Wah menarik
Pak Awang Saaya tertarik dengan si Mandeville ini.
Apakah beliau ini scientist atau pseudo scientist ?
Apakah yang ada disini ini ?  http://www.michaelmandeville.com/
Soale kalau iya disitu buanyak sekali klaim yang dibuat bahwa dia
bilang teori ini menjelaskan segalanya ... whaddduh !!!

Kalau wobble dan milankovitch memang sudah masuk ranah uji fisis yang
cukup intens, walaupun sekali lagi seperti kata anda. Selalu saja ada
pro-kontra.

Soal pasang ini.
Gravitasi dan pasang air laut kali ini cukup besar mempengaruhi dua
samodra besar yaitu Samodra Indonesia dan Pasific. Gelombang pasang
tinggi mempengaruhi hindia cukup besar, namun harus diingat bahwa
VOLUME air tetap sama. sehingga tidak disemua tempat didunia ini harus
mengalami pasang naik selama peristiwa segarisnya bulan, bumi, dan
matahari.
Pantai selatan Jawa mengalami pasang tertinggi dan menyebabkan
kenaikan paling teruk. Waktunya juga tidak bersamaan dengan naiknya
muka air laut di Surabaya dan pantai utara Jawa.

RDP

On 5/21/07, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kebersamaan gelombang pasang yang melanda Sumatra-Jawa-Nusa Tenggara dan
terukurnya gempa secara fluktuatif di wilayah Indonesia, dan terjadinya
posisi segaris antara kedudukan Bumi-Bulan-Matahari bisa saja mengindikasi
kemungkinan kebenaran hipotesis "vortex tectonics"

"Vortex tectonics" (Mandeville, 2001) berteori bahwa gravitasi Bulan dan
Matahari telah mempengaruhi gerak poros Bumi ketika Bumi berputar. Karena
Bumi berputar secara miring, maka porosnya pun membuat gerak berputar
sedemikian rupa sehingga sedikit terhuyung (wobbles). Milutin Milankovich,
ahli matematika dan meteorologi Serbia telah mengetahui ini dan telah
membuat siklus periode gerak huyungan Bumi ini pada tahun 1920-an. Kini,
gerak terhuyung ini diaplikasikan ke fenomena gerak kerak Bumi dan atmosfer
di atasnya.

Vortex tectonics memperkenalkan 22 grafik/siklus yang memperlihatkan bahwa
gerak-gerak tektonik utama, termasuk gempa dan volkanisme, juga fenomena
cuaca macam el nino, la nina, dan pemanasan global berhubungan dengan gerak
kerak Bumi ketika Bumi melakukan gerakan huyungannya (terkenal sebagai gerak
Chandler's wobbles). Karena gerakan ini, posisi relatif kerak Bumi akan
berubah posisi dan orientasi relatif terhadap poros rotasi Bumi.

Dalam posisi astronomis segaris antara Bumi-Bulan-Matahari seperti terjadi
pada 17 Mei 2007 kemarin, jelas gravitasi Bumi mau tak mau akan terganggu,
kemudian mempengaruhi pola gerak huyungan poros Bumi, yang selanjutnya akan
berpengaruh ke fenomena gerak material mantel-kerak Bumi-sampai pola golakan
atmosfer di atasnya.

Mengapa hanya wilayah tropika yang terlanda ? Sebab, di wilayah tropika Bumi
menggembung akibat rotasi sentrifugal, dan secara atmosferik di wilayah ini
jugalah terjadinya pertemuan-pertemuan massa udara (front), gelombang laut,
bahkan lempeng-lempeng tektonik.

Beberapa riset vortex tectonics telah menemukan hal2 sebagai berikut :
terjadi siklus variasi orbital sistem Bumi-Bulan-Matahari sepanjang 14 bulan
dan 6,5 tahun, sehingga fenomena dinamika Bumi akan mengikuti siklus ini.
(1) siklus 14 bulan (gelombang X dan Y dalam vortex tectonics) dan  6.5
tahun ( Primary Axis Cycle) akan menginduksi gempa dan aktivitas volkanik;
(2) ritme aktivitas volkanik di sistem busur langsung mencerminkan tempo
primary axis cycle; (3) fenomena El Nino (ENSO) sejajar dengan aktivitas
volkanik, yaitu akibat langsung Primary Axis Cycle sepanjang 6,5 tahun; 4)
gerak progresif poros rotasi Bumi sejak 1900 nanmpaknya memicu aktivitas
gempa dan volkanisme.

Begitulah vortex tectonics, yang mencoba menjelaskan hubungan posisi-posisi
planet, gravitasinya, dan efeknya terhadap fenomena dinamika Bumi secara
solid earth (mantel-kerak) maupun fluid earth (atmosfer).

Jelas ada yang pro dan ada yang kontra, wajar, tetapi begitulah ilmu
pengetahuan sebab tanpa pro dan kontra ilmu tak akan berkembang.

salam,
awang



Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Apakah secara regional juga terjadi, misal di Malaysia dan Brunei?
Kalo tidak, kira kira kenapa?
Rasa rasanya kok Indonesia digempur terus terusan sama "bencana alam".. dari
Tsunami Aceh, Pangandaran, G. Merapi, Gempa Yogya, Banjir di Manggarai,
Lumpur Sidoarjo, banjir Jakarta, tanah longsor dimana mana, dsb dsb ...

On 5/21/07, Supardan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau gelombang pasang tersebut diakibatkan oleh gaya-gaya astronomis,
mengapa kok lokasi terjadinya setempat-setempat ya, mestinya terjadi di
sepanjang pantai kan?. Lagipula, gelombang pasang ini tidak hanya terjadi di
pantai selatan (Jawa khususnya), namun juga terjadi di pantura (pantai
Kenjeran - Surabaya, pantai di kota Semarang dsb).
>
> Pada saat awal terjadinya gelombang pasang (di pantai Sumbar/ Padang), BMG
menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi akibat gaya astronomis. Namun
begitu kejadian tersebut juga mengenai daerah-daerah lain (tidak hanya
pantai selatan/ pantai di tepian Samudera Hindia) saja, penjelasan BMG
(Ahmad Zakir) kok jadi lain ya. Konon katanya, fenomena tersebut diakibatkan
oleh adanya akumulasi angin (tekanan?), yang pada akhirnya menimbulkan
gelombang (besar?). Seperti halnya saya, masyarakat luaspun saya rasa juga
bingung atas penjelasan BMG tersebut.
>
> Yang bener yang mana ya mas Rovicky? Apakah gempa juga memiliki kontribusi
terhadap kejadian ini?
>
> Suwun,
> Pardan - Jatim.
>



 ________________________________
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
always stay connected to friends.




--
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke