Kebersamaan gelombang pasang yang melanda Sumatra-Jawa-Nusa Tenggara dan
terukurnya gempa secara fluktuatif di wilayah Indonesia, dan terjadinya posisi
segaris antara kedudukan Bumi-Bulan-Matahari bisa saja mengindikasi kemungkinan
kebenaran hipotesis "vortex tectonics"
"Vortex tectonics" (Mandeville, 2001) berteori bahwa gravitasi Bulan dan
Matahari telah mempengaruhi gerak poros Bumi ketika Bumi berputar. Karena Bumi
berputar secara miring, maka porosnya pun membuat gerak berputar sedemikian
rupa sehingga sedikit terhuyung (wobbles). Milutin Milankovich, ahli matematika
dan meteorologi Serbia telah mengetahui ini dan telah membuat siklus periode
gerak huyungan Bumi ini pada tahun 1920-an. Kini, gerak terhuyung ini
diaplikasikan ke fenomena gerak kerak Bumi dan atmosfer di atasnya.
Vortex tectonics memperkenalkan 22 grafik/siklus yang memperlihatkan bahwa
gerak-gerak tektonik utama, termasuk gempa dan volkanisme, juga fenomena cuaca
macam el nino, la nina, dan pemanasan global berhubungan dengan gerak kerak
Bumi ketika Bumi melakukan gerakan huyungannya (terkenal sebagai gerak
Chandler's wobbles). Karena gerakan ini, posisi relatif kerak Bumi akan berubah
posisi dan orientasi relatif terhadap poros rotasi Bumi.
Dalam posisi astronomis segaris antara Bumi-Bulan-Matahari seperti terjadi
pada 17 Mei 2007 kemarin, jelas gravitasi Bumi mau tak mau akan terganggu,
kemudian mempengaruhi pola gerak huyungan poros Bumi, yang selanjutnya akan
berpengaruh ke fenomena gerak material mantel-kerak Bumi-sampai pola golakan
atmosfer di atasnya.
Mengapa hanya wilayah tropika yang terlanda ? Sebab, di wilayah tropika Bumi
menggembung akibat rotasi sentrifugal, dan secara atmosferik di wilayah ini
jugalah terjadinya pertemuan-pertemuan massa udara (front), gelombang laut,
bahkan lempeng-lempeng tektonik.
Beberapa riset vortex tectonics telah menemukan hal2 sebagai berikut :
terjadi siklus variasi orbital sistem Bumi-Bulan-Matahari sepanjang 14 bulan
dan 6,5 tahun, sehingga fenomena dinamika Bumi akan mengikuti siklus ini. (1)
siklus 14 bulan (gelombang X dan Y dalam vortex tectonics) dan 6.5 tahun (
Primary Axis Cycle) akan menginduksi gempa dan aktivitas volkanik; (2) ritme
aktivitas volkanik di sistem busur langsung mencerminkan tempo primary axis
cycle; (3) fenomena El Nino (ENSO) sejajar dengan aktivitas volkanik, yaitu
akibat langsung Primary Axis Cycle sepanjang 6,5 tahun; 4) gerak progresif
poros rotasi Bumi sejak 1900 nanmpaknya memicu aktivitas gempa dan volkanisme.
Begitulah vortex tectonics, yang mencoba menjelaskan hubungan posisi-posisi
planet, gravitasinya, dan efeknya terhadap fenomena dinamika Bumi secara solid
earth (mantel-kerak) maupun fluid earth (atmosfer).
Jelas ada yang pro dan ada yang kontra, wajar, tetapi begitulah ilmu
pengetahuan sebab tanpa pro dan kontra ilmu tak akan berkembang.
salam,
awang
Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah secara regional juga terjadi, misal di Malaysia dan Brunei?
Kalo tidak, kira kira kenapa?
Rasa rasanya kok Indonesia digempur terus terusan sama "bencana alam".. dari
Tsunami Aceh, Pangandaran, G. Merapi, Gempa Yogya, Banjir di Manggarai, Lumpur
Sidoarjo, banjir Jakarta, tanah longsor dimana mana, dsb dsb ...
On 5/21/07, Supardan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau gelombang pasang
tersebut diakibatkan oleh gaya-gaya astronomis, mengapa kok lokasi terjadinya
setempat-setempat ya, mestinya terjadi di sepanjang pantai kan?. Lagipula,
gelombang pasang ini tidak hanya terjadi di pantai selatan (Jawa khususnya),
namun juga terjadi di pantura (pantai Kenjeran - Surabaya, pantai di kota
Semarang dsb).
Pada saat awal terjadinya gelombang pasang (di pantai Sumbar/ Padang), BMG
menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi akibat gaya astronomis. Namun
begitu kejadian tersebut juga mengenai daerah-daerah lain (tidak hanya pantai
selatan/ pantai di tepian Samudera Hindia) saja, penjelasan BMG (Ahmad Zakir)
kok jadi lain ya. Konon katanya, fenomena tersebut diakibatkan oleh adanya
akumulasi angin (tekanan?), yang pada akhirnya menimbulkan gelombang (besar?).
Seperti halnya saya, masyarakat luaspun saya rasa juga bingung atas penjelasan
BMG tersebut.
Yang bener yang mana ya mas Rovicky? Apakah gempa juga memiliki kontribusi
terhadap kejadian ini?
Suwun,
Pardan - Jatim.
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
always stay connected to friends.