satu hal yg saya jumpai dari sandstone sumur terakhir, batuan belum
terkompaksi kuat namun clay matrixnya dominan, dari pengukuran
pressure jelas susah (banyak yg tight), jadi low permnya bukan
disebabkan compaction ataupun cementation. Reservoir damage memang
bisa terjadi pada pore plug akibat clay habit dalam bentuk bridging
clay,  pore filling. Reservoir model begini jelas tak layaklah di
frac.karena akan menyebabkan collapsenya sand, mungkin tight sand yg
layak diffrac adalah type sand well cemented.

On 12/13/06, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo sekilas lihat sebab dari tight gas sand ini adalah masalah permeability
(dan mungkin porosity), apakah shaley sand termasuk didalamnya? kalo
asosiasi tight sand ini berkonotasi dengan "indurated" or "well cemented"
sand, maka baik clean maupun shaley sand termasuk didalamnya tapi akan
mempunyai dampak yang sangat berbeda. Apakah basement reservoir termasuk
"tight" sand juga?

Di shaley sand, masalah utama adalah adanya shaley matrix yang menjadi
penghalang batuan untuk mempunyai k yang tinggi (asumsi clay matrixnya
adalah dispersed). Sementara tight sand yang menjadi penghalang adalah
karena secara nature punya k yang rendah karena batuannya kompak. Untuk
tight sand ini mungkin pengkayaan permeability dengan adanya fracture. Saya
pernah membaca adanya microporosity yang berkembang di mineral feldspar di
batuan tight ini (asumsi sandstonenya kaya akan feldspar yang mudah
leached).

Kalo di basement (batuan beku), porosity mungkin berada disekitaran 1-3
persen saja, tapi untuk mencari harga porositas ini sulit banget mengingat
variasi mineral yang tinggi. Microporosity bisa berkembang di feldsparnya.




On 12/13/06, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Anton,
> setelah membaca artikel tsb, gimana mnurutmu potensi deep gas (tight
> gas) di Indonesia  ?
> Diskusinya diterusin donk ! Cukup menarik kan ? Tight Gas bukan
> sekedar permasalahan di reservoir engineering issues saja. tetapi dari
> sisi eksplorasi geologist tentunya bisa berbicara lebih banyak lagi.
> Dan sepertinya potensi "Tight Gas" ini belum masuk dalam presentasi
> Pot Pourinya Kang ADB. Dos pundi Kang ?
>
> RDP
>
>
> On 12/12/06, PRAKOSO, Anton <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > mas Vicky,
> >
> > Terima kasih artikelnya lagi dibaca sedikit (belum 3 halaman) tetapi
> sangat
> > menarik artikelnya, matur nuwun...
> >
> >
> > *meh nerusno mbaca dulu artikelnya
> >
> > AP
> >
> >
> > On 12/12/06, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Ada satu article bagus tentang "tight gas" yang juga membahas
> > > entrapment (pemerangkapan) gas ini.
> > > Jangan kaget kalau melihat "gas sand dibawah water sand" untuk "tight"
> > > gas reservoir ini.
> > >
> > > Ternyata juga ada bab/alinea yang menarik :
> > >
> > > Trapping Mechanism of Deep Basin Gas
> > > Deep Basin Gas is an abnormal gas accumulation whose formation
> > > conditions, trapping
> > > mechanism and distribution are different from those of normal gas
> > > accumulations. Deep
> > > basin gas accumulation is characterized by gentle dip angles,
> > > subnormal pressure,
> > > gaswater inversion and co-occurrence of reservoir and source rock. The
> > > major processes
> > > associated with deep basin hydrocarbon accumulation are related to
> > hydrocarbon
> > > generation and accumulation dissipation. The fundamental conditions
> > > favourable to the
> > > formation of deep basin gas accumulation include a plentiful gas
> > > source, tight reservoir
> > > and tight seal under the reservoir.
> > > Two balances are the prerequisite for formation and preservation of
> > > deep basin gas
> > > accumulation. One is the force balance that occurs between the upward
> > > forces, including
> > > .... dst
> > >
> > > Penasaran ? silahkan donlod disini :
> > > Tight Gas Reservoirs – An Unconventional Natural Energy Source for the
> > Future
> > > http://www.sublette-se.org/files/tight_gas.pdf
> > >
> > > Happy reading !
> > > Happy learning !
> > >
> > > rdp
> > > --
> > > http://rovicky.wordpress.com/
> > >
> > >
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
> -----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
Salam hangat

Shofi




--
OK TAUFIK

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke