Fungsi mata digantikan oleh iptek, yang saya alami pertanyaan, mengapa
koq di lokasi itu yang dibor, jawabannya adalah berdasarkan kajian
geologi dan geofisika dalam kerangka petroleum system, jelas njelasin
satu per-satu parameter petroleum system termasuk migrasi dari source ke
reservoir. Ini saya bias jelaskan karena saya mempelajari ilmunya, tapi
kalau pertanyaannya tentang casing design tentu saya gak berkompeten,
bisa saya jawab gak tahu karena by training bukan ilmu saya. Jangan
sampai geologist sangat antusias bicara casing design dan Ir.
Perminyakan antusias bicara fault, akhirnya bingung semua.

 

Salam: LTH

 

  _____  

From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 30 Maret 2007 6:46
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Ahli Bahasa & Ahli Geologi

 

Maaf email lama, tapi cukup menggelitik. 

Semoga pak Luthfi tidak bertanya kepada ahli geologi bagaimana caranya
"melihat" migrasi minyak dari source ke batuan reservoar. Beberapa
pendekatan diperlukan untuk menggantikan fungsi mata untuk "melihat".
Menurut saya, yang perlu diperhatikan seberapa besar validitas dan
tingkat kemasukakalan dari pendekatan pendekatan tersebut berdasarkan
kajian ilmu yang ada. 

 

Sekedar tergelitik saja ...

selamat pagi semuanya ....



 

On 3/28/07, Achmad Luthfi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Tanya ahli bahasa/ahli hukum, menjadi saksi adalah mengatakan apa yang
kita saksikan dengan mata atau dengan pengalaman dan dengan ilmu. Kalo
kita tidak melihat/mengalami dan ilmu kita gak nyampe yha lebih baik
bilang tidak tahu. Contoh kalo melihat dengan ilmu, kalo ditanya "apakah
betul perang diponegoro berlangsung tahun 1825-1830" ? kita jawab yha
betul, pertanyaan berikut "apakah saudara menyaksikan ?" dijawab tidak
(belum lahir), pertanyaan berikut "saudara menjawab betul tapi saudara
tidak pernah menyaksikan, apakah jawaban saudara karangan belaka?"
dijawab, jawaban saya betul dan tidak dikarang. Pertanyaan berikut "kalo
saudara yakin jawaban saudara benar sedangkan saudara tidak menyaksikan
bagaimana saudara tahu" dijawab dari ilmu sejarah. Ini kelihatan
sederhana kira2 begitulah ber-liku2nya pertanyaan yang diajukan kepada
saksi. Sebaiknya kalo ragu2 dan tidak menyaksikan/mengalami dan ilmunya
gak nyampe lebih baik dijawab tidak tahu. Ini ilustrasi dari pengalaman
real 

 

Salam, 

  

Kirim email ke