mas uun kaverboi yang ganteng - memang mustinya gitu. itu sih dulu sampeyan bikin forum sendiri gak jadi....hahaha...... but we can do something about it. mungkin pakai fosi yang lebih responsif dan eksplosif. kalau fosi bisa mulai tour lecturing, kenapa gak bisa buat pengabdian masyarakat, ya gak boss syaiful? tapi mas uun yang musti jad anchornya, sebab semua udah pada mencelat keluar (hasan, herman, deddy, minarwan). tapi udah banyak kader2 yang masih muda dan seger2 kayaknya.
briket batubara pernah dikembangin pt bukitasam, tapi gak jalan karena kurang menguntungkan. masalah kultur indonesia kali, karena orang sekarang pakai gas. tapi mereka udah bagus, jadi yang low-grade coalnya yang gak bisa dipasarin, mereka akan masukn ke pltu mulut tambang yang akan dbangun persis di mulut tambang. jadi low-grade coal yang cadangannya banyak banget bisa bles-bles masuk pltu. kalau gas, terutama dapur, itu masalah kualitas rasanya. sebab kalau beli di jakarta, paling cuma buat 1-2 minggu. sementara kalau di kl dengan gas yang sama bisa tahan sampai 3 bulanan. lha wong di luanda angola yang notabene di afrika dan baru lepas perang 5 tahun yang lalu aja gasnya bisa buat 2-3 bulanan. mungkin ini sama dengan bbg, makanya gak laku salam - aris 2007/4/12, Kuntadi, Nugrahanto <[EMAIL PROTECTED]>:
mustinya program pengabdian masyarakat dari lembaga2 penelitian terkemuka di Indonesia lebih menyentuh ke akar rumput ya Ris? spt di China yg konon sosialis komunis tetapi malah bisa implementasikan hal ini. kalau permasalahannya ke dana, sebenarnya ini masalah pengalokasian sekian persen lah dari total project gas hydrate palung Sunda dipakai untuk mengembangkan dana pembangkit listrik biogas di pesisir Jawa Barat dan selatan Lampung....misalnya aja ini sih. kemarin, untuk ke sekian kalinya saya membaca kisah seorang ahli Sosek Pertanian IPB (ibu ibu) yg telah menyumbangkan daya pikirnya untuk membuat turbin tenaga air di pedesaan. dulu pernah ada juga yang mengembangkan tungku pembakaran sampah mini di Jawa Tengah datang dari kalangan penduduk biasa yg belajar dari membaca, dimana alat tungku nya ini bisa mengatasi limbah sampah dari beberapa desa. belum lagi yang mengutak atik kompor minyak tanah menggunakan campuran air utk mengatasi makin langka dan mahalnya minyak tanah. pertanyaan lainnya, kemanakah briket batubara yang dulu pernah ramai. juga apa kabar bus kota BBG yg jumlahnya di DKI semakin menyusut - tp alhamdulillah masih ada busway, taksi dan bajaj BBG...mudah2an gak musiman bahkan semakin banyak. tetapi saya sih berprasangka baik bahwa sebenarnya semangat kesini ada tapi mungkin "publikasi" nya yang kalah.....krn kan biasa kalau sebuah lembaga penelitian membuat penemuan-2 hebat. nah baru berita kalau yang menemukan sesuatu adalah seorang guru SD atau orang biasa......wallahu'alam. ------------------------------ *From:* aris setiawan [mailto:[EMAIL PROTECTED] *Sent:* Thursday, April 12, 2007 11:43 AM *To:* [EMAIL PROTECTED] *Subject:* Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban Graben Pak Awang - Kalau teknologi sih rasanya gak ada masalah, terutama untuk CBM. Soalnya saya pernah baca di AAPG Bulletin, di China meeka bisa produksi CBM untuk pedesaan. Jadi mereka bikin sumur kecil2an, terus produksi methane-nya dialirin ke kampung-kampung. Secara teknologi, mereka bisa dan ekonomis lagi. Salam Aris 2007/4/11, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > > Waktu BPPT pernah punya program penyelaman dasar palung Sunda > dibaratdaya Jawa Barat, terungkap di situ bahwa palung Sumatra Jawa kaya > > sekali dengan fenomena BSRs (bottom-stimulating reflector) di bawah > dasar laut yang disepakati sebagai penciri kehadiran methan hydrate. > Grab sample di dasar laut bahkan menemukan spesies bakteri? methanophyl > yang hidup dari gas hydrate vents di dasar laut. > > Deep Makassar Strait pun kaya akan gas hydrate, semua fenomena yang > berhubungan dengan gas hydrate muncul di sana (BSRs, mud volcanoes, > submarine slides). Reservoirnya adadalah coarse-grained turbidites yang > dipasok dari Delta Mahakam sampai umur late Pliocene. Turbidit dari > delta Mahakam ini membawa terrigeneous plant-matter ke deep-water > environment dan menjadi biogenic gas di sana lalu terbekukan menjadi > hydrate karena temperature yang sangat rendah dan tekanan sangat besar. > Jackson (2004) pernah menghitung bahwa untuk kawasan Makassar Strait > seluas 8000 km2 saja bisa mengandung 67 TCF gas hydrate. Perlu diketahui > bahwa gas hydrate punya volume yang sangat termampatkan, begitu > diproduksikan ke permukaan ini bisa meliberasi kompresi yang dialaminya, > > bisakah fasilitas produksi menampungnya ? > > CBM, biogenic gas, hydrate gas deep-basin tight gas, atau stranded gas > sama sekali belum tergarap dengan baik di Indonesia. Tentu ini potensi > yang sangat besar, tinggal, mampukah kita mengelolanya ? > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, April 11, 2007 4:59 C++ > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban > Graben > > Oki, > selain Petronas, sudah banyak sekali perusahaan yang cukup jauh riset > nya utk produksi methane hydrate. > bukan yang dipermukaan laut, tetapi yang didalam sediment, sekian meter > dari dasar laut. > rasanya utk teknologi produksi ini negara eropah timur juga tidak > ketinggalan. > > fbs > > > ----- Original Message ---- > From: oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, April 11, 2007 1:12:43 AM > Subject: RE: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban > Graben > > > Frank, > Biogenic sebanding dengan methane hydrates > ...Maksudnya gimana? Setahu saya sih methane hydrates > belum ada yang memproduksi secara komersial sedangkan > biogenic gas sudah banya analog produksinya. > > Oh ya, untuk biogenic (ada juga sih campuran > thermogenicnya) gas di Jawa Timur, wa bil khusus (niru > bahasanya wan Abdullah) foraminiferal limestone model > reservoir di Terang-Sirasun-Maleo-Oyong-MDA dll, perlu > hati hati dalam merancang fasilitas produksinya . > > Bukan apa-apa, reservoirnya sangat friable dan > porositas inter maupun intra partikelnya amat besar > hingga kalau gasnya disedot, reservoir yang terdiri > dari cangkang-cangkam foram akan mengalami kolaps . > Karena posisinya yang dangkal, pengurangan volume ini > akan langsung diteruskan ke permukaan dalam bentuk > subsidence yang sangat signifikan. Kalau gak > hati-hati, platform yang anda bangun bisa-bisa > kerendam laut gara-gara fondasinya ambles .. > > Cheers > Oki > > > > From: Franciscus B Sinartio > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Tuesday, April 10, 2007 12:39 PM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] > > East Java - Tuban > > Graben > > > Di milis yang lain pernah dibahas ttg biogenic, > dan > > ada usul untuk > > membandingkan nya dengan methane hydrate di laut > > dalam. Sama gampangnya > > cari nya tetapi methane hydrate masih belum cukup > > dipahami bagaimana > > cara produksi nya. Katanya di Petronas lagi ada > > riset mengenai ini. > > > > fbs. > > nb: Abah, sorry pakai istilah yang tidak baku, > > istilah itu saya > > dapatnya dari milis ini juga. flip-flop itu > > maksudnya inverted > > stucture. > > > > > > > > ________________________________________________________________________ > ____________ > Don't pick lemons. > See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos. > http://autos.yahoo.com/new_cars.html > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the > 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ------------------------------------------------------------------------ > > ---- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the > 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ------------------------------------------------------------------------ > ---- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the > 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- =========================== Se queremos progredir, n�o devemos repetir a hist�ria, mas fazer uma hist�ria nova. If we want to progress, we do not have to repeat history, but to make a new history.
-- =========================== Se queremos progredir, não devemos repetir a história, mas fazer uma história nova. If we want to progress, we do not have to repeat history, but to make a new history.

