> Rekan

   Usulan RPK ini sangat menarik
walaupun tentunya akan banyak masalah dari 
  interpetasi
"dikuasai oleh negara ......dst".
  Difihak
lain  UU Migas sebenarnya TIDAK mengharuskan pengusahaan Sektor
Hulu Migas 
  harus dengan PSC - system.

 
Yang menjadi "modal" Pemerintah antara lain adalah menilai
tingkat resiko dari blok
  yang akan di-tenderkan, disinilah
peran geologi paling menentukan.!!!!
  Dengan telah dilakukan
banyak Spec Survey tentunya Ditjen Migas telah mengusahakan 
  kearah itu .

  Ring Fencing , dapat dilakukan
secara sabgat selektif , dan merupakan suatu "hak"
 
dari  Perusahaan /investor, hak menentukan seharusnya tetap ada
di Pemerintah.
   Bisa KKN , ya bisa saja , tapi tentunya
dengan usaha Pemerintah untuk menciptakan
  "clean
government" . SEMOGA hal ini dapat dilaksanakan.

 
Kalau saya kurang sependapat bahwa subcontracting TIDAK ditenderkan ,
karena ini
  akan menutup kemungkinan  hilangnya sama
sekali peran perusahaan nasional dalam
  sektor service.
  Justru harus ada keberpihaka  yang  positip dari
Pemerintah untuk membina perusahaan  
  services ,
tidak terbatas dalam tender tapi batuan financial spt kredit lunak , tax
holiday dsb.

  Bukankah uang yang datang dari
kegiatan services  sektor hulu  berjumlah sangat besar,
  a[akah kita hanya kan GIGIT JARI melihat orang lain menikmatinya
????


  Si-Abah

 
_______________________________________________________________________




   Sebetulnya perbaikan dalam
system PSC: 
> 1. Cost recovery dihilangkan sama sekali (0%) 
> 2. Split/bagi-hasil (ditenderkan) ditenderkan, kalau perlu untuk
high-risk 
> blocks sampai 50:50 
> 3. Ring fencing
dihilangkan sama sekali. 
> 4. Subcontracting tidak perlu tender
lagi (menghilangkan birokrasi) 
> 5. Commitment harus diberikan
dan rencana kerja + AFE perlu diberikan. 
> Akan jauh lebih
efficient dan tidak bisa main2 
> RPK 
> 
> -----
Original Message ----- 
> 
From: "Deni Rahayu"
<[EMAIL PROTECTED]> 
> To: <[email protected]> 
> Sent: Tuesday, December 12, 2006 8:42 PM 
> Subject: Re:
[iagi-net-l] Sedimentary Basins of Indonesia : Historical and 
>
Updated Status 
> 
> 
>> waduh...Kalau cost
recovery masih menjadi masalah 
>> besar di industri migas,
jangan coba2 dech ngerubah 
>> kebijakan tentang "ring
fence", ada itu aja cost 
>> recovery banyak aneh dan
"dipermainkan", apalagi kl 
>> tidak di batasi satu
block..... 
>> 
>> oden 
>> dNr 
>> 
>> --- Rovicky Dwi Putrohari
<[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>> 
>>> Disatu
sisi usulan "Ring Fencing" yang diusulkan Pak 
>>>
Yitno ini menarik 
>>> investasi, tetapi sangat pasti
"menaikkan cost 
>>> recovery" ... perlu 
>>> hitung2an detil. Apakah bener ini demi negara atau 
>>> demi industriawan 
>>> (investor) 
>>> 
>>> Justru yang perlu dilihat adalah
bagaimana jalannya 
>>> PSC selama ini. 
>>>
Kita hitung saja berapa perolehan negara dilihat 
>>>
keekonomian seluruh 
>>> PSC nya, bukan project by project
(bukan POD by 
>>> POD). 
>>> 
>>> RDP 
>>> 
>>> On 12/11/06,
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> 
>>> wrote: 
>>> > 
>>> > 
>>> > >
Pak Ismail, 
>>> > > 
>>> > > Ada
beberapa saran yang 
>>> > dikemukakan di seminar
tersebut. Pak Suyitno 
>>> > > Patmosukismo (IPA) 
>>> > misalnya menyarankan melihat kembali aturan ring 
>>> > > fencing, 
>>> > sehingga dana di
suatu blok operasi berstatus 
>>> produksi bisa 
>>> > > 
>>> > dipakai di blok lain yang
eksplorasi atau malahan 
>>> untuk new 
>>>
> venture-nya. 
>>> > > Liberasi ini memang
bertentangan dengan 
>>> > prinsip-prinsip KPS yang
berlaku 
>>> > > di Indonesia, walaupun 
>>> > kelihatannya akan mampu mendorong kegiatan 
>>> > > eksplorasi di lahan 
>>> >
frontier. Untuk itu, perlu dilihat dengan hati2. 
>>> >

>>> > 
>>> 
>>
______________________________________________________________________ 
>>> > 
>>> > Betul sekali apa yang
dikatakan Pak Awang , harus 
>>> dan 
>>> >
sangat hati hati sekali , walupun 
>>> > ini mestinya
tidak ditutup 
>>> > kemungkinannya. 
>>>
> Salah satu syarat yang paling utama adalah 
>>> >
"kebenaran" dari cost recovery yang dilaporkan 
>>> oleh KPS. Dan 
>>> > yang sangat berwenang
untuk menentukan ini ya 
>>> siapa lagi kalau bukan 
>>> > tempat pak Awang bekerja yaitu BP Migas. 
>>> > 
>>> > Usulan Pak 
>>>
> Suyitno ( yang Dirjen Migas ) itu kalau tidak 
>>>
salah pernah diberlakukan 
>>> > kepada 
>>> > Shell , tetapi dari Blok eksplorasi ke blok 
>>> eksplorasi, yaitu 
>>> > dari blok sekitar
P.Laut (saya lupa namanya) ke 
>>> Blok Muria (yang 
>>> > kemudian menemukan Kepodang). 
>>> >

>>> > Mungkin BP Migas dapat 
>>> >
memberika kesempatan seperti ini kepada KPS 
>>> produksi
yang baik 
>>> > perfomance-nya (umpamanya aktif sekali ,

>>> dibuktikan dengan banyaknya blok 
>>>
> , tidakj pernah terlambat melaksanakan RK - nya , 
>>>
tidak ada temuan 
>>> > dari audit , menjunjung ttingg

>>> > KK/Lingkungan hidup, hubungan baik 
>>> > dengan komunitas sekitar daerah operasi dsb). 
>>> > Tentu saja harus ada 
>>> >
persentasi bata CR yang akan dipakai oleh mereka. 
>>> >

>>> > Jadi walaupun 
>>> > faktor
ke-hati2 an perlu dijaga , akan tetapi 
>>> kemungkinan ini
jangan 
>>> > ditutup. 
>>> > 
>>> > Pertanyaan saya apakah ini memerlukan pergantian 
>>> > UU - 222 , atau hanya perubahan PP ? 
>>> > 
>>> > Si - Abah 
>>>
> 
>>> > 
>>> 
>>
________________________________________________________________________

>>> > 
>>> > > 
>>>
> . 
>>> > 
>>> > 
>>>

>>> 
>>> -- 
>>>
http://rovicky.wordpress.com/ 
>>> 
>>> 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 
>>> 2006 
>>> ----- detail information in 
>>> http://pekanbaru2006.iagi.or.id 
>>> 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>>> To unsubscribe, send email to: 
>>>
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
>>> To subscribe, send
email to: 
>>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id 
>>>
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
>>> Bank Mandiri
Cab. Wisma Alia Jakarta 
>>> No. Rek: 123 0085005314 
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
>>> No. Rekening:
255-1088580 
>>> A/n: Shinta Damayanti 
>>>
IAGI-net Archive 1: 
>>>
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
>>>
IAGI-net Archive 2: 
>>> http://groups.yahoo.com/group/iagi

>>> 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>>> 
>>> 
>> 
>> 
>> 
>> 
>>
____________________________________________________________________________________

>> Any questions? Get answers on any topic at
www.Answers.yahoo.com. Try 
>> it 
>> now. 
>> 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 
>> ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
>> To subscribe, send email
to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id 
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
>> No.
Rek: 123 0085005314 
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI) 
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
>>
No. Rekening: 255-1088580 
>> A/n: Shinta Damayanti 
>> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
>> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>>
--------------------------------------------------------------------- 
>> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 
>
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id 
> Pembayaran
iuran anggota ditujukan ke: 
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia
Jakarta 
> No. Rek: 123 0085005314 
> Atas nama: Ikatan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580 
> A/n: Shinta Damayanti 
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
>
--------------------------------------------------------------------- 
> 
> 

Kirim email ke