Pak Yarmanto, Di bawah ini adalah diskusi di IAGI-net yang pernah dilakukan soal gas shale pada bulan April 2006. Semoga ada gunanya walaupun belum menunjukkan masalah biaya yang dibutuhkan untuk mengeksploitasi shale gas.
Salam, awang Awang Harun Satyana Thu, 06 Apr 2006 20:23:08 -0700 Prawoto, Info yang menarik, terima kasih. Saya cc-kan ke iagi-net ya. PBS yang di fasies delta (delta lakustrin) bisa punya karakter gas-prone yang makin minimal menuju deep lakustrin. Walaupun PBS masuk gas window, tetapi ia didominasi labile kerogen yang oil-prone, maka hasilnya tetap akan dominan oil, hanya light oil. Perlu reafractory kerogen agar gas-prone. Shale sangat porous sebelum kompaksi, setelah kompaksi ia jelas berkurang, tetapi permeabilitas sangat minimal. Jadi, tak cukup hanya dari indikasi porous, ia juga harus permeable agar flowing dan shale tak punya itu tanpa fracturing. Mungkin metode test harus di-frac juga (metode frac juga harus dicoba multiple seperti dengan nitrogen foam atau sclicked water). Soal Telisa dan Petani shales, CSB punya GG average 4.3 deg F/100 ft (salah satu cekungan dengan GG yang paling tinggi di dunia), di beberapa graben mereka sudah matang, dan justru tipe generating SR dan potential SR ini yang jadi kandidat bagus, lagipula ia lebih gas-prone dibandingkan PSB karena mereka diendapkan dalam lingkungan yang lebih oxidized. Kalaupun belum matang di beberapa tempat, Petani telah terbukti menghasilkan biogenic gas di beberapa blok di CSB (Seng, Segat, Bentu, Korinci dll.). Salam, awang -----Original Message----- From: Prawoto Ikhwan Syuhada [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 07, 2006 9:56 AM To: Awang Harun Satyana; [EMAIL PROTECTED] Subject: FW: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from Source Rocks Maaf karena ngimelnya ke pak awang n Mas bamb.. ajah.. karena imil tidak bisa nimbus IAGI [mungkin belum ter-recognize oleh IAGI net] Saya kurang sependapat dengan pak awang mengenai Pematang Brown Shale (PBS), Sumur yang lumayan terakhir dari Kondur cukup menembus PBS malah sampai ke Basal Clastic (lower Red Bed)thicknes nya hampir 1800 ft. Di dalam section PBS tersebut content-nya diinterpretasikan berbagai facies dari lacustrine, mulai dari delta sampai deep lacustrine. Potensi untuk Shale gas Play terlihat di bagian bawah [kurang lebih tebalnya 120 ft], dari data gas reading shalenya menunjukan pembacaaan yang cukup besar [sekali] muncul sampai C5, Total Gas juga besar serta resistivitya nggak tanggung-tanggung di atas 100 ohm m, sedangkan soniknya responsya high DT (mungkin karena over pressure efek juga)... Bule dari Kanada yang melihat log ini pun langsung mengklaim bahwa typical yang semacam ini di Kanada di kembangkan untuk Fractured Shale Gas. Dari segi windownya jugah PBS, di CSB basin, khususnya Bengkalis sudah masuk gas window. Kita juga melakukan DST di shale ini (agak Nekat) karena sejak pertama terpesona oleh Resistivity dan gas reading yang besar serta adanya oil show di shale, tetapi sayang hasilnya no flow, padahal kita sudah coba menempatkan interval pada shale yang "agak" porous [dngn melihat response NPHI & RHOB serta DT] Kalau kasus untuk Petani atau Telisa shale dari segi potensi, memang keduannya berpotensi sebagai source rock, tetapi dari segi maturity apakah bisa??? Kalau melihat papernya Curtis, 2002 mengenai "Fractured Shale-Gas System" [AAPG Buletin November 2002], disitu log type untuk Shale gas Play memang dibutuhkan shale yang tebal, dan resistivitynya pun tidak heboh-heboh amat (tidak sampai 50 ohm m).. di Lewis Shale of San Juan Basin praw Awang Harun Satyana Thu, 06 Apr 2006 19:24:57 -0700 Mas Bambang, Hal lain yang harus dipikirkan tentang shale-gas play ini adalah apakah ia gas-prone atau oil-prone, saya pikir brown-shale di CSB sangat lakustrin (tipe kerogen I) dan sangat oil-prone, jelas akan lebih sulit untuk ekspulsinya dibanding gas (terhubung ke permeability cut off). Di samping itu, brown shale adalah dominantly spent source rocks, SR yang sudah menggenerasikan banyak hidrokarbon. Kandidat baik untuk shale-gas pay adalah generating SR atau potential SR. Untuk play ini, kalau ada shale di Petani malah bisa lebih baik dari Brown shale kelihatannya. Statistik minimum permeability untuk flowing oil ada, tetapi serabutan, di Salawati, 20-30 mD masih bagus untuk flowing oil di Kais carbonates, tetapi light oil (volatile). Oil yang medium gravity 30an API mungkin sulit melewatinya (Pak Yanto Salim PetroChina Kepala Burung mungkin bisa klarifikasi ?) Salam, Awang -----Original Message----- From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, April 07, 2006 8:15 AM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from Source Rocks Konsep yang menarik pak Awang. Untuk fluida gas, rasanya sah-sah saja, ini mengingat relative permeability-nya dan tentu saja viscosity-nya, jadi, ada fracture dikit aja, brulll, gas-nya bisa keluar, nasib baik kalau ikutan kondensat-nya. CBM juga mempergunakan prinsip yang sama. Gas tidak dijumpai dalam fraksi bebas tetapi terikat dalam struktur molekular-nya, itu yang menyebabkan kenapa sumur-sumur gas di CBM diperlukan dalam jumlah yang banyak. Kalau untuk fluida yang relative permeability-nya lebih rendah dan viscosity-nya lebih tinggi, mungkin ceritanya sedikit berbeda. Barangkali pak Awang punya statistik, minimum permeability yang bisa mengalirkan minyak. Barangkali ada KPS yang sudah melakukan hal tersebut? Yang penting ada good shows, lithology terserah. Bisa-bisa chimney, kalau size-nya besar, bisa menjadi exploration/exploitation target juga. Bisa-bisa si "Brown Shale" di CSB bisa menjadi target yang menarik tuh. Bambang -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, April 06, 2006 12:46 PM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from Source Rocks Belakangan, konsep eksplorasi dan memproduksi gas dari serpih yang berkualitas sebagai batuan induk ramai dikerjakan perusahaan2 pemain gas di wilayah midcontinent US. Tak perlu lagi mencari reservoir batupasir/karbonat/basement yang berindikasi mengandung gas, cari saja langsung batuan induknya (serpih) bor, retakkan (fract), dan produksikan gasnya. Metode ini sebenarnya sudah terbukti sejak 1998, saat gas diproduksikan dari Barnett shale (berumur Karbon) di cekungan Fort Worth north-central Texas. Pekerjaan2 tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa potensinya terus mengembang, bahkan ada yang memprediksikan bahwa gas produksi gas dari Barnett shale bisa melampaui produksi gas dari lapangan gas terbesar di US, Hugoton Field. Sebanyak 1 TCFG telah diproduksikan dari Barnett shale ini sampai akhir 2005 kemarin ("AAPG Explorer" edisi Februari 2006). Devon Energy, pemain gas terbesar di US midcontinent telah mengebor sebanyak 2000 sumur produksi untuk menguras gas di Barnett shale. Apakah hanya di Fort Worth Basin ? Tidak, belakangan ditemukan pula shale-gas play di Fayetteville shale di Arkoma Basin (Arkansas-Oklahoma) yang seumur dengan Barnett shale. Sebanyak 80 sumur telah dibor operator2 gas di wilayah ini dan umumnya menemukan gas. Tebal shale bervariasi dari 50-75 ft di Arkansas, 300 ft di bagian timur Arkoma, sampai melebihi 1000 ft di wilayah Mississippi Embayment. Apa syarat-syarat utama play ini ? Shale harus punya kualitas source rock yang baik, gas-generative capacity yang baik, harus matang, fracturability yang tinggi-bedded (agar mudah di-frac), horizontal drilling. Maka evaluasi geologi-geokimia yang baik, teknik horizontal drilling dengan geo-steering yang baik, dan production dengan frac technology adalah mutlak diperlukan. Frac technology dalam hal ini sama saja dengan meniru proses alamiah ekspulsi gas dari shale yang memang melalui microfracturing di fissile zones serpih kaya organik tersebut. Maka semakin fissile shale itu semakin baik. Kalau suatu saat ditemukan shale dengan log GR off-scale dan high resistive, jangan dilewatkan, itu berpotensi shale-gas play. Tak perlu reservoir, tak perlu perangkap, hanya perlu shale yang kaya organik, matang, bor horizontal dan frac ! salam, awang -----Original Message----- From: Yarmanto (yarmant) [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, January 16, 2007 9:12 AM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Gas Shale Apakah ada yang punya pengalaman memproduksi gas dari "source rock" ? Baik dengan cara frac maupun lainnya. Salah satu sumur di CPI mempunyai indikasi gas reading yang cukup tinggi dari litologi yang dominant silty shale (setebal 300 kaki) pada kedalapan 7000 kaki dengan . Kalau ada apa saja yang diperlukan untuk menghitung rate nya ? Kemungkinan sukses dan kalau ada pengalaman tentang cost nya? Terimakasih. Salam, Yarmanto --------------------------------------------------------------------- ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!! semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!! semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

