maaf, sami mawon dg imil dari pak agus endratno, imil dari pak/bu 'et'
ini kok kurang jelas buat saya. apa yg diharapkan secara jelas dari
rekan2 geolog lainnya?
kalo disebutkan sudah melaksanakan pendidikan aktipis di jawa dan akan
dilanjutkan di sumatra, papua, dsb; sama dg pertanyaan saya kepada pak
agus hendratno: siapa atau apa institusi yg menyelenggarakannya? tentu
saja saya bermaksud baik, siapa tahu iagi (ingat lho, ini milis iagi)
dapat membantu.
dari 'wacana' yg dituliskan oleh rekan 'et', tentunya seorang ahli
geologi bukan sekedar berpihak kepada yg 'korban dan kelompok rentan';
yg lebih penting menurut saya adalah kita sbg ahli geologi tetap
berpihak kepada kebenaran. kita semestinya bisa membedakan, kapan
harus memberikan pernyataan ketika diminta sbg seorang ahli geologi
thd suatu masalah, dan ketika bertindak sbg seorang 'dermawan' yg
harus memberikan bantuan kepada 'korban' pada suatu bencana.
semoga bermanfaat.
salam,
syaiful
*pecinta alam, dari dulu sampai sekarang...
(juga teman syamsu alam maupun harry alam, he..he..)
On 2/18/07, ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pencinta alam, geologiawan dan gugatan publik..
wah asyik bener pak agus.... aku bersyukur kalo semangkin banyak kawan-kawan
pencinta alam yang suka ke urusan kebencanaan.. setidaknya keancamanan....
(aku sendiri rada serius kampanye "membedakan" keancamanan dan kebencanaan
ini....)
setidaknya alhamdulillah kawan-kawan pencintalam yang sekarang banyak jadi
relawan walhi semangkin faham masalah-masalah kebencanaan, bukan sekedar
keancamanan. hubungannya memang enggak terlalu sederhana antara keduanya,
tapi secara garis besar kan bisa dikatakan bahwa pemahaman kita atas kawasan
rawan ancaman geologi, menjadikan kita mampu meredam risiko bencana.......
selain yang pak agus sampaikan tadi, alhamdulillah serangkaian pendidikan
aktivis dilakukan di banyak kota di jawa, dan rencana akan dilanjutkan di
sumatra, papua dan timor... dari obrolan-obrolan dengan para peserta,
kesulitannya mencari informasi yang cukup tentang informasi fenomena (dan
aktivitas berbau) geologi yang dilihat dari kacamata ancaman sebagai bahan
analisis. sebagian besar fenomena geologi itu dilihat dari kacamata
sumberdaya... dari pendidikan aktivis itu, alhamdulillah kesadaran tumbuh.
kegiatan pencintaalam bukan bukan sekedar masuh keluar hutan atau naik turun
gunung, tetapi juga di urusan memetakan ancaman, sar dan sejenisnya.
terlebih, mereka mulai mau masuk ke urusan gugatan publik.
dari obrolan dengan kawan2 pendidikan aktivis itu, ketika bencana terjadi,
dan ketika masyarakat jadi korban, dan ketika melakukan gugatan-gugatan
(apapun jenisnya) mereka sulit mencari saksi ahli yang mau menjelaskan
fenomena "sebenarnya" dari ancaman geologi yang berpihak ke korban dan
kelompok rentan. rasanya, di kesempatan ini sekalian saya mau ngajak pak
agus, dan kawan2 para ahli geologi yang ada di milis ini. bersediakah
menjadi saksi ahli penggugat di urusan gugatan atas manajemen bencana......
ya, sampai saat ini saya menjadi salah satu "geologiawan" yang mau diajak
sebagai saksi ahli penggugat. buat saya sendiri, masalah bencana bukan
sekedar masalah ancaman, tetapi lebih kepada masalah manajemen. sehingga
yang diperlukan adalah menjelaskan dengan baik kondisi sebenarnya dari sisi
manajemen bencana yang dilihat oleh seorang geologiawan.
semoga bumi semangkin baik...
et (tms-7/kappala indonesia/upn veteran yogyakarta)
--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]
Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------