Mas Wahyu, angka 3 trilliun untuk Banjir Kanal itu masih bisa naik lagi, lho Mas. Untuk pembebasan lahan aja berapa, belum lagi kalau yg lahannya digusur g`kagak mau. Jadi alasannya pasti gini, dana kurang karena harga ganti rugi lahan masih jauh di bawah harga pasaran....
fw wahyu budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear All, "Mencegah lebih baik daripada mengobati". Kata pepatah ini sudah sering kita dengar dan diamini orang bila mendengarnya. Tetapi, ternyata sulit sekali untuk dilaksanakan. Sore ini detik.com memberitakan bahwa banjir di awal Febuari 2007 yang lalu menyebabkan kerugian sebesar kira-kira Rp. 8,8 Triliun. http://www.detikfinance.com/index.php/kanal.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/19/time/155940/idnews/744049/idkanal/4 Angak itu bukan angka yang kecil. Dan, banyak yang dapat bisa kita perbuat dengan uang sebesar itu. Sekarang coba kita ingat lagi, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk program penanggulangan banjir dari Pemda DKI? Pada tanggal 10 Febuari 2007 yang lalu, setelah banjir, Tempo Interaktif mengabarkan bahwa pemerintah menambah dana sebesar Rp. 2,7 Triliun untuk menyelesaikan Proyek Banjir Kanal Timur, dengan harapan proyek itu dapat selesai dalam 2 tahun. http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/02/10/brk,20070210-92915,id.html Denagn kondisi seperti itu, boleh kan bila kita bertanya, "Mengapa uang sebanyak itu tidak diberikan sejak Proyek BKT dicetuskan?" Secara sederhana, kalau uang sebanyak itu diberikan pada tahun 2003, setelah banjir tahun 2002. Sangat mungkin Jakarta tidak kebanjiran seperi di awal Febuari 2007 lalu. Katakanlah, bila kala itu diberikan sebesar 3 triliun, tentu masih "tidak kehilangan" sebesar 5 triliun. Adakah yang salah dalam cara "kita" berpikir? Bukankah itu berarti kita memilih "rugi" daripada "tidak rugi"? Entah sampai kapan pola berpikir seperti itu masih terus dianut oleh pengambil keputusan. Memang, dalam kondisi "tidak ada bencana" nilai 3 triliun "terasa sangat tinggi". Apalagi bila hanya untuk membuat kanal yang akan dilalui air setahun sekali. Tidak ada keuntungan materi yang langsung dari kanal-kanal itu. Hal ini berbeda dengan membangun pusat-pusat perdagangan dan bisnis. Semoga Banjir Jakarta 2007 dapat menjadi pelajaran, sehingga kita bisa memilih "tidak rugi". Salam WBS Teman di belakang kepala saya berbisik. Katanya: "Eh.., tapi kan yang 8,8 triliun itu ditanggung rame-rame, sedang kalau 3 triliun diberikan yang nanggung hanya pemerintah?" He...., he...., he.... ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. http://id.mail.yahoo.com/

