Maaf ingin bertanya soal naturally fracture reservoir.

Beberapa literature yg saya baca tentang naturally fracture reservoir, dalam
hal ini main porosity matrix dan secondary posority adalah fracture, apakah
dalam perhitungan petrophysics utk kondisi naturally fracture reservoir,
seyogyanya kita menggunakan dual porosity model? Bagaimanakah dengan
perhitungan permeabilitynya? Adakah cara praktis melalui log selain tentunya
uji core dilaboratorium.

Ada pula kasus dengan target drilling basement rock, fracture sangat
berperan penting untuk ditemukannya hydrocarbon didalamnya. Apakah utk
kondisi ini, source rock yg berposisikan diatas basement rock karena adanya
fracture, memungkinkan hydrocarbon utk mengisi ruang kosong fracture di
basement rock tersebut?

Kembali pada clastic natural fracture reservoir, untuk meningkatkan produksi
apakah fracturation sangat disarankan atau bahkan akan sebaliknya, menutup
natural fracture tsb sehingga menyebabkan sulitnya hydrocarbon keluar. Jika
demikian bagaimanakah kita dapat meningkatkan produksi tersebut?

Untuk penentuan letak sumur pemboran, pada umumnya sangatlah ideal
ditempatkan diposisi puncak structure. Apakah sama untuk kasus fracture
reservoir? Yg saya baca (mohon dikoreksi), justru fracture di posisi puncak
structure akan terisi cement atau mineral seperti calcite, etc..tetapi akan
sangat ideal jika posisi pemboran diletakkan sedikit ke flank structure,
tentunya hal ini sudah mempertimbangkan arah trend faults dan trend fracture
daerah tersebut.

Mohon saran dan pendapatnya, terima kasih sebelumnya.
SL

Kirim email ke