Hampir tiga tahun lalu di milis ini saya pernah menulis bahwa kiamat di
Sodom dan Gomora adalah akibat bencana geologi. Kalau kita lihat geologi
Palestina dan Laut Mati serta semua hasil penggalian arkeologi di
wilayah ini, kita akan tahu bahwa di bawah Sodom dan Gomora terdapat
tatanan kebencanaan geologi yang siap meletus kapan saja secara
katastrofik. Dalam banyak kasus, kalau punya maksud tertentu, Tuhan
jarang menciptakan sesuatu yang baru, Dia akan menggunakan tatanan yang
telah diciptakan-Nya dan mendayagunakan-Nya. Banyak kisah-kisah
menakjubkan di Perjanjian Lama yang bisa diterangkan sebagai masuk akal.
Tetapi, hanyalah Tuhan yang berkuasa menggerakkan semua tatanan Bumi
yang telah diciptakan-Nya.
Dalam kasus kiamat di Sodom dan Gomora, Tuhan barangkali hanya
menggerakkan sejalur sesar besar mendatar yang memotong Laut Mati dari
Danau Yordan sampai ke Teluk Akaba. Pergerakan sesar ini telah
meletuskan tatanan geologi yang siap menjadi bencana di bawah Sodom dan
Gomora. Mujizat yang tak bisa diterangkan dengan akal tentu banyak juga
dan kalau kita orang percaya kita hanya perlu mengamininya. Apa susahnya
buat Tuhan mengirim bola api dan belerang panas dari langit menghujani
Sodom dan Gomora, tetapi Dia memilih mendayagunakan apa yang telah
diciptakan-Nya di bawah Laut Mati. Sebab Tuhan atas Langit adalah juga
Tuhan atas Bumi, semua tunduk kepada Sang Maha Pencipta.
Melihat kasus erupsi gununglumpur LUSI yang sedang kita alami membuat
saya teringat lagi akan tulisan yang pernah saya sebarkan via milis
tersebut. Saya tentu tak akan mengulanginya lagi di sini, hanya ingin
menulis saja lagi bahwa Sodom dan Gomora musnah oleh erupsi
gununglumpur. Penggalian arkeologi yang telah dilakukan di kawasan Laut
Mati padal tahun 1920-an oleh Fullbright dan Kyle berakhir dengan
kesimpulan bahwa peradaban maju dan lahan sangat subur terdapat di
wilayah ini pada 2500-2000 BC. Pada 2000 BC semuanya tiba-tiba lenyap.
Dari kisah Alkitab di kitab Kejadian 19 kita tahu bahwa peradaban Sodom
dan Gomora lenyap dalam satu hari pada sekitar 2000 BC berdasarkan
kronologi. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Sodom dan Gomora
terdapat di pojok baratdaya Laut Mati, terkubur dalam endapan hasil
erupsi - tak mengherankan mengapa tempat ini di Laut Mati menjadi tempat
terdangkal.
Penelitian geologi di sekitar Laut Mati menemukan bahwa laut Mati dan
Danau Yordan adalah lembah retakan hasil pull-apart basin. Kedua wilayah
air ini dilalui sesar besar mendatar dari Laut Merah-Teluk Akaba-Laut
Mati-Lembah Yordan. Kalau kita mau tarik secara regonal lagi, jalur
retakan ini memanjang sepanjang Laut Merah menuju Afrika dan akhirnya
terhubung ke retakan besar terkenal di Afrika bagian timur (East African
Rift System). Ini adalah jalur retakan paling aktif di Bumi. Sebagai
pull apart basin, sedimentasi pengisi Laut Mati berjalan sangat cepat
berasal dari tinggian di sekitarnya (Tinggian Moab). Sebagai wilayah di
Timur Tengah yang terkenal sangat tereduksi, wajar di bawah Laut Mati
ada lapisan-lapisan tebal garam, belerang, dan akumulasi minyak dan gas
yang sebagian telah menjadi aspal. Sedimentasi cepat dan tak stabil
telah memicu gerak diapir sedimen2 halusnya. Kalau kita melihat data
seismik regional Laut Mati saat ini dari utara ke selatan, ada dua
diapir besar di bawah Laut Mati : diapir Sedom dan diapir Lisan. Kedua
diapir ini mengangkat lapisan2 garam, belerang, dan akumulasi aspal.
Diapir Sedom adalah diapir yang pernah meletus di kota Sodom dan Gomora.
Bila sesar besar mendatar Trans-Yordania bergerak, maka kondisi
elisional akan segera terbentuk. Dalam kondisi demikian yang terjadi
adalah urutan sbb. : gerakan sesar yang disertai gempa atau gempa yang
menggerakkan sesar akan memecahkan sealing overpressured shales yang
plastis dan buoyant. Release tekanan itu akan mengekspulsi pore fluids,
air, minyak, gas dan semua materi di sekitar Teluk Mati termasuk garam
dan aspal. Di dekat sesar, materi menjadi liquefied dan buoyant dan akan
terekstrusi melalui zona sesar sebagai mud diapir dan mud volcano ke
permukaan lengkap dengan material ekstrusinya.
Laut Mati adalah tepat merupakan transform boundary terhadap Arabian
Plate dalam hubungannya dengan Lempeng Afrika dan Eurasia. Saat Lempeng
Arab bergerak ke timur, membukalah Laut Merah dalam mekanisme incipient
sea floor spreading. Ke utara, rifting Laut Merah bercabang dua splay,
ke BL membentuk Teluk Suez, ke TL membentuk Teluk Akaba-Laut Mati-Sungai
Yordan. Rift Teluk Suez kemudian aborted, mati, seperti aulacogen
berhungan dengan collision African Plate vs. Anatolian Plate, sementara
Teluk Akaba-Laut Mati-Yordan aktif dan pada 2000 BC dipakai Tuhan untuk
menggerakkan diapir Sedom di bawah kota Sodom dan terjadilah bencana
katastrofik itu.
Belerang panas, garam, aspal, semuanya dalam keadaan terbakar tersembur
ke langit kemudian menjatuhi Sodom dan Gomora, menutupi semua yang ada
di permukaan Bumi dengan endapan belerang, aspal, dan garam. Sementara
itu, gempa yang terjadi menunggangbalikkan semua yang ada di atas tanah
sehingga tak ada satu pun yang tetap berdiri tegak di atas tanah
("Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan
Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit; dan ditunggangbalikkanNyalah
kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta
tumbuh-tumbuhan di tanah" - Kejadian 19 : 24-25). Kiamat itu terjadi
sehari-semalaman. Keesokan harinya, saat Abraham menengok, dia
memandang ke Lembah Yordan, ke Sodom, ke Gomora, di mana Lot
keponakannya pernah tinggal, maka hanya dilihatnya asap dari Bumi
membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan (Kejadian 19 :
28)....
"Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan Tuhan....Pada waktu itu
kakiNya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem
di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke
barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari
bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Maka
tertutuplah lembah gunung-gunungKu, sebab lembah gunung itu akan
menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah
melarikan diri oleh karena gempa bumi...(Zakharia 14 :1, 4, 5)"
Bukit Zaitun kelak akan retak dan rusak oleh pull-apart strike-slip
fault...
Salam,
awang