Saya kira tulisan Sdr (pak)  Dany di harian P.R. itu baik sekali. Marilah kita 
ambil hikmah dari tulisan itu, yaitu kita ini harus melakukan penelitian yang 
mendalam tentang sesar-sesar di Jawa yang penduduknya berjubel. Apa kita sudah 
melakukan itu? Kelihatannya belum. Penelitian ini harus menggunakan banyak 
metoda. Segala sarana yang kita miliki harus kita coba terapkan. PSG, BMG, 
GEOTEK LIPI, BAKOSURTANAL dan PERGURUAN TINGGI sebaiknya buat "integrated 
rerearch" yang mendalam. Dana dari mana? Ya dari pemerintah. Buat proposal yang 
rinci dan yang dapat dimengerti oleh penguasa. Pemerintah harus peduli tentang 
hal ini. Ini hanya pikiran dari saya. Mudah-mudahan dapat diterima oleh 
rekan-rekan dan kita mulai bekerja. 
Wassalaam,
M. Untung 
  ----- Original Message ----- 
  From: Ukat Sukanta 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, May 25, 2007 11:15 AM
  Subject: RE: [iagi-net-l] Fwd: Bandung Terancam Gempa Dahsyat


  Kalau berbicara Patahan Lembang, yang paling tahu pasti Pak Benyamin  dan Pak 
Sukendar, karena keduanya ahli structure geology, dan didepan Rumahnya jalur 
patahan itu.

   

  Jadi rumah saya yang agak jauh dari patahan itu, yaah tenang aja.

   

  Salam,

  us

   

  -----Original Message-----
  From: Salahuddin Husein [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, May 25, 2007 10:32 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Bandung Terancam Gempa Dahsyat

   

  Mas RDP,

  pada peta Visser (1922) dalam laporannya tentang aspek kegempaan Jawa dan 
Sumatera, memperlihatkan adanya gempabumi di kawasan tersebut pada 
tanggal-tanggal: 5 Januari 1699, 10 Oktober 1834, 28 Maret 1879, 14 Januari 
1900. Garis-garis episentral yang diplotkan tampaknya memang menunjukkan 
arah-arah Patahan Lembang. Sayang laporan tersebut tidak menyebutkan skala 
intensitas dari masing-masing gempa. 

  udin

  On 5/24/07, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Adakah yg tahu tentang sesar Lembang dan potensi reaktivasinya ?

  RDP

   

Kirim email ke