Pak Rovicky,

 

Synthetic BJP juga sudah menggunakan data Porong-1. Miss of top Kujung
kelihatannya akibat kedua hal tersebut, sering juga kan velocity-nya
berbeda meskipun jarak sumur berdekatan (6 km), juga kehadiran batupasir
tebal di BJP yang tak diperhitungkan bisa sebagai penyebab miss of top
Kujung itu.

 

Soal meledaknya pipa penyalur uap (bukan sumur) di kawasan panasbumi
Dieng sudah di-posting Pak Nur Heriawan dan Pak Ismail. Tambahannya, uap
panasbumi Dieng adalah uap yang paling korosif dibandingkan ladang
geothermal lainnya di Indonesia. Kasus2 keracunan H2S juga pernah
terjadi beberapa kali di wilayah ini, mungkin masih ingat kasus semburan
gas maut Sinila, Dieng 1979 yang menelan korban penduduk desa begitu
banyak dan melahirkan lagu elegi "Berita Kepada Kawan" Ebiet G. Ade. 

 

Salam,

awang

 

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, July 02, 2007 8:13 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Interpelasi Lapindo

 

Pak Awang 
Mlesetnya perkiraan Top Kujung ini apakah karena depth conversion
ataukah karena misinterpretation (facies identification error), ataukah
dua-dua nya ?

Seingatku sudah ada synthetic yang dibuat di BJP-1 ini. Jadi mungkin
bisa di cross check apakah kita berbicara pada "spesies" yang sama
dengan carbonates di Porong-1, ataukah beda. 

sorry intermezzo :
Ada yang tahu kasus meledaknya sumur Geothermal Dieng, apa yang terjadi
?

RDP

On 7/2/07, Awang Satyana < [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote:

Pak Heri, di kedalaman tersebut, selain data VSP ada data log
konvensional (seperti GR, resistivity), tetapi tak bisa dipakai untuk
prediksi top Kujung LS sebab perkiraan kedalaman tersebut belum ada data
log-nya. Kita hanya mengandalkan VSP atau checkshot untuk memprediksi
puncak suatu formasi yang belum dibor, tetapi hasil VSP pun tidak jelas
juga, mungkin karena kehadiran beberapa seismic absorbent seperti yang
diduga oleh Pak Yanto Salim. 

 

Akhirnya, di BJP-1 kita tak pernah tahu apakah sudah menembus gamping
Kujung atau belum. Gamping ada, tetapi apakah itu gamping suatu puncak
formasi atau sekedar sisipan tipis gamping di tengah sekuen
silisiklastik, kita tak tahu. 

 

salam,

awang

heri ferius <[EMAIL PROTECTED] > wrote:

        Apa pada kedalaman 8750 ft ada logging lainnya, selain VSP ?.
Gimana ya, cara memprediksi Top Kujung LS pada bagian yang belum dibor,
seandainya hanya pakai data VSP ?. Mohon pencerahan.

         

        Salam HF

                ----- Original Message ----- 

                From: yanto salim <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

                To: [email protected] 

                Sent: Saturday, June 30, 2007 3:01 PM

                Subject: Hal: [iagi-net-l] Interpelasi Lapindo 

                 

                Pak Awang,

                Benar sekali "Mother earth" is un-predictable yang bisa
kita lakukan adalah prediksi dari data yang ada, walaupun VSP
dilaksanakan ternyata tidaka ada satupun perkiraan VSP yang mendekati
(ada 3 prediksi).

                Tambahan saja, dengan adanya high absorbent di dekat
permukaan energy seismik sudah tidak sampai dan sebetulnya juga di
perparah dengan adanya sand setebal lebih dari 3000 feet. Seperti
dikatakan ini adalah sand yang diketemukan  pertama kali, jadi tidak ada
referensi dan tentunya tidak akan terinterpretasi (walaupun data
seismiknya berkwalitas baik).

                 

                 

                Salam,

                 

                Yanto

  _____  

Food fight?
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTE
wOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&s
id=396545367>  Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTE
wOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&s
id=396545367> 




-- 
http://rovicky.wordpress.com/ 

Kirim email ke