Setuju Mas KA, 
Apa yang disebut prof. hanya di PSC, seperti orang kita nyebut sukses hanya 
karena materi ?. Kalau sekadar perpanjang masa pensiun sepertinya hanya 
menunda... dan cost ?. Yang ngembangi teknologi umumnya Ser-Co bukan PSC tuh. 
Duluan mana bibit  ama sakit ?.
Ada juga tuh yang dari Ser-Co besar maupun kecil-kecilan mau ke PSC atau 
sekedar kontrak, tapi jangankan dihire, dilirik aja kagak. Apa mungkin niatnya 
yang keliru, sperti biar dihormati kayak PNS kali yau, pasang niat dulu... 
Tinggal MIGAS mendefinisikan apa itu professional: driver dan office service 
juga prof.??

----- Original Message ----- 
  From: Kabul Ahmad 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 23, 2007 6:53 PM
  Subject: Re: [iagi-net-l] FW : Info Migas Indonesia (dari Houston)


  Wah kok nggak ada kepikiran BPMIGAS juga berminat merekrut tenaga 
proffesional dari OIL SERVICE CO yang berpengalaman ? kenapa hanya dari PSC 
saja?
  Mereka juga amat berjasa, wong juga membantu penyaluran teknologi masuk ke 
Indonesia di bidang Migas.
  Ada dari Halliburton, Schlumberger, Weatherford, Landmark,Baroid, MI, Elnusa 
geosains, BJ, BakerHuges, Atlas, Geoservices,  Aphexindo, Tripatra, 
apalagi?...buaaaannnyak sekaleee, bahkan saya kira lebih banyak dari PSC. Mau 
dari Upstream hingga downstream, Oil services memiliki tenaga ahli yang 
profesional juga...Wong PSC itu rata-rata dapat ilmunya juga dari service co 
atau kontraktornya...paling tidak beli softwarenya kek, desain dan 
pelaksanaannya kek..
  dari mulai subsurface, surface facility, drillling&production, hingga tahu 
desain kilang...
  Asal, fulus nya sesuai ajaa...wong profesional...soalnya di Oil Srvice Co, 
nggak ada aturan gaji standar BPMigas...bebas sesuai denga keahlian dan 
pengalaman.

Kirim email ke