Sudahkah diajukan  sebagai World UNESCO Heritage ?? karena salju abadiya
di negara tropis, 
http://whc.unesco.org/
lalu ditingkatkan jadi objek tourism yang murah dan mudah dijangkau
seperti Ha Long Bay Vietnam (salah satu world UNESCO Heritage)
otomatis akan dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan umum dan
kepentingan "bisnis" tourism.
 
Seperti juga ; Gorila di Kilimanjaro, Mt.Kinabalu dan Taman Negara bisa
lestari karena Tourism. Tidak ada penggundulan hutan ataupun penambangan
disana.
Karena mereka dilindungi oleh "bisnis" tourism.
 
Cartenz sebagai sumber Emas akan habis dalam waktu beberapa tahun saja,
dan menghasilkan uang yang juga akan cepat habis.
Tapi Cartenz sebagai objek tourism, tidak akan pernah habis, dan akan
menghasilkan nilai ekonomi yang lebih langgeng, akan menjadi bahan
cerita yang menarik turun temurun, akan menjadi paper wall yang indah,
dst....
Sebagai object tourism memang ada efek negatifnya terhadap lingkungan,
tetapi tetap ada jalan keluarnya, daripada punah ........

 
 
________________________________

From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, 13 July, 2007 5:43 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Fw : Urgent...!!!! Carstensz diambang kehancuran,
apa tindakan kita..


Saya fowardkan, salah satu mail keprihatinan dari para penggiat
Mountaineering,
mengenai kerusakan di Cartenz.
 
Saya posting disini karenan ada statement menarik, yang berhubungan dg
geologi, yaitu 
 
"Freeport McMoran inc sudah sejak
lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa
biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas
konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke
bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid. 
FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan
itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju
bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa
kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar 
tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi
lama ke arah utara untuk mempermudah loading and
dropping dalam rangka menggarap gunung batu Edenburg
(4.200 mdpl) di bagian utara itu." 

 

Benarkah ada prospek di sana? Apakah Cartenz benar terancam punah?
 
Salam,
 
 
-------------
 
Re: Balasan: Re: [Federasi-Mountaineering-Indonesia] Urgent...!!!!
Carstensz diambang kehancuran, apa tindakan kita.. 

Kawasan Carstensz Range memang sedang menuju kearah
kepunahan, karena Freeport McMoran inc sudah sejak
lebih 5 tahun lalu menimbun dengan tailing (ampas sisa
biji timah) bagian barat Carstensz Range, dari batas 
konsesi lama (+/-3.500 mdpl/Mile 99) merambah ke
bagian utara yaitu sisi barat Carstensz Pyramid.
FMI sudah mengamati bahwa; Perusakan dan penimbunan
itu sengaja dilakukan agar tercipta akses menuju 
bagian utara, ke arah ketinggian 4.000 mdpl. Analisa
kami; Maksud dibalik penimbunan itu adalah agar
tercipta semacam jalan penghubung dari batas konsesi
lama ke arah utara untuk mempermudah loading and
dropping dalam rangka menggarap gunung batu Edenburg 
(4.200 mdpl) di bagian utara itu.
Dalam dokumen dari laporan ekspedisi J.J Dozy, 1928(?)
tentang kawasan Carstensz, dilaporkan bahwa
gunung-gunung batu bagian barat Carstensz Range
diketinggian sekitar 4.000 mdpl - 4200 mdpl,
mengandung biji emas. Kami kira inilah tujuan utama
Freport, Gunung Emas!

Dari batas utara konsesi lama di mile 99 ke kawasan
gunung emas dan utara Carstensz kurang lebih berjarak
20 kilometer. Saat ini timbunan tailing sudah sejauh
+/-10 kilometer menimbun ceruk sisi barat itu dimana
dibagian ini terdapat diding batu memanjang berbentuk
garis vertikal hitam-putih, terkenal disebut Zebra
Wall. Para pendaki yang akan ke Carstensz melalui
Freeport pasti akan melewati sisi ini.
Penimbunan terus berlangsung dari hari ke hari,
crashprograme istilahnya, karena kontrak Freeport
"sisa" 20 tahun. 

Sejauh ini kita sering mendengar berita tentang
laporan analisa dampak lingkungan terhadap
pertambangan lama (timah) PT Freeport. Tapi apakah
amdal juga dilakukan di Carstensz Barat yang adalah
kawasan konsesi baru? Kalau juga ada laporan "positif" 
tentang penimbunan di utara itu, lalu siapa yang mau
mengecek kebenarannya? Karena untuk mengontrol diatas
3.500-4.000 mdp[ (letak kawasan yang ditimbun)
membutuhkan perlengkapan khusus dan aklimatisasi
(penyesuaian tubuh terhadap ketinggian) dan perjalanan 
yang berbelit dan alasan-alasan yang menakutkan. Para
pengontrol akan berpikir dua kali; Wah, kalau begicu
cepek deh. Repot. Toh nggak kelihatan ini, pikir
mereka. Maka, demikianlah itu yang terjadi, laporan
ABS!

Banyak kepentingan bermain dengan pertambangan ini;
politic, money, and power. Bahkan para pendaki yang
melalui kawasan dan melihat penimbunan itu hanya bisa
diam karena takut akses ke Carstensz melalui Freeport 
ditutup. Bagi "pendaki target", melalui pertambangan
Freeport (3.500 mdpl) adalah jalur singkat dan cepat
menuju Lembah Danau-Danau (4.100 mdpl, sebagai base
camp sebelum ke kaki Carstensz), karena cuma butuh 
waktu, sekarang dengan melalui timbunan tailing dan
diangkut dengan bus, sekarang tinggal jalan 6 jam
saja, dibandingkan melalui desa Ilaga yang membutuhkan
jalan 6 hari. Padahal dari Ilaga itulah jalur klasik 
yang "seutuhnya" untuk mendaki Carstensz Pyramid dan
puncak-puncak salju disekitarnya.

Lalu sekarang kita mau apa??? Mungkin kini saatnya
kita mulai peduli sebelum Carstensz tinggal kenangan.
FMI secara organisasi mengamati persoalan ini baru
sejak enam bulan lalu. Kami dulu sempat berdebat bahwa
apakah tidak ada yang peduli tentang penimbunan itu.
Program FMI sedang bergerak kearah sana. Yang jelas
komitmen FMI adalah akan memperjuangkan pelestarian
kawasan Carstensz Range. Mari kita mulai!!!

salam
Jody/FMI
 
---------------
> Mau urung rembug, saat ini dimilis mana aja
> ngomong soal lingkungan
> dan kerusakannya dan bla.bla..bla. . Dibenak saya
> muncul satu kata "so
> apa yang harus dilakukan?" apa cuma hanya sebatas 
> topik biar milis
> anget? dan atau hanya sekedar teman pengatar minum
> kopi..??? kalo iya
> wah... 50+50=..ceeppekkkkk k dehhhhhh....
>
> Kemaren seorang teman baru balik dari Carstensz, dan 
> dia bercerita
> gimana hancurnya lembah Zebra wall, sayang pas saya
> minta fotonya dia
> ngga mau ngasih karena ngga enak sama Freeport,
> hubungan mereka dah
> mesra dengan Freeport, mereka ngga mau merusaknya. 
> (ok bagi saya itu
> ngga masalah) yang mau saya ulas di postingan ini
> adalah, keadaan
> terkini dari Carstensz, kata teman saya ini sekarang
> truk tambang
> sudah bisa sampe ke dekat camp zebra wall dan 
> kemaren mereka dianter
> sama truk Freeport hingga ke Zebra wall
> dan menurut dia lagi sebuah
> danau di dekat Zebra wall sudah tetimbun batu-batu
> buangan
> pertambangan Freeport, dan ada sebuah danau lagi 
> yang sudah
> dibolongin agar airnya kering dan tentunya akan
> ditimbun lagi dengan
> batu-batu buangan pertambangan. Miris memang
> mendengarnya, kita semua
> tahu dulu di lembah Zebra Wall itu ada daerah rawa 
> rawa yang dikenal
> dengan sebutan Carstensz Swamp dan rawa ini juga
> sudah tertutup habis
> oleh timbunan batuan buangan pertambangan.
>
> Freeport bukannya tidak tahu kalau merusak 
> lingkungan, mereka tau
> kok, ini terbukti dengan ketatnya ijin melewati
> Freeport jika mendaki
> carstensz dan juga kalaupun dapat ijin akan sangat
> diawasi dan tidak
> boleh mengambil dokumentasi apapun hingga sampai di 
> daerah basecamp,
> bahkan ada kelompok PA Dari Unila Lampung yang
> baru-baru ini kesana
> dan lewat Freeport, mereka mendapat pengawasan yang
> super ekstra dan
> tidak boleh memotret apapun baru setelah sampai 
> basecamp mereka boleh
> memakai cameranya.
> Jelas sekali terlihat dengan sikap seperti itu
> agaknya Freeport
> cemas kalau sampai perusakan lingkungan yang mereka
> lakukan akan
> diketahui publik.
>
> Lalu bagaimana? Jika ini dibiarkan terus pasti tidak
> lama lagi kita
> akan kehilangan gunung yang kita banggakan itu,
> pasti tidak lama lagi
> pegungan itu akan rusak parah. Keindahan 
> lembah-danau- danau yang
> banyak danau itu akan hilang. Susah membuktikan
> kalau penghancuran
> lingkungan pengunungan Jayawijaya ini begitu parah
> tampa ditunjang
> bukti-bukti yang kongkrit seperti foto-foto. 
> Freeport tidak akan
> dengan begitu mudahnya mengijinkan kita mengambil
> foto-foto kerusakan
> alam tersebut, semua yang bermain di Carstensz tahu
> persis hal ini
> tapi mereka seperti tutup mulut karena bisa-bisa 
> akses mereka kesana
> di banned oleh pihak Freeport.



-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com 
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************ 


DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information.  You are hereby notified that the taking of any 
action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, 
distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone 
other than the intended recipient(s) is strictly prohibited.  If you have 
received this Message in error, you should delete this Message immediately and 
advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information 
in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its 
Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by 
PETRONAS or any of the companies within the Group.

Kirim email ke