Silakan Pak Rovicky, sedikit salah ketik tetapi cukup mengganggu di
paragraph keenam, tolong dikoreksi sebelum dimasukkan ke
hotmudflow.wordpress.com : 

(3) bagaimana hubungan gempa di Yogya 27 Mei 2008 dengan semburan
> LUSI yang dimulai 29 Mei 2006

Seharusnya : (3) bagaimana hubungan gempa di Yogya 27 Mei 2006 dengan
semburan
LUSI yang dimulai 29 Mei 2006

Terima kasih dan salam,
awang

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 07, 2007 3:28 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] IAGI Diminta Pendapat Soal LUSI oleh DPD-MPR
RI

Wah menarik sekali Pak Awang,

Terimakasih infonya ... bisa buat berta baru di
http://hotmudflow.wordpress.com yang sudah mendekati angka setengah
juta pembaca.

Salam
RDP


On 6/7/07, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
> Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) - MPR RI
melayangkan
> undangan bernomor DN860/141/DPD/V/2007 tanggal 30 Mei 2007 kepada
Ketua IAGI
> untuk permintaan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) soal bencana LUSI
(Lumpur
> Sidoarjo). DPD RI telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) soal LUSI
dan
> telah mengadakan studi/kunjungan lapangan ke lokasi bencana. Pansus
ini
> dibentuk untuk mencermati perkembangan dampak bencana LUSI pada
masyarakat
> sekitar dan perkembangan penanganannya serta perspektif
solusi/rekomendasi
> pada konteks upaya penanggulangan semburan lumpur dan penanganan
luapan
> lumpur.
>
>
>
> Rapat diadakan pada hari Rabu 6 Juni 2007 di Ruang Rapat Badan
Kehormatan
> Lantai 3 Gedung B DPD RI di Kompleks Gedung MPR, Jalan Jenderal Gatot
> Subroto, Jakarta. Rapat berlangsung dari pukul 13.00-16.00. IAGI
diwakili
> oleh : Achmad Luthfi (Presiden IAGI), Ridwan Djamaluddin (SekJen
IAGI), Edy
> Sunardi (Ketua Bidang Keilmuan IAGI sekaligus Ketua Tim LUSI IAGI),
Slamet
> Riadhi (Ketua Bidang Migas IAGI), Elan Biantoro (PP IAGI), Kodir
> (Sekretariat IAGI), Awang Satyana (PP IAGI).
>
>
>
> Rapat dibuka, domoderatori, dan diberi pengantar oleh Set Jen DPD-RI.
> Dikatakan bahwa Pansus LUSI DPD-RI baru saja kembali dari kunjungan ke
> wilayah Sidoarjo untuk melihat dampak sosial LUSI. "Rakyat sudah
marah",
> katanya. "Bayangkan, dari 13.000 bidang tanah dan 9000 bidang bangunan
yang
> terendam LUSI, baru bisa diverifikasi 522 bidang di antaranya
(verifikasi =
> mengecek kelengkapan administrasi bidang tanah dan bangunan), dan dari
522
> bidang ter-verifikasi, baru 219 bidang yang sudah dilakukan
penggantiannya
> oleh PT Minara, sebuah PT yang ditunjuk PT Lapindo untuk keperluan
ganti
> rugi. PT Lapindo Brantas tak mampu melakukan urusan ganti rugi ini.
Melihat
> skalanya yang begitu luas,  di mana enam desa telah tenggelam dan
> mengorbankan 10.800 keluarga, kami sependapat bahwa ini adalah bencana
alam,
> dan sebuah bencana alam tentu menuntut Pemerintah untuk menanganinya
secara
> serius, apalagi di lapangan kami melihat bahwa PT Lapindo tak mampu
> menyelesaikannya" , begitu  dikatakan ketua rapat dari DPD-RI. "Juga,
kami
> melihat bahwa TimNas bentukan Pemerintah telah gagal dalam menangani
LUSI",
> begitu ditambahkannya. Di Sidoarjo, Pansus LUSI DPD-RI juga bertemu
dengan
> BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo), yang menurut kesimpulan
Pansus
> belum jelas program-program penanggulangan yang akan dilakukannya.
>
>
>
> Untuk itu, Pansus LUSI DPD-RI memutuskan membuka kembali kasus LUSI
sejak
> awal, yaitu sejak hari-hari pertama mulai terjadinya bencana. IAGI,
yang
> diyakini DPD-RI adalah organisasi yang paling mengetahui duduk perkara
bawah
> permukaan LUSI, kemudian dibidik untuk memberikan keterangan. Pak
Luthfi
> membuka keterangan IAGI dengan mengatakan bahwa IAGI mendapatkan
kehormatan
> yang tinggi diundang untuk memberikan keterangan sebab inilah kali
pertama
> IAGI secara resmi dimintai keterangan oleh badan legislatif negeri
ini.
> Sangat lucu sebenarnya, mengapa IAGI selama ini tidak diprioritaskan
untuk
> dimintai keterangan, dan baru dimintai keterangan setelah bencana
> berlangsung hampir 13 bulan. Dan, Pemerintah kelihatan sangat ragu
untuk
> meminta keterangan resmi dari IAGI seputar kasus LUSI. Pemerintah
(Pusat dan
> Daerah) lebih memilih mengakomodasi keterangan-keterangan dari pihak
lain di
> luar IAGI bahkan "paranormal" sekalipun. Kalau saja IAGI sudah
diakomodasi
> dari awal, barangkali penanganan LUSI tidak perlu berlarur-larut,
trial and
> error dengan berbagai metode yang sudah menghabiskan biaya puluhan
juta US
> dollar, dll. Semuanya bermula dari bawah permukaan sebab kasus LUSI
adalah
> kasus bawah permukaan, maka sangat lucu dan percuma kalau mengatasi
LUSI
> tidak mengindahkan kondisi-kondisi bawah permukaaan.  Begitu pembukaan
dari
> Pak Luthfi. Pak Luthfi pun mengakui bahwa ada perbedaan pendapat
seputar
> kasus penyebab LUSI. Ada yang bilang : "underground blow out", "mud
volcano
> eruption yang dipicu gejala tektonik" dan "fenomena geothermal".
Sampai
> sekarang pun perbedaan pendapat masih terjadi.
>
>
>
> Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan detail Pak Edy Sunardi
tentang
> hasil studi geologi dan geofisika soal LUSI. Presentasi ini pernah
> disampaikan di beberapa kesempatan, tetapi diperbaharui dengan data
terakhir
> yang berhasil dikumpulkan. Seperti yang disampaikan dalam beberapa
publikasi
> di media massa dan forum-forum seminar LUSI, kesimpulan resmi tim LUSI
IAGi
> yang beranggotakan : Dr. Edy Sunardi (geologist), Dr. Syamsu Alam
> (geophysicist), Dr. Agus Guntoro (structural geologist), Dr. Arief
> Rachmansyah (geologist), Arief Budiman (operation geologist), Soffian
Hadi
> (geologist), dan Mipi Ananta Kusuma (geodetic engineer) adalah tetap
sama,
> yaitu : (1) semburan LUSI hampir tidak bisa dimatikan dan akan
berlangsung
> dalam waktu relatif lama , bila bisa dimatikan di tempat semburan
sekarang
> akan muncul di tempat lain sekitarnya, (2) lumpur agar dialirkan ke
laut
> daripada ditanggul sebab lumpur ini bukan limbah bukan barang
berbahaya
> berdasarkan analisis kimiawi, (3) agar dilakukan re-lokasi penduduk
secara
> permanen. Apa penyebab LUSI : erupsi gununglumpur akibat gerak
tektonik dan
> dapat berhubungan dengan gejala geothermal dari kompleks gunungapi
> Anjasmoro-Welirang-Arjuno di sebelah selatan Sidoarjo. Tentu jalannya
> panjang untuk sampai ke kesimpulan ini, dan telah banyak sekali
diskusi
> tentang ini. Saya tahu bahwa ada  kelompok anggota IAGI yang  tidak
> sependapat tentang penyebab bencana ini seperti kesimpulan tim LUSI
IAGI -
> tetapi inilah kesimpulan tim resmi IAGI untuk kasus LUSI. Presentasi
Pak Edy
> juga memuat usulan cara membuang lumpur ke laut, yaitu menggunakan
usulan
> BPPT yang disebut "Slufter Porong". Dengan sistem ini, akan dapat
ditampung
> sebanyak 41.5 juta m3 lumpur dalam waktu 15.5 tahun menggunakan
beberapa
> asumsi. Sistem ini nantinya akan membentuk delta Porong seluas sekitar
2500
> ha sampai kedalaman laut 2 meter.
>
>
>
> Pada sesi pertanyaan, para anggota DPD-RI bertanya hal2 yang dapat
> dikelompokkan menjadi pertanyaan2 : (1) mengapa selama ini Pemerintah
tak
> mau mendengarkan IAGI padahal IAGI lah yang paling mengetahui soal
bawah
> permukaan kasus LUSI, (2) apakah LUSI ini bencana alam atau bencana
buatan
> manusia, (3) bagaimana hubungan gempa di Yogya 27 Mei 2008 dengan
semburan
> LUSI yang dimulai 29 Mei 2006, (4) bagaimana peluang bahwa PT
Lapindo/Minara
> akan menguasai tanah negara yang kaya minyak sebab merekalah yang
selama ini
> dimintai Pemerintah mengganti rugi kepada masyarakat, kelak bila kasus
LUSI
> telah selesai dan eksplorasi migas positif, maka daerah tidak akan
> mendapatkan sedikit pun bagian migas sebab tanahnya telah menjadi hak
milik
> PT Lapindo/Minara, (5) Bagaimana mendapatkan kesepakatan para ahli
tentang
> penyebab kasus LUSI, (6) apakah memang semburan LUSI tidak bisa
dihentikan.
> Pertanyaan2 dapat dijawab dengan baik oleh perwakilan IAGI yang hadir
di
> rapat.
>
>
>
> Rapat ditutup oleh SetJen DPD-MPR RI dengan kesimpulan bahwa DPD-RI
puas
> dengan penjelasan teknis IAGI atas kasus LUSI dan akan meneruskannya
ke
> pihak2 terkait di lembaga legislatif maupun eksekutif (Pemerintah).
>
>
>
> Demikian yang bisa saya sampaikan untuk info rekan2 IAGI netter .
>
>
>
> Salam,
>
> awang
>
>
>
>


-- 
http://rovicky.wordpress.com/

------------------------------------------------------------------------
----
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke