sorry intermezzo :
> Ada yang tahu kasus meledaknya sumur Geothermal Dieng, apa
> yang terjadi ?
================================================
ENERGI PANAS BUMI Ledakan Pipa Uap di Dieng
Pipa Berkarat atau Tersumbat

SM/M Syarif SW MASIH DISELIDIKI: Tim Pusat Laboratorium
Forensik Mabes Polri Cabang Semarang memeriksa pipa milik PT
Geo Dipa yang bocor, kemarin. (57)
BANJARNEGARA- Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes
Polri Cabang Semarang menyelidiki penyebab meledaknya pipa uap
milik Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa
Energi (GDE) Unit Dieng, di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur,
Banjarnegara, Sabtu (30/6).
Tim beranggotakan empat orang itu dipimpin oleh AKBP Kartono.
Mereka tiba di Dieng pukul 12.30 dan kemudian mengadakan
pertemuan tertutup dengan GM PT GDE Unit Dieng Ir Suwondo
Kusumo dan sejumlah staf serta Kapolres Banjarnegara AKBP
Sutekad Muji Raharjo. Hingga kemarin belum diketahui penyebab
ledakan itu. ''Hingga kini kami belum bisa memberikan
keterangan mengenai sebab ledakan pipa tersebut. Demikian juga
total kerusakan dan kerugian baik yang diderita warga maupun
kami. Pendataan tengah dilakukan namun masih perlu direkap
datanya,'' kata Suwondo didampingi Operation Manager Yunis,
Minggu (1/7).
Namun, Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK)
Jateng, Saman Kadarisman, Minggu (1/7), mengatakan, ''Tadi pagi
kami dapat laporan, katanya pipa tersebut tersumbat. Akibatnya,
timbul tekanan dan ledakan.''
Sementara pakar teknologi panas bumi atau geothermal dari UPN
Yogyakarta Ir Jagranatha MSc menduga penyebab ledakan itu
karena kondisi korosit atau pipa berkarat.
Korosif ini mulanya bisa diakibatkan karena ada fluida yang
terbentuk ketika kandungan PH rendah. Akibatnya tingkat
keasaman naik, sehingga menjadikan korosif. "Akibatnya pipa
bisa saja termakan oleh keasaman itu sehingga menyebabkan
saluran pipa keropos," ungkapnya.
Dia menjelaskan, sebelumnya kondisi ini juga pernah terjadi di
salah satu unit, namun bisa ditangani secara cepat sebelum
meledak.
Untuk itu, pengelola diminta menghindari daerah yang mempunyai
kadar asam tinggi.
"Saluran pipa yang melewati daerah rawan harus diawasi, kalau
perlu pipa tersebut jangan sampai melintasi," tambahnya.
Sebelum Tim Puslabfor Mabes Polri datang, perwakilan warga dan
pihak PT GDE melakukan pertemuan tertutup. Hasilnya, GDE
bersedia menanggung kerusakan akibat ledakan itu.
Tekanan Uap

Tahun 1988 lalu juga pernah terjadi ledakan pipa yang
menewaskan empat orang. Puluhan warga sekitar sebenarnya sudah
mengeluhkan tidak adanya sosialisasi keamanan yang dilakukan
oleh perusahaan.
Suwando lebih lanjut mengatakan sebelum ledakan terjadi,
tekanan uap pada pipa berdiameter 24 inc dengan ketebalan 0,375
inc itu adalah 10 bar. Sebelumnya pernah diuji coba pada
tekanan 20 bar namun tidak terjadi apa. Karena itu pihaknya
akan terus mencari tahu sebab-sebabnya.
Pipa tersebut merupakan pipa penyalur uap dari sumur produksi 9
yang menuju pembangkit. Minggu kemarin aliran uapnya dihentikan
sehingga sudah tak terlihat asap putih mengepul dari pipa yang
putus.
Mengenai masa pemeliharaan, Suwondo mengungkapkan, biasa
dilakukan dengan pengecekan setahun sekali. Untuk
mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, tanah sepanjang 12
meter di sisi kanan dan kiri pipa juga sudah dibebaskan dan
diimbau agar tak digunakan untuk bercocok tanam.
Lahan itu digunakan untuk jalan inspeksi. Namun, warga masih
diberi kesempatan memanfaatkannya.
''Permintaan warga seusai ledakan agar pipa dipindah, kami rasa
hanya ungkapan kekhawatiran. Namun, kami akan ikuti hasil
pemeriksaan ini jika ada saran untuk melakukan pengamanan di
sekitar pipa. Mestinya pipa bisa bertahan 30 tahun,'' paparnya.
Saat disinggung soal pengaruh terhadap pasokan listrik area
Jawa-Bali, dia mengatakan ledakan pipa yang membuat operasional
PT GDE dengan kapasitas terpasang 60 MW yang sementara
dihentikan, tak berpengaruh pada pasokan listrik.
Meski demikian, dia belum bisa memastikan kapan operasional
PLTP itu bisa dilaksanakan kembali.
Kapolwil Banyumas Kombes Emron Putra Agung kepada wartawan
mengemukakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim
Puslabfor akan digunakan sebagai bahan oleh penyidik.
Saat ini tengah dilakukan pengumpulan bukti-bukti untuk
selanjutnya dilakukan analisis. Kapolres Banjarnegara AKBP
Sutekad Muji Raharjo turun ke lapangan.
Dia berharap rekomendasi yang dikeluarkan dengan dasar hasil
pemeriksaan oleh Tim Puslabfor supaya ditaati.(H25,J3,dtc-77)
> Pak Awang
> Mlesetnya perkiraan Top Kujung ini apakah karena depth
> conversion ataukah karena misinterpretation (facies
> identification error), ataukah dua-dua nya ?
>
> Seingatku sudah ada synthetic yang dibuat di BJP-1 ini. Jadi
> mungkin bisa di cross check apakah kita berbicara pada
> "spesies" yang sama dengan carbonates di Porong-1, ataukah
> beda.
>
> sorry intermezzo :
> Ada yang tahu kasus meledaknya sumur Geothermal Dieng, apa
> yang terjadi ?
>
> RDP
>
> On 7/2/07, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Pak Heri, di kedalaman tersebut, selain data VSP ada data
>> log konvensional (seperti GR, resistivity), tetapi tak bisa
>> dipakai untuk prediksi top Kujung LS sebab perkiraan
>> kedalaman tersebut belum ada data log-nya. Kita hanya
>> mengandalkan VSP atau checkshot untuk memprediksi puncak
>> suatu formasi yang belum dibor, tetapi hasil VSP pun tidak
>> jelas juga, mungkin karena kehadiran beberapa seismic
>> absorbent seperti yang diduga oleh Pak Yanto Salim.
>>
>> Akhirnya, di BJP-1 kita tak pernah tahu apakah sudah
>> menembus gamping Kujung atau belum. Gamping ada, tetapi
>> apakah itu gamping suatu puncak formasi atau sekedar
>> sisipan tipis gamping di tengah sekuen silisiklastik, kita
>> tak tahu.
>>
>> salam,
>> awang
>>
>> *heri ferius <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>>
>> Apa pada kedalaman 8750 ft ada logging lainnya, selain VSP
>> ?. Gimana ya, cara memprediksi Top Kujung LS pada bagian
>> yang belum dibor, seandainya hanya pakai data VSP ?. Mohon
>> pencerahan.
>>
>> Salam HF
>>
>> ----- Original Message -----
>> *From:* yanto salim <[EMAIL PROTECTED]>
>> *To:* [email protected]
>> *Sent:* Saturday, June 30, 2007 3:01 PM
>> *Subject:* Hal: [iagi-net-l] Interpelasi Lapindo
>>
>>  Pak Awang,
>> Benar sekali "Mother earth" is un-predictable yang bisa
>> kita lakukan adalah prediksi dari data yang ada, walaupun
>> VSP dilaksanakan ternyata tidaka ada satupun perkiraan VSP
>> yang mendekati (ada 3 prediksi). Tambahan saja, dengan
>> adanya high absorbent di dekat permukaan energy seismik
>> sudah tidak sampai dan sebetulnya juga di perparah dengan
>> adanya sand setebal lebih dari 3000 feet. Seperti dikatakan
>> ini adalah sand yang diketemukan  pertama kali, jadi tidak
>> ada referensi dan tentunya tidak akan terinterpretasi
>> (walaupun data seismiknya berkwalitas baik).
>>
>>
>> Salam,
>>
>> Yanto
>>
>> ------------------------------
>> Food
>> fight?<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396545367>Enjoy>>
>>  some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink
>> Q&A.<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396545367>>>
>>
>
>
> --
> http://rovicky.wordpress.com/



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke