Semoga ketegasan yg dirancang pemerintah bener2 dijalankan dengan tegas 
oleh seluruh stake holder migas. 
   
  ar-.
   
   
                 Selasa, 30 Januari 2007       Target produksi minyak sebesar 
1,3 juta barel per hari (bph) yang dicanangkan pemerintah bukanlah tanpa 
perhitungan, bahkan, menurut Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan 
Keuangan, Novian M Thaib, target sebesar itu dihasilkan dari perhitungan dan 
analisa yang lengkap dan matang. 
   
  ‘’Angka 1,3 juta bph dihasilkan dari analisa dan perhitungan yang matang oleh 
para ahli,’’ ujar SAM Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Keuangan Novian M Thaib, 
saat memberikan keterangan kepada wartawan Senin (29/1) di Jakarta. Hadir pada 
acara itu Gubernur OPEC Indonesia Maizar Rahman, Staf Ahli Kepala BP Migas 
Abdul Muin dan pengamat perminyakan Kurtubi.
   
  Pemerintah kini terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan target 
produksi minyak tersebut. Selain mendorong para perusahaan kontraktor migas 
untuk menggenjot produksinya, berbagai kebijakan juga tengah digodok untuk 
menarik investor. Selain itu, pemerintah akan semakin tegas terhadap kontraktor 
migas yang tidak menjalankan komitment investasi.
  Menurut Staf Ahli Kepala BP Migas Abdul Muin, persoalan yang dihadapi 
produksi migas di Indonesia adalah banyaknya lapangan tua. ‘’Hampir 90 % 
lapangan produksi yang ada merupakan lapangan tua dengan cadangan yang semakin 
menipis,’’ ujarnya. Namun demikian upaya mendorong produksi terus dilakukan.
   
  Sedang pengamat perminyakan Kurtubi mengungkapkan sebenarnya peluang untuk 
meningkatkan produksi minyak di Indonesia masih terbuka lebar. Hanya saja 
diperlukan syarat untuk lebih mengintensifkan lagi kegiatan eksplorasi. 
Selanjutnya disebutkan ada sejumlah kontrak yang sudah ditandatangani yang 
perlu untuk didorong melakukan komitment investasi.

 
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

Kirim email ke