Eh ma'af, font-nya kok kebesaran pada email kami tadi, tak sengaja.
Namun untungnya gag font 70.
 
Wah Bang Amiyul, memang 7 huruf. Nah 7 itu hanyalah satu angka prima.
Harus ada angka lain supaya ada angka 7 itu bermakna. Semakin kecil
primanya, semakin banyak muncul di alam, hipotesa saya. Misal 5, 3, 2,
dan 1, lebih banyak nongol di banding 7. Sementara Mas Anca, sebut,
lebih banyak nongol 7 karena adalah prima terbesar pada dasa'an hingga
angka 10.
 
Prima, pada angka hingga 100,  itu ada yang berpasangan yang tambahan 2.
Daftar tersebut, yakni, dengan tanpa kurung artinya berpasangan : 1-3,
5-7, 11-13, 17-19, (23), 29-31, (37), (43), (47), (53), 59-61, (67),
71-73, (79), (83), (89), (93), (97).
 
Sebenarnya, yang saya lakukan adalah mencari kondisi unik 7. Yang
terjadi, untuk mengetahui ini ada, maka banyak sekali yang teranalisa,
jadi ya podho-wae, cari pengatuhan sebanyak-banyaknya. Sering, untuk
mendapatkan satu angka unik 7, saya perlu 100 angka lain yang bukan 7.
Untuknya, si "bejo" itu banyak dapat angka 7.  
 
Salam,
MYT.

________________________________

From: Ahmiyul Rauf [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, April 03, 2007 3:09 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Nama saya Ahmiyul (7) dan Maryanto (7+1). Angka 7 memang hebat, tapi
angka 5 juga hebat (Pancasila), dan sholat  lima waktu, terus kalau
pembagian harta rampasan juga pembagian 5. Kalau isteri maksimum 4
(bukan 7 lho..). Tidak kalah hebatnya angka 17 (hari kemerdekaan), dan
rakaat sholat (17/hari), serta malam nuzul Quran (17 ramadhan).. Mungkin
Pak Maryanto bisa menjadikan semua angka itu terkait dg bilangan 7..

 

Wassalam

Ahmiyul Rauf

 

-----Original Message-----
From: Maryanto (Maryant) [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, April 03, 2007 14:51
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)

 

Sejak th '77, hingga tahun '07, hanya ada 7 gempa dunia yang skalanya
lebih besar dari  7 +  7/7 Mw  (maksudnya 8 Mw keatas). Dari 7 gempa
besar yang ada tersebut, hanya 7/7 kejadian (maksudnya 1 kejadian saja),
yang tak di Minggu purnama+minggu Bulanmati, (dari USGS).

 

Ini membenarkan hipotesa bahwa lebih banyak gempa pada High tide week
(Minggu Purnama dan Minggu Bulan mati), di banding pada Minggu low tide.

 

Siklus penanggalan komariah, tanggal MInggu purnama : 12-17, Minggu
bulanmati: 26-4, sisanya minggu low tide.

 

Minggu Purnama, 2007, Solomon, 14 Robiul Akhir 1428, 2 April 2007, 8.1 M

Minggu Bulanmati, 2007, Kuril, 26 Dzulhijah 1428, 13 Januari 2007, 8.1 M

Minggu Bulanmati, 2006, Tonga, 4 Robiul akhir 1427, 3 may 2006, 8.0 M

Low tide week, 2006, Kuril, 24 Syawal 1427, 15 Nov 2006, 8.3 M

Minggu Purnama, 2005, Nias, 17 Safar 1426, 28 Maret 2005, 8.7 M

Minggu Purnama, 2004, Aceh, 14 Dzul Qaidah 1425, 26 Desember 2004, 9.0 M

Minggu Bulanmati, 2003, Hokkaido, 28 Rajab 1424, 25 Sep 2003, 8.3 M

 

Selama 1977 sampai 2002: tak ada yang lebih besar 8 magnitude.

Se-7 ? 

Minggu purnama kini, juga banyak gunung  di Indonesia yang lebih aktif,
mungkin 7 gunung (? he..he..he..).

 

Salam,

MYT.

 

________________________________

From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, April 03, 2007 10:06 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific, 2
April 2007 (8.1 Mw)

Seperti diberitakan di media2, telah terjadi gempa besar yang disertai
tsunami Senin 2 April 2007 dini hari kemarin (waktu Indonesia) di
Kepulauan Solomon, timur-tenggara Papua New Guinea. Pusat gempa
berlokasi di laut sekitar 40 km selatan-tenggara Gizo, New Georgia
Islands, Solomon Islands. Gempa berkekuatan 8,1 Mw (sekitar 7.5 skala
Richter) dari kedalaman 10 km (data sementara) itu terjadi pada pukul
07.39  waktu setempat. 

Sementara ini dilaporkan bahwa gempa dan tsunami tersebut telah
menewaskan 13 orang, belum tercatat korban hilang. Beberapa desa rusak
berat, 300 rumah, sekolah, rumah sakit rusak parah di Sasamunga dan
sekitar 500 rumah rusak di Gizo (keduanya di New Georgia Islands).
Kerusakan akibat tsunami juga terjadi di Lefung, Taro, Honiara (pulau2
di sekitar Solomon) dan juga merusak kawasan Rossel Island dan
Bougainville, Papua New Guinea. 

Secara tektonik, gempa Solomon ini terjadi pada area batas Lempeng
Pasifik dengan tripple junction lempeng-lempeng samudra Australia
(bagian samudranya), Woodlark, dan Solomon. Ketiga lempeng kecil
tersebut mengkonvergensi Lempeng Pasifik ke arah timurlaut dan
timur-timurlaut pada kecepatan 90-105 mm/tahun. Lempeng-lempeng kecil
ini menunjam terhadap Lempeng Pasifik dan menghasilkan sistem busur
kepulauan Solomon Islands dan sekitarnya (Bismarc-Solomon-New Hebrides).
Focal mechanism berdasarkan Global CMT Project Moment Tensor Solution
menunjukkan pematahan yang berhubungan dengan gerak konvergensi ini,
yaitu thrusting dengan sedikit komponen oblique pada strike 331 NE
berkemiringan 38 deg. Gempa Solomon kemarin ini terjadi pada segmen
sepanjang 250 km yang sejak awal abad ke-20 tak pernah mengalami gempa
lebih besar dari 7,0 Mw. 

 

Tsunami terjadi karena semua syaratnya terpenuhi : pusat gempa di laut,
pematahan tegak dominan (thrusting), kekuatan di atas 6.5 SR, dan
kedalaman pusat gempa dangkal (sementara dilaporkan 10 km).

 

Salam,

awang

 

 

Kirim email ke