Bagaimana kalo dihitung movable hydrocarbon saturationnya dulu? 

Dengan mengetahui saturasi air di invaded zone, yang biasanya digunakan
untuk memperkirakan jumlah HC yang di-flush selama proses invasi,
mungkin bisa dihitung movable hydrocarbon saturationnya.

 

-ds-

 

________________________________

From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, May 14, 2007 8:00 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Kriteria penempatan sumur horizontal

 

Wah, tambah menarik diskusinya.... terima kasih untuk semuanya.

Ada satu hal yang masih mengganjal tentang masalah air yang keluar pada
saat produksi (water coning?). Menurut saya ada dua hal yang yang
menyebabkan adanya water coning, yaitu :

1. Water coning adalah air yang masuk dari water leg (SW mendekati 100%
dengan asumsi semua parameter bagus) yang masuk kedalam zona minyak
dengan saturasi hidrokarbon yang tinggi.

 

2. Water coning (apakah tepat istilahnya?water cut?) yang berasal memang
dari zona dimana hidrocarbon diproduksi yang kita kita kenal sebagai
movable water dimana Swnya mungkin tidak terlalu besar tapi masih ada
hidrokabonnya. 

 

Pertanyaan saya, masih adakah pendekatan secara petrophyisics untuk
menentukan lokasi drilling horizontal sectionya?

 

saya coba coba menggunakan pendekatan konsep BulkVolumeWater (BVW)
dengan crossplot buckle plot dimana pada angka kisaran BWV tertentu
(tergantung particle size dan jenis facies kalo di limestone), air yang
terikat dalam pori batuan merupakan air yang irreducible sehingga tidak
akan terproduksi ke atas. Sayangnya zona ini Swirr ini sangat tipis
dibandingkan dengan transition zone dimana minyak dan airnya ada bersama
sama di satu tempat. 

 

Ada yang bisa menambahkan lagi? 

 

On 5/13/07, Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Sedikit tambahan,

Bbrp field besar di offshore saudi (nothern field), spt Zulf, Safaniya
dan Marjan, untuk reservoir yang ada gas cap/secondary gas cap, untuk
geosteering welldesignnya sekitar 10 ft TVD dibawah GOC (tebal reservoir
rata2 sekitar 25-35 ft). Brrp field di onshore, terutama untuk PWI wells
di reservoir karbonat Arab A, Arab B, Arab C dan Arab D ntuk
wellplacement sekitar 35-40 ft TVD diatas zone TAR, ini berdasarkan dari
engineering calculation. 

 

Adi



 

On 5/13/07, oki musakti <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 

Shofi,

Tergantung hasil dynamic modeling seperti penentuan drive nya apa,
berapa rate sedotannya dll. Kalau kuatir water coning ya ditaruh agak
diatas, kalau kuatir gas ya turun agak kebawah. Kalau di dekat OWC ada
tar mat, ya ditaruh persih diatasnya juga gak masalah.In short gak ada
rule of thumb yang bisa dipakai dalam semua keadaan.

 

Cheers

Oki

 



Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        rekans,

        barangkali ada yang mau share tentang kriteria penempatan posisi
sumur horizontal terhadap kedudukan GOC and OWC. Kalo sumur tersebut
memiliki kedua jenis kontak tersebut, kriteria apakah yang dipakai untuk
menempatkan posisi sumur horizontalnya, misal : 

        1. untuk sumur minyak, apakah sumur horizontal harus berada di
tengah tengah antara OWC dan GOCnya? apakah tidak mendekati salah satu
kontaknya? kriteria apa yang dipakai untuk itu.

        2. konsekuensi apakah yang harus ditanggung dengan penempatan
sumur tersebut diatas. Apakah kalo dekat dengan OWC akan terjadi water
coning yang cepat? apakah kalo dekat dengan GOC akan terjadi penurunan
produksi minyaknya? dsb dsb .. 

        3. bagaimana kita tahu drive mechanism suatu sumur apakah itu
water drive  atau gas cap drive atau solution? apakah ada hubunganya
dengan penempatan sumur orizontalnya?

         

         

        terima kasih sebelumnya.

         

         

        salam

         

        shofi

        
         

 

________________________________

Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48220/*http:/tv.yahoo.com/>  on Yahoo! TV. 








-- 
Salam hangat

Shofi 

Kirim email ke