Pak Ismail,
   
  Saya juga pas menonton acara itu, tetapi bukan 1934 melainkan 1834. 
   
  Bangunan asal Istana Bogor adalah sebuah mansion (rumah besar) yang disebut 
"Buitenzorg" (di luar beban) yang ditujukan sebagai tempat peristirahatan (di 
luar beban) para Gubernur Jenderal Belanda. Mansion ini mulai 
dibangun/ditempati sejak Agustus 1744.  Herman Willem Daendels dan Sir Stamford 
Raffles pernah tinggal di mansion ini.
   
  Lalu, bangunan ini pada tahun 1834 rusak parah oleh gempa yang dipicu erupsi 
gunungapi Salak (tulis sebuah buku). Kemudian, mansion ini dibangun kembali 
pada tahun 1856 menjadi bentuknya seperti sekarang, hanya satu lantai, untuk 
menghindari kerusakan besar kalau digoncang gempa lagi. 
   
  Tetapi, saya cek di buku-buku gunungapi (sayang buku Data Dasar Gunungapi 
Indonesia yang lengkap itu - Kusumadinata, 1979, saya tak punya -silakan dicek 
oleh rekan2 yang memiliki buku tersebut), tak ada tahun 1834 sebagai tahun 
letusan Salak. Letusan Salak didaftar terjadi pada : 1698-99, 1780, 1902-03, 
1919, 1935, 1938. 
   
  Tetapi, semua buku tentang Istana Bogor yang saya cek menyebutkan memang 
tahun 1834 istana ini dirusakkan gempa. Hanya, apakah ini gempa volkanik (tahun 
letusan tak ada yang cocok) atau tektonik (ini belum sempat saya lacak datanya) 
tak diketahui dengan pasti. 
   
  Bogor ada di kaki timurlaut Gunung Salak, apakah gempa volkanik bisa 
meruntuhkan bangunan mansion Belanda yang terkenal kokoh itu ? Rasanya sulit 
dimengerti, apalagi tipe letusan Salak selalu freatik tak model Plinian seperti 
Krakatau -yang goncangannya bisa besar. Mungkin, mansion itu runtuh oleh gempa 
tektonik. Hanya, harus dicari histori gempa 1834 itu dan efeknya ke kota Bogor. 
Mungkin BMG punya datanya, hanya tak ada modul di website-nya untuk masuk ke 
data histori.
   
  Itu dulu pak Ismail, semoga ada rekan lain yang mau menambahkan.
   
  salam,
  awang

ismail zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Saat ini semua perhatian ke istana 
Bogor , pada minggu sore di TV 7 dibahas 
tentang istana Bogor ini , salah satunya dinyatakan kalau tidak salah dengar 
bahwa istana Bogor pada mulanya dibangun 3 tingkat , namun setelah adanya 
kerusakan akibat letusan gunung Salak dan juga Gempa bumi 1934 maka istana 
Bogor direnov menjadi seperti sekarang ini.( Tidak bertingkat ? )
Kalau memang ini benar , berarti letusan maupun Gempa tsb ( apakah 
kejadiannya bersamaan atau berselang tidak ada penjelasan ) cukup besar , 
sehingga bisa merusak bangunan istana yang notabene cukup kuat. Mungkin ada 
yang bisa beri pencerahannya , kok belum pernah dengar masalah ini.
( sekalian kita lihat nanti apakah santetnya Gendeng Pamungkas mempan 
menghadapi pasukan santetnya si
Bush , kalau Akang Ridwan saya yakin bisa lolos masuk istana Bogor dan 
tdk akan mempan dg persantetan )

ISM



---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



 
---------------------------------
Sponsored Link

Degrees online in as fast as 1 Yr - MBA, Bachelor's, Master's, Associate - 
Click now to apply

Kirim email ke