Sumur Barambai, Semburan di Barambai Kalimantan Selatan
Seperti biasa peta dan gambar ada di http://rovicky.wordpress.com

Ditulis oleh Rovicky on Desember 9th, 2006

Banyak sekali yang penasaran dengan semburan yang muncul dibanyak
tempat akhir-akhir ini. Ada semburan di bekas pengambilan data seismik
di Bojonegoro, juga yang cukup besar di di Berambai. Nah berikut ini
penuturan sahabat saya yang juga sontrek mania tapi beda jamaah mazhab
denganku, Mas Sonny ini termasuk jamaah Canoniah sedangkan aku masuk
jamaah Nikoniah.

Berikut pemaparan beliau dan uraian ringkas bagaimana hubungannya
dengan eksplorasi migas yang rame itu.

--- quote --
Kami dan masyarakat kalsel, khususnya masyarakat banjarmasin,
sementara ini menyebutnya sebagai "sumur barambai". Barambai adalah
nama desa di dekat kota marabahan sebelah utara banjarmasin. Sampai
bbrp puluh meter bisa dicapai naik mobil. Dari treking pake gps ini,
naik mobil tsb, kira-kira 42 km sebelah utara banjarmasin.

Sumur barambai kira-kira 5 km sebelah barat sungai barito, dgn naik
mobil tsb kita menyeberang naik ponton.
Koordinat sumur barambai kami ukur tgl 29-NOV-06 pk 17:09:50 sbb : S 2
der 59 men 14.9 det; E 114der 42men 21.4det, ketinggian 6 m dpl (alat
kur garmin gpsmap76csx).

Keadaan yang kami amati:
Pengukuran lokasi dengan GPS Sesuai cerita yg berhasil kami himpun,
sumur barambai ini tadinya diniatkan untuk cari air tanah yg rada
bersih utk masyarakat desa Barambai yang penghuni di sekitar sumur itu
merupakan transmigran asal Bali(?), beragama hindu. Dilaporkan bahwa
semburan terjadi ketika pemboran mencapai kedalaman sekitar 135 m.
Kami tidak mengetahui sebab-sebab mereka ingin mencapai kedalaman
segitu tk cari air tanah. Tukang bor tidak berhasil kami temui dan
sulit mencari info jati diri tukang bor air.

Sumur barambai terletak di tengah-tengah lingkungan alam rawa gambut
yang luas sekali dari sistem sungai barito , delta sungai
Kapuas-petak-murung (kalsel) dan sungai kahayan. Dari hasil pengamatan
2 hari sebelum pengukuran koordinat di atas, langsung di sumur
barambai adalah murni semburan gas yang menyebabkan olakan air
setempat (tidak seperti di sidoarjo yang diikuti oleh material baik
material padat dan halus).

Pengukuran menggunaka detektor gas (yang biasa kami pakai utk memantau
keadaan gas metana di tambang batubara bawah tanah yang sedang kami
kerjakan) dilakukan 3 kali tepat pada pusat lubang bor yaitu:

  1. Jam 11.00 Wita : CH4: 26.6%; O2: 19.1; CO: 9 ppm; H2S: 0 ppm dan
CO2: 0 ppm
  2. Jam 11.30 Wita : CH4: 26.6%; O2: 18.2; CO: 3 ppm; H2S: 0 ppm dan
CO2: 0 ppm
  3. Jam 12.30 Wita : CH4: 26.6%; O2: 18.4; CO: 5 ppm; H2S: 0 ppm dan
CO2: 0 ppm

Di sekitar bibir sumur dengan radius 3 metrer dari lubang bor didapat
hasil rerata:

   * CH4: 0.54 - 2 %;
   * O2: 20.1% ;
   * CO: 1 -4 ppm;
   * H2S: 0 ppm dan
   * CO2: 0 ppm

sedangkan sekitar daerah tanggul radius 50 meter dari lubang bor
didapat hasil rerata:

   * CH4: 0.26 %;
   * O2: 20.1% ;
   * CO: 0 ppm;
   * H2S: 0 ppm dan
   * CO2: 0 ppm

Sensor detektor gas yang kami miliki hanya untuk CH4, untuk gas-gas
lain dalam kelompok mudah terbakar tetap akan terbaca sebagai CH4.

   Yang kita lihat seperti semburan di warta berita televisi tentang
sumur barambai sesungguhnya merupakan fenomena dari air yang ada di
dekat mulut sumur yang mau turun kembali ke dalam lobang sumur namun
dilawan oleh semburan gas dari dalam sumur sehingga terlihat seperi
semburan lumpur. Tidak ada penambahan air atau lumpur yang ke luar
dari dlm sumur tsb selain gas makin lama air / lumpur itu surut, dan
yang lebih banyak semburan gas.

Sekitar 4-5 meter dari sumur sudah kering atau becek karena sifat
rawa-rawa. Pengukuarn di atas dilaksanakan oleh pegawai kami, seorang
geologiwan Indonesia, untuk tambang bawah tanah, atas permintaan
gubernur kalsel. Atas saran kami, pemprop kalsel tidak perlu
memaklumatkan keadaan berbahaya untuk radius lebih dari 50 m dari
lubang sumur barambai.

Setelah pengukuran di atas pemprop kalsel belum meminta lagi
pengukuran selanjutnya. Dan tidak ada laporan dari barambai tentang
adanya peningkatan aktivitas semburan gas di sumur barambai.
(melalui japri ke email RDP akan saya coba kirim bbrp foto agar bisa
berbagi kisah bila dopasang di "website"nya RDP)
-- end quote --

Penjelasan yang dapat saya lakukan hanyalah melihat dari sisi regional
daerah tersebut. Ngliat dari satelit pakai google earth. Dan juga
nge-donlod gambar peta dari MSN. plus ditambah peta2 lapangan migas
dari publikasi2 koleksiku saja.

Kan aku ngga kesana :) . Jadi jangan dianggap ini sebuah penelitian,
ini hanya dongengan sambil minum kopi pahit dan pisang gorek … glek !
:)

Gambar disebelah ini merupakan gabaran situasi di daerah Cekungan
Barito. Cekungan Barito ini di sebelah Timur dibatasi oleh Pegunungan
Meratus. Kelihatan kan kalau dari satelit bahwa daratan di cekungan
Barito ini topografinya merupakan landaian. Pegunungan Meratus
merupakan batas sebelah Timur dari cekungan ini. Batas cekungan ini
berupa patahan Rotinsulu (.

Sumur Barambai terletak pada topografi landaian di Cekungan Barito ini.

Kalau melihat penampang yang dibuat oleh Rotinsulu (1993) terlihat
bagaimana konfigurasi batuan-batuan di cekungan Barito ini.

Gambar penampang ini memperlihatkan seolah-olah kalau aku membuat
irisan raksasa persis ngiris roti kue lapis itu. Dan aku lihat dari
sisi samping. Irisan atau penampang ini dibuat dari sisi barat ke sisi
timur. Lokasi irisan yang dibuat oleh Rotinsulu dkk tahun 1993 ini
melalui sumur2 yang ada dilapangan minyak Kambitin dan lapangan Minyak
Tanjung.

Rotinsulu (1993) dibawah ini juga memperlihatkan bagaimana
minyak-minyak dan gas di kedua lapangan ini terisi. Coba perhatikan
tanda panah itu. Itu tanda panah memperlihatkan aliran minyak dari
sebelah timur (bawah) ke arah barat (atas).

Mengapa minyak dan gas cenderung naik ke tempat lebih tinggi  ?
Ini rahasianya ya hanya kembali lagi soal SD dulu, yaitu berat jenis
minyak kan lebih kecil dari berat jenis air, sehingga minyak yang
terbentuk dibawah itu mengalir ke atas. Demikian juga dengan gas,
karena gas berat-jenisnya sangat kecil, tentunya gas yang terbentuk di
bagian paling dalam di cekungan Barito ini akan mengalir ke atas juga.

   - "Walah Dhe, susah dhe, emang minyak dan gas itu terbentuknya
gimana ta ? lah kok ujug-ujug ada minyak itu ceritanya gimana ?"
   + "Ya wis ngko sik Yun, iki ditampa ngono disik. Pokoke minyak itu
terbentuk pada cekungan-cekungan, atau wadahyang isinya batuan dibawah
sana".
   - "Ah ga eruh, dhe" :(
   + "Ya wis jok kakehan takok disik, ngo nulis maneh …." :p

Coba perhatikan gambar dibawah ini bagaimana gas mengalir keatas ke
lapangan-lapangan minyak dan gas Warukin-DHS-Tanjung-Kambitin.
Garis-garis itu disebut migration pathways. Coba tengok ada garis yang
mematahkan lapisan2 itu. Itu patahan membentuk "jebakan". Ketika gas
dan minyak naik keatas kalau ada hambatan maka minyak itu terjebak.
Dan salah satunya pembentuk jebakannya adalah patahan2 ini.
Penampang barat-timur

Kalau dilihat pada peta geologi, maka lokasi Kambitin-Tanjung itu
merupakan sebuah "trend", atau kesamaan bentuk ke selatan. Coba tengok
irisan atau penampang dibawah ini, ini aku buat secara sederhana.

   - "Looh Pakdhe, kok yang ini ada beban/load itu apa dhe ?"

Ya, selain adanya tekanan keatas karena beratjenis minyak dan gas yang
lebih kecil dari air dan cenedrung naik keatas, maka akan ada tekanan
kebawah dari beban batuan siatasnya. Ini mirip spons yang terisi air
yang ditekan maka akan bergerak keatas.

   - "Woo, jadi sumber tekanan itu bisa dari situ ya, dhe ? Bisa dari
gaya apung minyak dan tekanan beban"

Kalau diperhatikan dari peta diatas, maka terlihat bahwa arah trend
itu sejajar dengan arah patahan yang membatasi Cekungan Barito. Lah ya
itulah sebabnya mengapa banyak yang tertarik untuk eksplorasi migas di
cekungan Barito ini.

Penampang Barat-timut disederhanakan

Sumur Barambai itu bisa jadi merupakan sumber air artesis, atau bisa
juga gabungan adanya jebakan gas dan minyak.

   - "Pak Dhe, bararti daerah Barambai itu bagus untuk eksplorasi
migas donk ?, ditempat lain ada ngga yang seperti ini ?"
   + "Ojok buru-buru, kowe ki. Semua itu masih panjaang jalannya.
Perlu penelitian dengan seismik dan pengeboran juga"

Banyak cara dipakai untuk eksplorasi migas. Gambar yang dibuat
diataspun hanyalah spekulasi. Kalau ada data seismiknya tentunya mudah
untuk di cek-n-ricek.

   - "Sik sik pakdhe … kok setiap ada gejala geologi kok selalu ada
patahan ta, dhe ? Gempa di jogja juga disebutkan karena patahan Opak.
Trus, di Porong juga katanya dilewati patahan, trus di Barambai sini.
Juga kemarin ada cerita semburan api di Jogja Emang kalau ada patahan
itu selalu menyebabkan ada semburan ya ?
   + "Ya, ndak trus gampang-gampangan gitu. Tetapi memang orang
geologi itu selalu tertarik dengan bentuk-bentuk lapisan tanah. nah
salah satunya patahan" Sudah membaca patahan pembelah pulau Jawa
disini belom ?
   Sik ah … mau whik en dulu kliling-kliling KL … "



--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke