Pak Bambang,

Deep lacustrine SR yang diendapkan di poros syn-rift memang sudah
jaminan mutu dan volumetrik buat generasi minyak yang bagus dan dalam
jumlah besar, tetapi itu bukan satu-satunya.

Di Indonesia Timur, cukup banyak marine SR yang dibentuk di luar sistem
synrift tetapi juga tak kalah volumetriknya. Minyak2 di Salawati dan
Sulawesi Timur berasal dari marine marlstone SR yang mengandung kerogen
tipe II/III dan diendapkan di kondisi sub-oxic, ekivalen dengan Klasafet
Formation (Late Miocene). SR ini telah mengisi semua minyak di lapangan2
besar seperti Walio dan Kasim.

Atau, kita tengok lapangan minyak di Seram (Bula, East Nief, Oseil), uji
geokimia pada minyaknya menunjukkan bahwa SR minyak2 ini adalah
Triassic-Jurassic marine carbonate SR yang mengandung kerogen tipe II
dan diendapkan di lingkungan anoxic (anoxic tak mesti di dalam synrift,
bisa saja ia hanya terhalang barrier di suatui laguna). Bukti umur
Mesozoik dinyatakan oleh tak hadirnya oleanane, pristine/phytnane
rendah, dan C26 24-nordiacholestane.

Di Timor pun ada beberapa rembesan yang menunjukkan bahwa SR-nya adalah
terrigeneous-influenced marine carbonate SR yang diendapkan di
lingkungan lebih oxic dan mengandung tipe kerogen II/III.

Kujung III shales mestinya bukan marine, tetapi ia lebih terrestrial
sebab kelompok batuan ini diendapkan sesaat setelah mid-Oligocene
unconformity (Rupelian to Chattian stages) yang besar (walaupun
singkat)mengangkat banyak tempat di dunia, termasuk Jawa Timur. Baru
masuk ke Kujung II apalagi Kujung I semuanya marine transgressive
sequences.

Deep-water Lombok North (Bali Basin) mungkin saja punya marine SR,
tetapi kelihatannya ia lebih punya debris2 SR klastik dari paparan
utaranya (timur Kangean) yang dierosi saat lowstand, hanya apakah
paparan sempat tersingkap saat lowstand itu jadi pertanyaan sendiri
sebab model deltaic shales/coals seperti di Kutei Basin yang diendapkan
ulang di deep-water Makassar Strait kelihatannya tak bisa diaplikasikan
di Lombok North. Harapannya ada ekor RMKS
(Rembang-Madura-Kangean-Sakala) zone yang masih terangkat di timur
Kangean yang kemudian bisa jadi provenance SR ke Lombok North.

East Natuna, karbonat Terumbu yang hanya jadi reservoirnya, dan mungkin
bertanggung-jawab buat tingginya CO2 di East Natuna (natuna D-Alpha/L
structure) kalau ada reservoir karbonat yang masuk ke overmature window
di depocenter East Natuna. Tetapi kelihatannya gas-nya tetap dari SR
terrestrial di synrift pre-Gabus.

Maka, sejauh ini, saya pikir, contoh marine SR (karbonat dan
asosiasinya) di Indonesia hanya ditampilkan di Indonesia Timur.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, November 06, 2006 10:46 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Source Rock & Petroleum System

Wah, gara-gara ngeliat sidang-nya saddam, aku koq jadi melenceng melihat
petroleum system lapangan-lapangan di sebelah barat Zagros folding
system, yang memanjang mulai dari Iran di sebelah selatan, trus ke utara
hingga ke Kirkuk - Mossul, Ain Zalah, dst. 

Yang menarik, source rock-nya disebutkan berasal dari Lower-Middle
Cretaceous BASINAL RADIOLARIAN MARLS/SHALES. 

Wuihh, ini menarik, karena selama ini  aku senantiasa "berpatokan" kalau
kitchen yang efektif  "musti" berasal dari lacustrine deposit, pada
syn-rift section. Yah, ada juga anomaly di Kutei yang bilang
intraformational fluvio deltaic coal di Balikpapan, tetapi ini karena
sedimennya tebel banget. Di case Ain Zalah-Butmah (sekitar 1 MMMBO lho,
sekelas-nya Banyu Urip tuh), reservoirnya ndak aneh, Middle Cretaceous
Neritic Limestone, fractured, sealnya Upper Cretacesous- Tertiary
Globigerina marls. Jadi, semua system tersebut berasal dari marine.

Kira-kira ada kesebandingannya di Indonesia ndak ya? Kali di Indonesia
bagian Timur ? Deep water Lombok North? East Natuna? Barangkali Kujung
shale (ini juga marine ya?) bisa juga menjadi source rock? Tapi aneh
juga, kondisi preservasi-nya mungkin harus unik.

BSM

----------------------------------------------------------------------
This e-mail, including any attached files, may contain confidential and
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any
review, use, distribution, or disclosure by others is strictly
prohibited.  If you are not the intended recipient (or authorized to
receive information for the intended recipient), please contact the
sender by reply e-mail and delete all copies of this message.

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke