Betul sekali pak...
   
  Manajemen sumberdaya air `gaya negara kita` ini sangat bagus untuk membuat 
pusing para ahlinya...
   
  Sebenarnya membuat sumur bor seperti ini adalah alternatif terakhir karena 
ketiadaan perusahaan air yang mampu menyediakan air yang diinginkan (PAM). 
kalau dibalik ke PAM-nya, akan muncul alasan ketersediaan air yang terbatas 
danatau kebocoran/keterbatasan jaringan.
   
  Ketersediaan air .. ; kalau dilihat kasus-perkasus PAM dikita ; cenderung 
menghindari airtanah karena isu lingkungan dan kuantitas yang terus menurun. 
Pemanfaatan air permukaan mengakibatkan pengelolaan air terpusat, sehingga 
mereka yang jauh dari `pusat` baru bisa menikmati air `tengah malam` atau 
digilir. Pemanfaatan air hujan... agak sulit untuk diaplikasikan di daerah 
perkotaan.
   
  Solusi terbaik saat ini ...dalam pemilihan lokasi perumahan, masukkan juga 
faktor air sebagai salahsatu parameter ekonomis atau tidak.
   
   
  Salam,
  Fajar (1141)

oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kalau di negara manca nun jauh disana, terutama di perkotaan, juarang sekali 
orang membor air tanah.

Seluruh kebutuhan air jadi tanggung jawab negara via PDAM lokal (bayar 
tentunya).

Denger-denger untuk bisa ngebor, harus punya permit khusus, punya alasan kuat 
(misalnya PAM gak masuk untuk daerah rural), punya plan (reservoir mana yang 
akan di bor), berapa debit yang akan disedot dll. Bagus untuk menghindarkan 
pencemaran silang antar reservoir karena sumber daya air benar-benar dijaga.

Kita harus bangga punya negara yang bebas merdeka...everyone for 
himself......he he he...

Salam 
Oki
(sekedar ngomong_



 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke