Adakah yang tahu ?
Bagaimana Jepang memanfaatkan Nuklir di negara yang merupakan
"Earthquake-prone area" ini.
Irwan Meilano atau Pak Fajar yg sedang di Jepun, mungkin bisa
membrikan ulasan, bagaimana Jepang mengatasi bahaya kegempaan di
reaktor-reaktornya. Setahuku Jepang memanfaatkan pembangkit listrik
nuklir sepertiga dari kebutuhannya.

Aku pikir kita masih terlalu phobia dengan Nuklir dan Gempa. Belum
lagi limbahnya :(
Impian PLTNuklir kok masih zaauh :(

Dahulu ketika negara2 eropa memanfaatkan hutannya untuk mmebangun kota
dan menjual produk kayu, Indonesia masih belum apa-apa.
Ketika hutan habis kita diminta menjaganya.

Dahulu ketika batubara dipakai untuk sumber energi kita juga belum apa-apa
Ketika batubara dianggap encemari, kita tidak bisa menjualnya

Dahulu ketika minyak menjadi sumber energi, kita menjualnya tanpa
memanfaatkan dengan optimum.
Ketika sekarang ribut emisi karbon, kita ngga tahu mau pakai apa lagi

Sekarang, memanfaatkan energi nuklir kita juga ga berani. memanfaatkan
geothermal juga nga pernah ada solusi ...

Lah trus piye ... ?


rdp

On 4/18/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kenapa dulu  Semenanjung Muria Jepara ditetapkan sebagai lokasi
PLTN , karena salah satunya aman dari Gempa, sekarang ditemukan
bukti baru ternyta ada Sesar, seberapa jauh sesar ini
berpengaruh thd keamanan suatu PLTN ? soalnya menurut
Pemerintah sebentar lagi pembangunannya sudah akan dimulai,apa
ya harus direlokasi , sayangnya kadang kadang bisa terjadi
macam macam interpretasi thd sesar sesar baru ini , kalau
memang ada ( lha kok baru muncul sekarang )
ISM
===================================================
Pembangunan PLTN, Aman atau Membahayakan (1)
Peringatan Dini dari Patahan Muria

SM/Muhammadun Sanomae KAWASAN LEMAH ABANG: Calon lokasi PLTN di
kawasan Lemah Abang, Desa Balong, Kecamatan Kembang,
Jepara.(30)
Sejak awal April lalu, ada penelitian geologi Semenanjung
Muria. Kegiatan itu dikaitkan dengan rencana pembangunan
megaproyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Berikut
laporan wartawan Suara Merdeka Muhammadun Sanomae dan Sukardi .
APAKAH kawasan semenanjung Muria sangat aman untuk lokasi
pembangunan PLTN? Pertanyaan itu selalu muncul pada setiap
kegiatan sosialisasi atau diskusi tentang PLTN.
Kampanye massal ''perlunya'' PLTN dibangun di kawasan Jepara
sudah dilaksanakan badan tenaga atom nasional (Batan) sejak
awal 1990-an. Bahkan, di Jepara pernah diadakan penataran juru
penerang PLTN kerja sama Kantor Departemen Penerangan dan Pemda
setempat.
Para tokoh masyarakat dan agama dikumpulkan untuk diberi
pembekalan seputar manfaat teknologi nuklir bagi manusia. Salah
satunya manfaat nuklir bisa menjadi alternatif bagi penyediaan
energi listrik.
Pada kesempatan lain, para juru penerang dan pejabat serta
anggota legislatif juga diajak melihat langsung reaktor nuklir
milik Batan di Serpong, Tangerang.
Namanya juga orang awam dalam bidang teknologi nuklir, ketika
sudah diberi penjelasan bahwa PLTN sangat aman dibangun di
Jepara, sebagian masyarakat langsung percaya 100 persen.
Bahkan, kepada mereka juga diberi gambaran, masuknya PLTN
dengan kapasitas besar pertama di Indonesia akan memberikan
kesejahteraan.
Pada sebuah sesi sosialisasi PLTN di Jepara, Agustus 2006,
pelawak yang tampil di panggung menyampaikan ''pesan sponsor'',
dari pada hidup dengan sentir (lampu minyak) lebih baik
menerima nuklir.
Maksud dari pesan yang disampaikan kurang lebih berarti, jika
masyarakat menolak kehadiran PLTN untuk menyuplai energi
listrik, maka masyarakat akan mengalami kemunduran. Akibat
kekurangan listrik, kembali mengandalkan lampu minyak untuk
penerangan.
Kondisi Riil

Kembali ke pertanyaan ''klise'' soal keamanan PLTN, tentu
jawabnya tak sederhana. Pernyataan pejabat Batan maupun
Pemerintah bahwa Semenanjung Muria sangat aman untuk PLTN harus
didukung dengan kondisi riil di lapangan. Salah satunya adalah
keamanan kawasan Semenanjung Muria dari ancaman gempa bumi.
Peneliti Puslitbang Geologi Kelautan Departemen Energi Sumber
Daya Mineral (ESDM) menemukan dua patahan (sesar) besar di
kawasan Muria.
''Berdasarkan ciri-ciri pendukung yang kami temukan, ada dua
patahan besar di kawasan gunung Muria, di Rahtawu dan Tempur,''
ungkap Priyantono, peneliti Puslitbang Geologi Kelautan, yang
melakukan aktivitas di Jepara sejak 2 April.
Keadaan alam yang mendukung adanya patahan, antara lain banyak
ditemukan air terjun dan adanya bidang patahan. Kedua patahan
membujur dari selatan ke utara.
Dikatakan, patahan besar Rahtawu (Kecamatan Gebog, Kudus)
posisinya sejajar dan tidak menyambung dengan Patahan Tempur
(Keling, Jepara).
''Untuk patahan Tempur menyambung sampai Gunung Genuk dekat
Benteng Portugis. Di sekitar Gunung Genuk ditemukan banyak
patahan kecil.''(60)




___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke