> Mas Miko Pertanyaan sebelumnya itu sebenarnya mengarah pada kemungkinan dipamerkan menjadi satu "display" yang lebih lengkap (bukan hanya , artefak). kehidupan nenek moyang saya itu ??? Tapi ini tentunya memerlukan penelitian yang lebih lanjut dari para arkeolog.
Apalagi kalau dalam bentuk diorama , kan akan lebih menarik ? Salam dari orang Ponorogo. Si-Abah ____________________________________________________________________ Yth Pak Benyamin, > > Terima kasih atas pencerahannya. Masalahnya, artefak sebanyak itu datang > sendiri ke Bandung. Sewaktu mang Okim berkunjung ke lokasi , mang Okim > hanya 1-2 jam tinggal di lapangan ( berangkat subuh dari Pacitan, jam > 10.00 > janji bertemu dengan pimpinan Pondok Pesantren Gontor ... tahun 2005 ). > Contact person mang Okim menjelaskan bahwa akik karnelian yang dikirim > ke mang Okim digali dari beberapa lokasi ( bukit dan lembah ). Hanya > kawasannya di sekitar suatu dataran tinggi yang menurut Pak Tjia telah > mengalami beberapa kali up-lifting. > > Betapapun, seandainya ada satu museum yang memamerkan khusus ribuan > artefak lengkap dengan deskripsi tipologi dan kemungkinan pemanfaatan dan > umurnya, apalagi dengan peragaan cara membuat dan membentuk artefak, > apa tidak akan menarik ribuan wisatawan local dan mancanegara, apalagi > kalau katalognya telah dibikin. Itu siih bayangan mang Okim lho. > > Salam batumulia, miko > > > > ----- Original Message ----- > From: "benyamin sembiring" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, January 29, 2007 1:41 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] TEMUAN ARTEFAK : ADA SARAN ??? > > >> Artefak yang ditemukan dalam jumlah besar (kecil) harus didukung >> berbagai >> data lainnya untuk interpretasi lebih lanjut. Apakah situs tempat >> penemuan >> tersebut adalah : >> 1. Situs Perbengkelan (Tempat pembuatan alat) >> 2. Situ Pemakaman >> 3. Situs Hunian >> 4. dll >> >> Situs perbengkelan biasanya akan ditemukan dengan jumlah besar dan sisa > sisa >> dalam pembuatan artefak tersebut dan juga alat-alat yang dipergunakan > untuk >> membuat artefak. Situs perbengkelan sering kali jauh dari pemukiman. > Mungkin >> saja untuk menjaga hunian agar tidak terganggu dengan aktivitas >> perbengkelan. >> >> Situs pemakaman biasanya sebgai bekal kubur, biasanya juga membentuk >> pola. >> Ditemukan bersama dengan artefak lainnya. Sering kali ada binatang >> kesayangannya, ada tulang2 yang sudah menjadi fosil, ada grabah, dll. >> >> Untuk bisa medapatkan hasil yang lebih lanjut sebaiknya dilakukan rescue >> excavation. >> >> >> benz >> >> Pada tanggal 07/01/29, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> menulis: >> > >> > >> > >> > > >> > Mas Miko >> > >> > >> > Kalauartefak itu ditemukandisatu tempat dalamjumlah yang >> > besar seperti >> > PONOROGO itu , apakah dapat >> > diiterpetasikan bahwa lokasi tsb merupakan >> > suatu >> > komunitas yang besar ???? >> > >> > Selanjutnya kalau iya , >> > bagaimana memginterpetasi kan lebih lanjut ? >> > >> > >> > Si-Abah >> > >> > >> > ___________________________________________________________________ >> > >> > >> > >> > >> > Pak Rovicky, >> > > >> > > Ide >> > penyimpanan benda prasejarah di ruang maya tentunya sangat bagus. Hal >> > > ini rasanya telah dilakukan oleh Museum Geologi Bandung. Hanya >> > kalau bisa >> > > memamerkannya langsung ke masyarakat yang tak punya >> > akses ke ruang maya, >> > > tentunya akan lebih bagus lagi. Masalah >> > tempat ? Walahaula .......... >> > > kalau Tuhan menghendaki, maka tak >> > ada hal yang tak mungkin. >> > > >> > > Sebetulnya sangat sayang >> > kalau ribuan artefak karnelian berkualitas >> > > batumulia yang >> > berkaitan dengan peradaban manusia Paleolitikum sampai >> > > >> > Neolitikum tersebut tersimpan terus di peti (seperti halnya benda2 >> > > tinggalan manusia pra-sejarah dari Situs Gua Pawon hasil temuan >> > KRCB dan >> > > Balai Arkeologi Bandung). Inilah yang jadi pikiran >> > mang Okim dan rekan2 di >> > > KRCB . >> > > >> > > Salam >> > batumulia, mang Okim >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > Sent from my BlackBerry(r) wireless device >> > > >> > > >> > -----Original Message----- >> > > >> > From: "Rovicky Dwi >> > Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> >> > > >> > > Date: Sun, >> > 28 Jan 2007 09:57:28 >> > > To:[email protected] >> > > Subject: >> > Re: [iagi-net-l] TEMUAN ARTEFAK : ADA SARAN ??? >> > > >> > > >> > >> Mang Okim pernah diberi kesempatan melihat koleksi artefak di >> > Museum >> > >> Geologi termasuk yang dari Kali Baksoko / von >> > Konigswald. Sebagian besar >> > >> koleksi tersebut masih tersimpan >> > rapih di laci2 tertutup dalam ruang >> > >> penyimpanan koleksi , >> > tidak dipamerkan. Masalahnya tentu tempat. >> > >> >> > > >> > > Kalimat Mak Okim diatas sebenernya sudah sering terdengar di >> > kalangan >> > > "musium-ist" ... wah ini isitilah ngawunya >> > librarians. Bagi mereka yg >> > > berkecimpung atau konsen dengan >> > barang2 yg perlu dilestarikan tentunya >> > > "tempat", >> > space atau ruang sering menjadi kendala untuk menyimpan. >> > > >> > Termasuk kita juga, bagaimana sulitnya menyimpan barang2 kenangan >> > > semasa SMA dulu, foto, buku2 kecil, catatan, bahkan mungkin surat >> > >> > > cinta pertama yg ditulis di kertas merah jambu ... wupst. >> > > >> > > Perlukah menyimpan barang2 kunoi begini? ya tentu saja >> > buat kita >> > > perlu. Sebenarnya bukan hanya kita yang konsen dengan >> > milik kita saja. >> > > Barang langka merupakan hasil budaya. Budaya >> > pun bisa dicuri. Sebagai >> > > contoj kongkrit Malaysia sedang >> > mengumpulan hasil kebudayaan bangsa >> > > melayu bahkan Jawa untuk di >> > klaim sebagai budaya Malaysia. Batik sudah >> > > beberapa dipatenkan >> > di Malaysia, >> > > >> > > Sayangnya menyimpan barang lama-lama >> > akan menumpuk. Ruang almaripun >> > > tak cukup. Sehingga kita >> > memerlukan ruang khusus menyimpan "koleksi" >> > > kita. >> > Salah satu ruang koleksi yaitu gedung musium tetapi gedung ini >> > > >> > terbatas. Nah ruang yang masih luas hanyalah ruang maya ... "virtual >> > >> > > space". >> > > >> > > Mungkin saatnya kita >> > menympan "barang-barang" artefak2 seperti ini >> > > dalam >> > ruang maya. Semua parameter fisis diukur, geometri juga diukur, >> > > >> > didiskripsikan dan disimpan dalam ruang maya utk disebar luasakan. >> > > >> > > rdp >> > > >> > > >> > --------------------------------------------------------------------- >> > > siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini??? >> > > ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di >> > Pulau >> > > Dewata!!! >> > > semarakkan dengan makalah-makalah >> > yang berkualitas internasional... >> > > >> > --------------------------------------------------------------------- >> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> > >> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> > >> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> > > Pembayaran >> > iuran anggota ditujukan ke: >> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia >> > Jakarta >> > > No. Rek: 123 0085005314 >> > > Atas nama: Ikatan >> > Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia >> > > No. Rekening: 255-1088580 >> > > A/n: Shinta Damayanti >> > > IAGI-net Archive 1: >> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> > > IAGI-net >> > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> > > >> > --------------------------------------------------------------------- >> > > >> > > >> > >> > >> > >> > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual > Convention and Exhibition, > Patra Bali, 19 - 22 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

