Artefak yang ditemukan dalam jumlah besar (kecil) harus didukung berbagai data lainnya untuk interpretasi lebih lanjut. Apakah situs tempat penemuan tersebut adalah : 1. Situs Perbengkelan (Tempat pembuatan alat) 2. Situ Pemakaman 3. Situs Hunian 4. dll
Situs perbengkelan biasanya akan ditemukan dengan jumlah besar dan sisa sisa dalam pembuatan artefak tersebut dan juga alat-alat yang dipergunakan untuk membuat artefak. Situs perbengkelan sering kali jauh dari pemukiman. Mungkin saja untuk menjaga hunian agar tidak terganggu dengan aktivitas perbengkelan. Situs pemakaman biasanya sebgai bekal kubur, biasanya juga membentuk pola. Ditemukan bersama dengan artefak lainnya. Sering kali ada binatang kesayangannya, ada tulang2 yang sudah menjadi fosil, ada grabah, dll. Untuk bisa medapatkan hasil yang lebih lanjut sebaiknya dilakukan rescue excavation. benz Pada tanggal 07/01/29, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Mas Miko Kalauartefak itu ditemukandisatu tempat dalamjumlah yang besar seperti PONOROGO itu , apakah dapat diiterpetasikan bahwa lokasi tsb merupakan suatu komunitas yang besar ???? Selanjutnya kalau iya , bagaimana memginterpetasi kan lebih lanjut ? Si-Abah ___________________________________________________________________ Pak Rovicky, > > Ide penyimpanan benda prasejarah di ruang maya tentunya sangat bagus. Hal > ini rasanya telah dilakukan oleh Museum Geologi Bandung. Hanya kalau bisa > memamerkannya langsung ke masyarakat yang tak punya akses ke ruang maya, > tentunya akan lebih bagus lagi. Masalah tempat ? Walahaula .......... > kalau Tuhan menghendaki, maka tak ada hal yang tak mungkin. > > Sebetulnya sangat sayang kalau ribuan artefak karnelian berkualitas > batumulia yang berkaitan dengan peradaban manusia Paleolitikum sampai > Neolitikum tersebut tersimpan terus di peti (seperti halnya benda2 > tinggalan manusia pra-sejarah dari Situs Gua Pawon hasil temuan KRCB dan > Balai Arkeologi Bandung). Inilah yang jadi pikiran mang Okim dan rekan2 di > KRCB . > > Salam batumulia, mang Okim > > > > > Sent from my BlackBerry(r) wireless device > > -----Original Message----- > From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Sun, 28 Jan 2007 09:57:28 > To:[email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] TEMUAN ARTEFAK : ADA SARAN ??? > > >> Mang Okim pernah diberi kesempatan melihat koleksi artefak di Museum >> Geologi termasuk yang dari Kali Baksoko / von Konigswald. Sebagian besar >> koleksi tersebut masih tersimpan rapih di laci2 tertutup dalam ruang >> penyimpanan koleksi , tidak dipamerkan. Masalahnya tentu tempat. >> > > Kalimat Mak Okim diatas sebenernya sudah sering terdengar di kalangan > "musium-ist" ... wah ini isitilah ngawunya librarians. Bagi mereka yg > berkecimpung atau konsen dengan barang2 yg perlu dilestarikan tentunya > "tempat", space atau ruang sering menjadi kendala untuk menyimpan. > Termasuk kita juga, bagaimana sulitnya menyimpan barang2 kenangan > semasa SMA dulu, foto, buku2 kecil, catatan, bahkan mungkin surat > cinta pertama yg ditulis di kertas merah jambu ... wupst. > > Perlukah menyimpan barang2 kunoi begini? ya tentu saja buat kita > perlu. Sebenarnya bukan hanya kita yang konsen dengan milik kita saja. > Barang langka merupakan hasil budaya. Budaya pun bisa dicuri. Sebagai > contoj kongkrit Malaysia sedang mengumpulan hasil kebudayaan bangsa > melayu bahkan Jawa untuk di klaim sebagai budaya Malaysia. Batik sudah > beberapa dipatenkan di Malaysia, > > Sayangnya menyimpan barang lama-lama akan menumpuk. Ruang almaripun > tak cukup. Sehingga kita memerlukan ruang khusus menyimpan "koleksi" > kita. Salah satu ruang koleksi yaitu gedung musium tetapi gedung ini > terbatas. Nah ruang yang masih luas hanyalah ruang maya ... "virtual > space". > > Mungkin saatnya kita menympan "barang-barang" artefak2 seperti ini > dalam ruang maya. Semua parameter fisis diukur, geometri juga diukur, > didiskripsikan dan disimpan dalam ruang maya utk disebar luasakan. > > rdp > > --------------------------------------------------------------------- > siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini??? > ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau > Dewata!!! > semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional... > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

