kang oq, di tanah-air pun, kebijaksanaan seperti di manca negara tsb juga ada. hanya tampaknya tinggal sekedar 'aturan' saja. pelaksanaannya berbeda. jadi seperti disinggung oleh ketua pengda riau pada topik 'cost recovery', ya kembali kepada para manusianya.
saya kira ini sudah jadi rahasia umum... salam, syaiful On 1/26/07, oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau di negara manca nun jauh disana, terutama di perkotaan, juarang sekali orang membor air tanah. Seluruh kebutuhan air jadi tanggung jawab negara via PDAM lokal (bayar tentunya). Denger-denger untuk bisa ngebor, harus punya permit khusus, punya alasan kuat (misalnya PAM gak masuk untuk daerah rural), punya plan (reservoir mana yang akan di bor), berapa debit yang akan disedot dll. Bagus untuk menghindarkan pencemaran silang antar reservoir karena sumber daya air benar-benar dijaga. Kita harus bangga punya negara yang bebas merdeka...everyone for himself......he he he... Salam Oki (sekedar ngomong_ Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hmm..kalau nekat ingin tetap membor..saya coba membantu merangkum komentar dari rekan-rekan yang ada (silahkan dilengkapi atau dikoreksi) - Pindahkan lokasi pemboran dengan tetap memperhitungkan faktor teknis instalasi air ke rumah. - Hindari lokasi pemboran terlalu dekat dengan septik tank atau bekas timbunan sampah (kalau ada). - Negosiasikan kontrak bukan berdasarkan kedalaman tetapi berdasarkan kemungkinan mendapatkan air bersih. Sedikit catatan : di beberapa wilayah pemboran melebihi suatu kedalaman tertentu, perlu lapor ke instansi yang berwenang. - Pada saat pemboran sebaiknya ikut mengamati apakah memungkinkan mendapatkan lapisan yang didominasi oleh batuan ukuran pasir yang bersih tidak bercampur lempung atau debu (sebenarnya kalau dalam tatanan endapan gunungapi tidak menggunakan istilah pasir, tapi supaya tukangnya tidak bingung pak). - Setelah mendapatkan lapisan yang diinginkan, pasang pipa (casing) dan lakukan pengurasan. Hal ini untuk menghilangkan airtanah dari lapisan diatasnya yang memiliki kandungan material yang kaya bahan pelapukan oksida besi,mangan dan atau permanganat bercampur dengan airtanah ini dan menurunkan kualitas yang diharapkan. - Pada saat melakukan pengurasan, jika memungkinkan perhatikan fluktuasi muka airtanah, kecepatan muka airtanah untuk kembali ke posisi awal dapat digunakan untuk memperkirakan jenis pompa dan berapa lama pemompaan sebaiknya dilakukan dalam satu hari (recovery test). Sedikit catatan ; `jet pump` memiliki keterbatasan pengambilan airtanah hingga kedalaman maksimum 12 - 14 meter. - Airtanah, setelah pengurasan selesai, diambil dan ditest ke laboratorium kualitas air terdekat (bisa PAM, DepKes, universitas dan lain-lain). Air teh juga bisa digunakan jika hanya ingin menguji kandungan Fe saja. - Kalau kualitasnya masih tidak membaik... instalasikan alat penjernih air. Tidak perlu dilakukan pengukuran geolistrik, karena kedalaman akuifer sudah dapat diperkirakan dari data-data sumur yang telah ada dan juga kualitas air tidak dapat tergambarkan dari pengukuran ini. Yang bapak perlukan ; penelitian sebaran kandungan Fe dikaitkan dengan sistem pengendapan produk gunungapi serta tingkat lapukannya di daerah ini. Salam, Fajar (1141) --------------------------------- Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. --------------------------------- Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
-- Mohammad Syaiful - Explorationist Mobile: 62-812-9372808 Email: [EMAIL PROTECTED] Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) Head Office: Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140 Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini??? ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!! semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

