Pak Roviky, ketika saya sekolah di Jepang, di Niigata University, reaktor nuklir di suatu daerah yang namanya Kashiwazaki, hanya kurang dari 40 km dari kampus. Lokasinya pada pesisir Laut Jepang. Profesor Shibasaki alm (pfofesor saya) sangat anti nuklir. (Ketika saya di sana, Prof Teuku Yakob -- yang anti nuklir juga -- sempat pula mengunjungi reaktor ini). Apalgi di Kashiwazaki itu merupakan jalur sesar aktif. Tapi toh engineer Jepang membangun juga reaktor di sana. Mungkin teknologi bangunan reaktornya yang direkayasa sedemikian rupa hingga siap dan tetap layak walau berada di jalur sesar aktif. Umumnya, kode bangunan tertentu di Jepang diuji dengan goncangan 8 - 9 SR, apalagi mungkin untuk reaktor nuklir akan lebih ketat. Yang ditakutkan mereka, katanya bukannya sesar dan gempa, tetapi kebocoran dari reaktornya itu sendiri.
Jadi kalau teknologi reaktor nuklir telah berkembang menjadi semakin aman, mengapa kita tidak coba teknologi nuklir? Salam, BB > Adakah yang tahu ? > Bagaimana Jepang memanfaatkan Nuklir di negara yang merupakan > "Earthquake-prone area" ini. > Irwan Meilano atau Pak Fajar yg sedang di Jepun, mungkin bisa > membrikan ulasan, bagaimana Jepang mengatasi bahaya kegempaan di > reaktor-reaktornya. Setahuku Jepang memanfaatkan pembangkit listrik > nuklir sepertiga dari kebutuhannya. > > Aku pikir kita masih terlalu phobia dengan Nuklir dan Gempa. Belum lagi > limbahnya :( > Impian PLTNuklir kok masih zaauh :( > > Dahulu ketika negara2 eropa memanfaatkan hutannya untuk mmebangun kota > dan menjual produk kayu, Indonesia masih belum apa-apa. > Ketika hutan habis kita diminta menjaganya. > > Dahulu ketika batubara dipakai untuk sumber energi kita juga belum > apa-apa Ketika batubara dianggap encemari, kita tidak bisa menjualnya > > Dahulu ketika minyak menjadi sumber energi, kita menjualnya tanpa > memanfaatkan dengan optimum. > Ketika sekarang ribut emisi karbon, kita ngga tahu mau pakai apa lagi > > Sekarang, memanfaatkan energi nuklir kita juga ga berani. memanfaatkan > geothermal juga nga pernah ada solusi ... > > Lah trus piye ... ? > > > rdp > > On 4/18/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Kenapa dulu Semenanjung Muria Jepara ditetapkan sebagai lokasi >> PLTN , karena salah satunya aman dari Gempa, sekarang ditemukan >> bukti baru ternyta ada Sesar, seberapa jauh sesar ini >> berpengaruh thd keamanan suatu PLTN ? soalnya menurut >> Pemerintah sebentar lagi pembangunannya sudah akan dimulai,apa >> ya harus direlokasi , sayangnya kadang kadang bisa terjadi >> macam macam interpretasi thd sesar sesar baru ini , kalau >> memang ada ( lha kok baru muncul sekarang ) >> ISM >> =================================================== >> Pembangunan PLTN, Aman atau Membahayakan (1) >> Peringatan Dini dari Patahan Muria >> >> SM/Muhammadun Sanomae KAWASAN LEMAH ABANG: Calon lokasi PLTN di >> kawasan Lemah Abang, Desa Balong, Kecamatan Kembang, >> Jepara.(30) >> Sejak awal April lalu, ada penelitian geologi Semenanjung >> Muria. Kegiatan itu dikaitkan dengan rencana pembangunan >> megaproyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Berikut >> laporan wartawan Suara Merdeka Muhammadun Sanomae dan Sukardi . >> APAKAH kawasan semenanjung Muria sangat aman untuk lokasi >> pembangunan PLTN? Pertanyaan itu selalu muncul pada setiap >> kegiatan sosialisasi atau diskusi tentang PLTN. >> Kampanye massal ''perlunya'' PLTN dibangun di kawasan Jepara >> sudah dilaksanakan badan tenaga atom nasional (Batan) sejak >> awal 1990-an. Bahkan, di Jepara pernah diadakan penataran juru >> penerang PLTN kerja sama Kantor Departemen Penerangan dan Pemda >> setempat. >> Para tokoh masyarakat dan agama dikumpulkan untuk diberi >> pembekalan seputar manfaat teknologi nuklir bagi manusia. Salah >> satunya manfaat nuklir bisa menjadi alternatif bagi penyediaan >> energi listrik. >> Pada kesempatan lain, para juru penerang dan pejabat serta >> anggota legislatif juga diajak melihat langsung reaktor nuklir >> milik Batan di Serpong, Tangerang. >> Namanya juga orang awam dalam bidang teknologi nuklir, ketika >> sudah diberi penjelasan bahwa PLTN sangat aman dibangun di >> Jepara, sebagian masyarakat langsung percaya 100 persen. >> Bahkan, kepada mereka juga diberi gambaran, masuknya PLTN >> dengan kapasitas besar pertama di Indonesia akan memberikan >> kesejahteraan. >> Pada sebuah sesi sosialisasi PLTN di Jepara, Agustus 2006, >> pelawak yang tampil di panggung menyampaikan ''pesan sponsor'', >> dari pada hidup dengan sentir (lampu minyak) lebih baik >> menerima nuklir. >> Maksud dari pesan yang disampaikan kurang lebih berarti, jika >> masyarakat menolak kehadiran PLTN untuk menyuplai energi >> listrik, maka masyarakat akan mengalami kemunduran. Akibat >> kekurangan listrik, kembali mengandalkan lampu minyak untuk >> penerangan. >> Kondisi Riil >> >> Kembali ke pertanyaan ''klise'' soal keamanan PLTN, tentu >> jawabnya tak sederhana. Pernyataan pejabat Batan maupun >> Pemerintah bahwa Semenanjung Muria sangat aman untuk PLTN harus >> didukung dengan kondisi riil di lapangan. Salah satunya adalah >> keamanan kawasan Semenanjung Muria dari ancaman gempa bumi. >> Peneliti Puslitbang Geologi Kelautan Departemen Energi Sumber >> Daya Mineral (ESDM) menemukan dua patahan (sesar) besar di >> kawasan Muria. >> ''Berdasarkan ciri-ciri pendukung yang kami temukan, ada dua >> patahan besar di kawasan gunung Muria, di Rahtawu dan Tempur,'' >> ungkap Priyantono, peneliti Puslitbang Geologi Kelautan, yang >> melakukan aktivitas di Jepara sejak 2 April. >> Keadaan alam yang mendukung adanya patahan, antara lain banyak >> ditemukan air terjun dan adanya bidang patahan. Kedua patahan >> membujur dari selatan ke utara. >> Dikatakan, patahan besar Rahtawu (Kecamatan Gebog, Kudus) >> posisinya sejajar dan tidak menyambung dengan Patahan Tempur >> (Keling, Jepara). >> ''Untuk patahan Tempur menyambung sampai Gunung Genuk dekat >> Benteng Portugis. Di sekitar Gunung Genuk ditemukan banyak >> patahan kecil.''(60) >> >> >> >> >> ___________________________________________________________ >> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id >> >> >> >> ---------------------------------------------------------------------------- >> Hot News!!! >> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to >> [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the >> 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, >> Bali Convention Center, 13-16 November 2007 >> ---------------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To >> subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> >> > > > -- > http://rovicky.wordpress.com/ > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the > 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

