Kalau pengalaman saya waktu ngebor sumur air, kecuali perjanjian dengan tukang bornya bahwa tujuannnya adalah cari air bersih (bukan ngebor dengan kedalaman tertentu, biarpun sebelumnya sudah janji kira2 kedalamannya sekitar 25-30m). Nah waktu ngebor kira2 sudah mencapai kedalaman 25 meteran, saya ikut nungguin tukang bor tsb (sebagai wellsite geologist). Dan saya bilang ke tukang bor, bahwa saya mau lihat sendiri contoh tanah diujung pahat bor hasil pemboran setiap mereka membersihkan pahatnya (jadi perlu lihat cuttingnya). Dan saya bilang kalau udah ketemu pasir yang bersih (tidak bercampur lempung atau debu boleh stop), dan akhirnya memang pada kedalaman sekitar 29 m ditemukan pasir kasar (coarse loose sand) berwarna kehitaman, bersih tanpa campuran lempung ataupun debu/silt. Nah ternyata itu memang lapisan pembawa air yang bagus (akifer) yang bagus sekali didaerah jakarta selatan, begitu menurut tukang bor yang sudah berpengalaman di daerah itu. Setelah selesai ngebor & pasang casing, serta pasang jet-pumpnya, dalam 3-4 jam air yang keluar dari sumur bor tsb sudah mulai bersih & jernih sekali. Dan alhamdulillah sampai sekarang setelah puluhan tahun airnya tetap jernih & berwarna biru di bak mandi, segar sekali buat mandi ....
wass, On 1/26/07, noor syarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bagi-bagi pengalaman waktu saya ngebor sumur, kontrak kerjanya begini (tidak tertulis sih): " ... terserah berapa dalam, yang penting bisa mendapat air dengan kualitas baik sesuai hal pemeriksaan lab..." nah kemudian tukangnya ngebor sampai kedalaman 30 meteran. dia ambil contoh airnya terus dikasih teh... begitu warnanya sudah tidak berubah jadi ungu, pemboran distop dan kemudian dia pasang casing dan "well head" nya. pompa dipasang serta dilakukan pengurasan selama 1 hari penuh. ini dengan jaminan kalau airnya jelek semua akan dibongkar lagi.. seminggu kemudian saya ambil airnya dan bawa ke lab, alhamdulillah kualitasnya cukup bagus (Fe/Mn tidak terlalu tinggi, tidak ada indikasi pencemaran bakteri colie etc). jadi kedalaman bukan kriteria memang, serahkan sama ahlinya saja.....:-) salam, ----- Original Message ---- From: M. Nur Heriawan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, January 25, 2007 7:11:08 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Perbedaan kualitas airtanah Terima kasih Pak Fajar atas pencerahannya. Memang kasus kualitas air tanah ini cukup unik untuk daerah volkanik. Akan saya pikirkan lagi apakah akan membor ulang dengan kedalaman yang lebih besar (misalnya sampai 40-50 m) atau pasang saringan, atau malah langganan PDAM saja. --- Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Di daerah endapan produk gunungapi sepertinya kasus > ini banyak terjadi.. > ____________________________________________________________________________________ Need Mail bonding? Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091 --------------------------------------------------------------------- siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini??? ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!! semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- ____________________________________________________________________________________ No need to miss a message. Get email on-the-go with Yahoo! Mail for Mobile. Get started. http://mobile.yahoo.com/mail

