Menurut saya itu kesalahan kutip wartawan mas,... harusnya: "di tahun-tahun
mendatang" (bukan tahun depan).
Data yang digunakan adalah seismisitas 50 tahun terakhir di P. Jawa yang
menunjukkan adanya seismic gap di selatan Yogja (kemudian terjadi di May 27
2006 ini) dan di selatan Lumajang.
adb
----- Original Message -----
From: "B. Pujasmadi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 02, 2007 9:23 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Menyusuri Pantai Selatan Memetakan Daerah Rawan
Bencana
"........Bahkan Agus sudah memperkirakan, tahun depan, Jawa Timur akan
terjadi
gempa itu. ......."
Mungkin bisa sharing dengan kita, data apa yang mereka gunakan untuk
meramal akan ada gempa di Jawa Timur tahun depan, sehingga masyarakat
perlu mewaspadai?
Thanks
B. Pujas
Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jawa Pos, Radar Malang, 1 Januari 2007
**Menyusuri Pantai Selatan Memetakan Daerah Rawan Bencana: Status Malang
Selatan Sudah Lampu Kuning**
Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Yogjakarta dan Aceh, membuat
Adventurer and Mountain Climbers (AMC) Malang risau. November lalu, AMC
melakukan mitigasi (pemetaan) gempa dan tsunami di sepanjang pantai laut
selatan. Seperti apa hasilnya?
KHOLID AMRULLAH, Batu.
===============================================
Suhu di hutan Raden Soeryo, Cangar, Jumat lalu sangat dingin. Rintik hujan
yang hampir setiap hari turun ditambah kabut tebal membuat suasana di
tempat ini semakin khas. Namun, dinginnya suhu tersebut tidak mendinginkan
semangat para anggota AMC untuk mengikuti dialog ilmiah geologi yang
disampaikan oleh para pakar.
Apalagi ketika disuguhkan data-data hasil ekspedisi tim AMC di Pantai
Selatan. Ditemukan sejumlah fakta yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa
daerah di Pantai Selatan Jawa Timur sangat rawan tergoncang bencana gempa
dan tsunami.
Humas AMC Ir. Agus K. Tirtohardjo BSc. menegaskan, ada tiga kabupaten di
Jatim yang rawan bencana alam. Yakni, Pacitan, Tulungagung, dan Lumajang.
Tiga kabupaten tersebut rawan terkena benacana gempabumi dan tsunami. "Di
tiga kabupaten tersebut terdapat patahan (sesar) yang rawan bergerak kalau
terjadi gempa" ujar Agus.
Temuan tersebut merupakan salah satu hasil pemetaan (mitigasi) bencana
yang dilakukan oleh tim AMC Malang beberapa waktu lalu. Tim dari AMC telah
melakukan penyusuran sepanjang Pantai Selatan. Mulai dari Pacitan sampai
Banyuwangi. Setiap kabupaten terdapat satu tim ekspedisi. Penyusuran
tersebut untuk melakukan pendataan terhadapa kondisi pantai dan daratan di
pantai laut selatan Jawa TImur tersebut. "Termasuk mendata konsentrasi
daerah pemukiman penduduk yang dekat dengan pantai," katanya.
Menurutnya, di Pacitan terdapat patahan Grindulu. Patahan ini membelah
kota Pacitan sampai Ponorogo bagian selatan. Sehingga kalau di pantai
Pacitan terjadi gempa bumi, maka patahan ini bisa bergerak dan
menghancurkan bangunan diatas patahan tersebut. "Sedangkan di wilayah
kotanya, Pacitan sendiri sangat rawan terkena tsunami. sebab kota ini
sangat dekat dengan pantai. Apalagi di kota tersebut tidak ada pemecah
ombaknya," jelasnya.
Berikutnya dalah Kabupaten Tulungagung. Di daerah ini terdapat patahan
Brantas, yang panjangnya 100 Km lebih. Mulai dari Tulungagung, Kediri,
hingga Jombang. Patahan tersebut kini menjadi Sungai Brantas. Sama dengan
di Pacitan, kalau terjadi gempa, maka akan sangat berbahaya.
Kemudian di Kabupaten Lumajang, di daerah tersebtu terdapat patahan
Klakah. Patahan ini bermula dari Pantai Bambang - Klahakh - Lumajang
hingga Sumenep. Daerah yang berada di atas patahan tersebut sangat rawan
tergoyang gempa. Sedangkan untuk bahaya bencana tsunami, daerah yang rawan
adalah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang Selatan selain Sendang
Biru, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.
"Ya, semuanya rawan, tapi ada yang tidak terlalu rawan, yaitu Kabupaten
Blitar. Sebab, di Kabupaten tersebut pantainya tidak terlalu banyak.
Selain itu tidak banyak penduduk yang bermukim di tepi pantai," jelasnya.
Bahkan Agus sudah memperkirakan, tahun depan, Jawa Timur akan terjadi
gempa itu. Oleh sebab itu, saat ini AMC sedang gencar melakukan
sosialisasi untuk menghadapi bencana alam. AMC juga merencanakan untuk
memberikan materi cara menghadapi bencana di sekolah-sekolah agar
sewaktu-waktu terjadi bencana masyarakat bisa melakukan langkah
penyelamatan yang lebih cepat.
Namun, tahap pertama yang akan dilakukan adalah kegiatan tanggap bencana
bersama para kelompok pecinta alam. Sebab mereka sudah terbiasa melakukan
ekspedisi di daerah-daerah sulit. "Kami berharap paradigma pecinta alam
itu harus diubah. Kalau selama ini hanya terkesan kelompok yang suka
berjalan-jalan ke gunung,maka harus ditambah sebagai kelompok yang bisa
membantu kalau ada bencana alam," ujarnya.
Sementara itu Hery Hardjono, geolog dari Puslit Geoteknolgi LIPI
mengungkapkan deformasi (penurunan) kerak bumi di pulau Jawa tidak sama
dengan pulau Sumatra. Kalau sejarah kegempaan di pulau Sumatra sering
dipelajari, tidak demikian dengan pulau Jawa, relatif kurang diketahui.
"Di Jawa tidak dijumpai sesar mendatar sebesar dan sejelas di Sumatra,"
jelasnya.
Namun ada beberapa sesar yang menunjukkan pergerakan horisontal seperti di
Cimandiri Jawa Barat, dan sesar Opak di Yogjakarta yang baru-baru ini
menimbulkan gempa dengan magnitudo Mw=6.2.
Selain itu, kata Hardjono, di selatan Jawa lempeng samudranya berumur
lebih tua dibanding Sumatra. Lempengan ini ada di kedalaman 600 Km
sehingga hal ini menyulitkan untuk mendalami lebih jauh pola deformasi
yang terjadi di Jawa. (*)
==================================================
Informasi tambahan dari ADB:
- Lebih kurang 150 pecinta alam dari Malang (10 klub) dan Jawa Timur
lainnya (5 klub) ikut hadir dalam acara sarasehan SADAR BENCANA dalam
rangka HUT AMC ke-37 di Cangar (Lereng Gn. Welirang) pada Jumat 29
Desember tersebut.
- Ikut berbicara dalam kesempatan sarasehan tersebut selain Dr Herry
Haryono (LIPI) juga Dr Idwan Suhardi (Deputi BPPT) yang keduanya ikut
menyemangati para pecinta alam untuk terus melakukan kegiatan dalam rangka
Sadar Bencana tersebut. Andang Bachtiar (AMC), Ariadi Subandrio (IAGI),
dan Ikhsyat Syukur (Surabaya) termasuk diantara yang hadir sebagai pecinta
alam maupun sebagai ahli geologi yang ikut memfasilitasi sarasehan
tersebut.
- Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 26 anggota baru AMC yang telah
melewati masa DIKLATSAR, yang pada umumnya mereka adalah
mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang.
- Ekspose hasil awal (preliminari) dari kegiatan Susur Pantai Selatan Jawa
Timur AMC juga dilakukan dengan bentangan poster-poster, peta-peta,
data-data kependudukan, dan sampel-sampel batuan. Para pecinta alam dari
klub-klub lainnya sangat tertarik dengan model-model ekspedisi yang
langsung bermanfaat buat masyarakat seperti ini; terlihat dari antusiasme
mereka dalam tanya-jawab kepada para penjaga stand untuk bisa kiranya
melakukan hal yang serupa di daerah mereka.
- Wakil Ketua AMC (Warto Utomo) langsug menggalang pertemuan khusus dengan
PA-PA dari luar Malang untuk berkoordinasi melakukan ekspose dan
penyadaran serupa di kota-kota lain di Selatan Jawa Timur, sekaligus
bekerjasama melakukan ekspedisi lanjutan tahap 2 dan 3.
- Secara verbal Dr Herry Haryono dari LIPI menyanggupi untuk mengirimkan
para ahli-nya berpartisipasi memberikan kursus2 kepada PA-PA di Jatim yang
menyangkut "Community-based Mapping". Demikian juga Deputi BPPT Dr Idwan
Suhardi menyanggupi untuk membicarakan lebih lanjut bagaimana membantu
PA-PA tersebut melaksanakan kegiatan sosialisasi-bencana-nya.
- Dinas KEsbangLinMas dari beberapa pemkot/pemkab juga hadir, dan mereka
merasa sangat terbantu dengan pencerahan-pencerahan dalam acara yang
diselenggarakan oleh PA-PA tersebut. Kedepannya: sangat dimungkinkan PA-PA
di JAtim menjalin kerjasama lebih erat dengan Pemkot-Pemkab dalam
kegiatan2 serupa.
- Acara diteruskan denga pemutaran film-film ekspedisi AMC, dan ditutup
dengan acara bebas (api unggun -- tertunda sampai tengah malam)
ramah-tamah khas pendaki gunung.
Salam
Andang Bachtiar
AMC-073
IAGI-0800
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------