Mas Agus ,  sebetulnya di Ngebel-Wilis itu potensinya cukup besar , dari data 
Badan Geologi ada 120 MW potensi panasbumi didaerah tsb ( hasil evaluasi dari 
data Geol.Geof,Geokimia dan sumur landaian suhu ), ini bisa untuk menerangi 
seluruh Kabupaten lan  isih ono turahane. Dulunya daerah ini WKP Pertamina , 
sekarang sudah diserahkan ke Pemerintah ( Pusat/Daerah ). Sebetulnya bisa juga 
panasbumi tsb disamping untuk listrik juga untuk non listrik ( 
pengeringan/pemanasan/sterilasi/dll ), di Kamojang ada panasbumi untuk Agro 
Industri ( Pembibitan Jamur ) , di Lampung ada Panasbumi untuk Peneringan Kopra 
, dan sat ini di Wayang Windu lagi dilakukan studi untuk Proses industri ulat 
sutera , yang semuanya itu untuk pemberdayan masyarakat ( KomDev) . Disamping 
untuk industri komersiel ( industri Pabrik Teh ). 
Sebetulnya banyak sumber-sumber energi lokal yang bisa dimanfaatkan untuk 
linkungannya sendiri. misalnya Biogas dari septitank ( dg design septitank 
tertentu mengubah kotoran manusia menjadi biogas ) untuk Masak RT / pengganti 
Gas LPG , Kompor matahari ( alat masak yang memanfaatakan sinar matahari bahkan 
untuk memasak air satu ceret cuma dibutuhkan waktu 15 meneit ) ada Kompor yang 
hanya menggunakan  beberapa ranting ranting dedaunan yang jatuh dari pohon 
pohon disekitarnya ( tanpa menebang ) bisa untuk menanak nasi dg cepat ( 10 
menit), dll
Namun demikian untuk membuat peralatan konversi energi tsb membutuhkan dana 
yang bagi masayarakat Ndeso ( isitilahe Tukul) masih cukup berat , namun 
sebetulnya masih dibawah harga Laptop nya DPR ( coba kalau DPR/DPRD dana 
Laptopnya yang milyaran itu diberikan untuk membantu penyediaan energi pedesaan 
yang sederhana spt saya sebutkan tadi , mungkin sudah cukup membantu banyak. 
Jadi bisa mengurangi antrian minyak tanah .
Kebetulan Mas Agus sering "Kluyuran no Ndeso ndeso" tahu betul apa yang 
dibutuhkan "Wong Ndeso" itu tidak neko neko, dengan sentuhan "Teknologi 
Sederhana " saja sudah cukup , tapi yo kuwi karena tidak "Bankable" atau tidak 
ada nilai :politisnya"biasanya sulit sekali untuk berkembang. namun kalau beli 
Laptop kok gampang sekali ya , padahal paling banter cuma untuk ngetik doang, 

ISM

  ----- Original Message ----- 
  From: Agus Hendratno 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, April 12, 2007 2:28 AM
  Subject: Re: [iagi-net-l] energi murah utk pedesaan


  ada beberapa pemerintah daerah yang mencoba mengoptimalkan potensi energi 
untuk pedesaan. Yang kebetulan saya turut mendampinginya (tapi ternyata tidak 
mudah menembus batas-batas kewenangan dan birokrasi). Idenya cukup sederhana 
dari masyarakt Ngebel (ponorogo) dan Tlanakan (Pamekasan). Rakyat di sekitar 
telaga "kaldera" Ngebel (di lereng barat G.Wilis, Ponorogo, Jawat Timur: yang 
kebetulan hari ini tadi, saya mendapat call dari anggota Tagana/ Taruna Siaga 
Bencana bahwa di dusun Ngebel terancam longsor, longsor sudah terjadi dan 
ikutannya mengancam 90 KK); membutuhkan energi untuk industri pasca panen. Di 
seberang tenggara dari telaga Ngebel, ada sumur panasbumi (pertamina) yang 
pernah di bor pada tahun 1992-an. Sumur tersebut sekarang tertutup, dan semua 
data eksplorasi panasbumi sekarang ada di pemerintah (ESDM). Nah, dalam suatu 
dialog di pendopo bupati ponorogo, anggota dprd, tokoh masyarakat, LSM, juga 
pemerintah, meminta potensi panasbumi di Ngebel bisa dikembangkan dan 
dimanfaatkan untuk kebutuhan energi di pedesaan (lokal), minimal untuk 
kebutuhan agroindustri pasca panen; syukur untuk kebutuhan listrik. Dan di 
kawasan telaga Ngebel, ada peluang pengembangan potensi wisata alam, kegiatan 
ekowisata, bahkan peluang kegiatan geowisata. Namun potensi tersebut, maju 
tidak; mundur juga tidak. Emann....
  Nah, semua elemen masyarakat Ngebel berharap bahwa potensi panasbumi (berapa 
pun besarnya) dapat dikembangkan untuk menopang perekonomian pedesaan yang 
berbasis pertanian dan "pariwisata alam".
  Yang kedua : di desa Larangan Tokol, Tlanakan, barat daya kota Pamekasan; ada 
rembesan gas yang konon cerita oleh penduduk lokal : sudah sejak nenek moyang 
(entah kapan...), semburan gas tersebut tidak pernah mati. Saya hanya mampu 
sampling gas tersebut dan setelah saya uji, gas tersebut berupa termogenik gas 
: CH4 sebesar 326.870 ppm dan C2H6 sebesar : 3.085 ppm. Dan di beberapa wilayah 
tengah Pulau Madura banyak rembesan gas. Masyarakat setempat membayangkan dan 
berharap (karena masyarakat rentan ekonomi itu "cuma bisa membayangkan") adalah 
memanfaatkan rembesan gas untuk kegiatan energi di pedesaan, taruhlah bisa 
didistribusikan sebagai bahan bakar masyarakat, industri pedesaan, atau jika 
cadangan gas tersebut sangat besar, bahkan untuk PLTU. Ini impian mereka. Semua 
kita telah tahu, bahwa di Watudakon (Mojokerto) ada rembesan gas bercampur 
dengan air ber-yodium, ternyata juga dapat di-eksploitasi untuk industri 
farmasi dan beberapa rembesan gas di sana, bisa di-distribusikan langsung untuk 
kebutuhan masyarakat pedesaan. 
  Memang ada sebagian masyarakat di Larangan tokol, takut ada industri atau 
teknologi masuk pedesaan. Andaikata bisa dikembangkan baik di Larangan Tokol 
maupun di Ngebel, kayaknya pemerintah lokal juga gak punya 
power....kepriben...kaleee.
  Kita masuk sebagai profesional pun, hanya berhenti sampai memberikan 
alternatif-alternatif untuk improve memberikan fakta, kemungkinan 
pengembangannya, dll. Ada sistem yang belum siap di beberapa pemerintah lokal 
untuk menyiapkan infrastruktur energi bagi produktivitas pedesaan. Belum lagi 
sekarang banyak rakyat menanam jarak dimana-mana. Lahan di perbukitan yang 
heterogen di Gunungkidul dan pegunungan Menoreh, disulap jadi tanaman homogen 
(jarak) untuk biofuel. Februari 2007 kemarin pada tanam serempat, ntar kalau 
panen kepada siapa proses pasca panen jarak bisa jadi energi? Toh itu untuk 
kebutuhan energi pedesaan. Sepertinya infrastruktur  dan sistem pasca panen 
jarak belum disiapkan oleh pemerintah atau pihak-pihak terkait; untuk direct 
pada pemenuhan kebutuhan energi (seandainya untuk pedesaan). blaikkk...

  salam
  agus hend




  ----- Original Message ----
  From: "Kuntadi, Nugrahanto" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Thursday, April 12, 2007 1:22:32 PM
  Subject: [iagi-net-l] energi murah utk pedesaan


  mustinya program pengabdian masyarakat dari lembaga2 penelitian terkemuka di 
Indonesia lebih menyentuh ke akar rumput ya Ris? spt di China yg konon sosialis 
komunis tetapi malah bisa implementasikan hal ini.
  kalau permasalahannya ke dana, sebenarnya ini masalah pengalokasian sekian 
persen lah dari total project gas hydrate palung Sunda dipakai untuk 
mengembangkan dana pembangkit listrik biogas di pesisir Jawa Barat dan selatan 
Lampung....misalnya aja ini sih.

  kemarin, untuk ke sekian kalinya saya membaca kisah seorang ahli Sosek 
Pertanian IPB (ibu ibu) yg telah menyumbangkan daya pikirnya untuk membuat 
turbin tenaga air di pedesaan.  dulu pernah ada juga yang mengembangkan tungku 
pembakaran sampah mini di Jawa Tengah datang dari kalangan penduduk biasa yg 
belajar dari membaca, dimana alat tungku nya ini bisa mengatasi limbah sampah 
dari beberapa desa. belum lagi yang mengutak atik kompor minyak tanah 
menggunakan campuran air utk mengatasi makin langka dan mahalnya minyak tanah.

  pertanyaan lainnya, kemanakah briket batubara yang dulu pernah ramai.  juga 
apa kabar bus kota BBG yg jumlahnya di DKI semakin menyusut - tp alhamdulillah 
masih ada busway, taksi dan bajaj BBG...mudah2an gak musiman bahkan semakin 
banyak.

  tetapi saya sih berprasangka baik bahwa sebenarnya semangat kesini ada tapi 
mungkin "publikasi" nya yang kalah.....krn kan biasa kalau sebuah lembaga 
penelitian membuat penemuan-2 hebat.  nah baru berita kalau yang menemukan 
sesuatu adalah seorang guru SD atau orang biasa......wallahu'alam.



------------------------------------------------------------------------------
  From: aris setiawan [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, April 12, 2007 11:43 AM
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban Graben


  Pak Awang -

  Kalau teknologi sih rasanya gak ada masalah, terutama untuk CBM. Soalnya saya 
pernah baca di AAPG Bulletin, di China meeka bisa produksi CBM untuk pedesaan. 
Jadi mereka bikin sumur kecil2an, terus produksi methane-nya dialirin ke 
kampung-kampung. Secara teknologi, mereka bisa dan ekonomis lagi. 

  Salam 

  Aris

   
  2007/4/11, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: 
    Waktu BPPT pernah punya program penyelaman dasar palung Sunda
    dibaratdaya Jawa Barat, terungkap di situ bahwa palung Sumatra Jawa kaya 
    sekali dengan fenomena BSRs (bottom-stimulating reflector) di bawah
    dasar laut yang disepakati sebagai penciri kehadiran methan hydrate.
    Grab sample di dasar laut bahkan menemukan spesies bakteri? methanophyl
    yang hidup dari gas hydrate vents di dasar laut.

    Deep Makassar Strait pun kaya akan gas hydrate, semua fenomena yang
    berhubungan dengan gas hydrate muncul di sana (BSRs, mud volcanoes,
    submarine slides). Reservoirnya adadalah coarse-grained turbidites yang 
    dipasok dari Delta Mahakam sampai umur late Pliocene. Turbidit dari
    delta Mahakam ini membawa terrigeneous plant-matter ke deep-water
    environment dan menjadi biogenic gas di sana lalu terbekukan menjadi
    hydrate karena temperature yang sangat rendah dan tekanan sangat besar. 
    Jackson (2004) pernah menghitung bahwa untuk kawasan Makassar Strait
    seluas 8000 km2 saja bisa mengandung 67 TCF gas hydrate. Perlu diketahui
    bahwa gas hydrate punya volume yang sangat termampatkan, begitu
    diproduksikan ke permukaan ini bisa meliberasi kompresi yang dialaminya, 
    bisakah fasilitas produksi menampungnya ?

    CBM, biogenic gas, hydrate gas deep-basin tight gas, atau stranded gas
    sama sekali belum tergarap dengan baik di Indonesia. Tentu ini potensi
    yang sangat besar, tinggal, mampukah kita mengelolanya ? 

    Salam,
    awang

    -----Original Message-----
    From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
    Sent: Wednesday, April 11, 2007 4:59 C++
    To: [EMAIL PROTECTED]
    Subject: Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban
    Graben

    Oki,
    selain Petronas, sudah banyak sekali perusahaan yang cukup jauh riset
    nya utk produksi methane hydrate. 
    bukan yang dipermukaan laut, tetapi yang didalam sediment, sekian meter
    dari dasar laut.
    rasanya utk teknologi produksi ini negara eropah timur juga tidak
    ketinggalan.

    fbs


    ----- Original Message ---- 
    From: oki musakti <[EMAIL PROTECTED]>
    To: [EMAIL PROTECTED]
    Sent: Wednesday, April 11, 2007 1:12:43 AM
    Subject: RE: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l] East Java - Tuban 
    Graben


    Frank,
    Biogenic sebanding dengan methane hydrates
    ...Maksudnya gimana? Setahu saya sih methane hydrates
    belum ada yang memproduksi secara komersial sedangkan
    biogenic gas sudah banya analog produksinya. 

    Oh ya, untuk biogenic (ada juga sih campuran
    thermogenicnya) gas di Jawa Timur, wa bil khusus (niru
    bahasanya wan Abdullah) foraminiferal limestone model
    reservoir di Terang-Sirasun-Maleo-Oyong-MDA dll, perlu 
    hati hati dalam merancang fasilitas produksinya .

    Bukan apa-apa, reservoirnya sangat friable dan
    porositas inter maupun intra partikelnya amat besar
    hingga kalau gasnya disedot, reservoir yang terdiri
    dari cangkang-cangkam foram akan mengalami kolaps .
    Karena posisinya yang dangkal, pengurangan volume ini
    akan langsung diteruskan ke permukaan dalam bentuk
    subsidence yang sangat signifikan. Kalau gak
    hati-hati, platform yang anda bangun bisa-bisa 
    kerendam laut gara-gara fondasinya ambles ..

    Cheers
    Oki


    > From: Franciscus B Sinartio
    > [mailto:[EMAIL PROTECTED]
    > Sent: Tuesday, April 10, 2007 12:39 PM 
    > To: [EMAIL PROTECTED]
    > Subject: Re: [iagi-net-l] Biogenic, Re: [iagi-net-l]
    > East Java - Tuban
    > Graben
    > > Di milis yang lain pernah dibahas ttg biogenic, 
    dan
    > ada usul untuk
    > membandingkan nya dengan methane hydrate di laut
    > dalam.  Sama gampangnya
    > cari nya tetapi methane hydrate masih belum cukup
    > dipahami bagaimana
    > cara produksi nya.  Katanya di Petronas lagi ada 
    > riset mengenai ini.
    >
    > fbs.
    > nb: Abah,  sorry pakai istilah yang tidak baku,
    > istilah itu saya
    > dapatnya dari milis ini juga.  flip-flop itu
    > maksudnya inverted
    > stucture. 
    >
    >



    ________________________________________________________________________
    ____________
    Don't pick lemons.
    See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
    http://autos.yahoo.com/new_cars.html

    ------------------------------------------------------------------------
    ----
    Hot News!!!
    CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
    [EMAIL PROTECTED]
    Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
    29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
    Bali Convention Center, 13-16 November 2007
    ------------------------------------------------------------------------ 
    ----
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
    ---------------------------------------------------------------------

    ------------------------------------------------------------------------
    ----
    Hot News!!!
    CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to 
    [EMAIL PROTECTED]
    Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
    29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
    Bali Convention Center, 13-16 November 2007 
    ------------------------------------------------------------------------
    ----
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
    ---------------------------------------------------------------------


    
---------------------------------------------------------------------------- 
    Hot News!!!
    CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
    Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
    29th IATMI Annual Convention and Exhibition, 
    Bali Convention Center, 13-16 November 2007
    ----------------------------------------------------------------------------
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
    ---------------------------------------------------------------------





  -- 
  ===========================
  Se queremos progredir, não devemos repetir a história, mas fazer uma história 
nova.

  If we want to progress, we do not have to repeat history, but to make a new 
history. 




------------------------------------------------------------------------------
  Need Mail bonding?
  Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

Kirim email ke