, Kazakstan, maupun Kamzatka itu,
sebelumnya bertemu dengan mantan Dubes Indonesia untuk
Rusia Rachmat Witoelar. Lalu Witoelar dan Susanto
sepakat, untuk memperkenalkan Pavel membantu mengatasi
semburan lumpur.
"Apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan. Ini demi
bangsa kita yang terus menderita akibat bencana lumpur
ini. Apalagi Bapak Presiden akan berkunjung ke Rusia
30 November-1 Desember nanti," kata Susanto.
Irzal mendukung langkah Susanto, karena tawaran Pavel
merupakan bagian dari alih teknologi antarkedua
bangsa. (HRD)
----------------------------------------------------
Salam,
---------------
M. Nur Heriawan
Lab. of Applied Geosciences & Tech.
Kumamoto Univ., Japan
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days
----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted
----- by 6 October 2006 to:
----- [EMAIL PROTECTED] AND
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days
----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted
----- by 6 October 2006 to:
----- [EMAIL PROTECTED] AND
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days
----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted
----- by 6 October 2006 to:
----- [EMAIL PROTECTED] AND [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------